Ini Dia 3 Tingkatan Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya

0
6972
Ini Dia 3 Tingkatan Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya

Setiap desa pasti mencapai tingkatan tersendiri dalam proses pengembangan untuk memajukan desa. Karena hal itu, desa dibedakan dalam Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya. Perkembangan desa bisa dilihat dari keadaan masyarakat yang bertempat tinggal di desa tersebut. Pembangunan sarana dan prasarana serta taraf ekonomi masyarakatnya juga bisa menggambarkan bagaimana kondisi dan tingkatan perkembangan sebuah desa.

Desa memerlukan dukungan baik dari internal maupun eksternal untuk memajukan desa. Karena itu, desa harus mampu bekerja sama dengan masyarakat dan pihak luar untuk memanfaatkan segala sarana yang disediakan dengan baik. Jika desa mampu memanfaatkan setiap fasilitas dengan baik, desa pasti akan berkembang dengan cepat. Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Desa Swadaya

Desa swadaya adalah desa yang bisa dianggap sebagai desa yang tertinggal. Penduduk desa yang cenderung masih primitif dan terisolir dari daerah luar. Di desa ini masyarakatnya masih tetap menjalankan kebiasaan-kebiasaan nenek moyang seperti menjalankan adat istiadat atau tradisi dan hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan primer. Desa seperti ini biasanya merupakan desa yang ditinggali sebuah kelompok dalam waktu yang sudah lama.  Pola pemikiran yang mengikuti leluhur inilah yang membuat masyarakat di desa swadaya belum mampu berkembang. Berikut ciri-ciri desa swadaya yang bisa dilihat :

  • Daerahnya terisolir atau tertutup
  • Penduduknya sedikit
  • Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris
  • Masyarakatnya memegang teguh adat atau tradisi
  • Hubungan personal sangat erat
  • Sarana dan prasarana yang tersedia masih kurang
  • Teknologi yang ada masih rendah atau bahkan belum ada
Baca Juga  Pembagian Dari Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangan Masyarakatnya

2. Desa Swakarya

Desa dalam klasifikasi ini satu tingkat lebih maju dibandingkan desa swadaya. Masyarakat mulai berubah mengikuti aliran jaman dan berpikiran lebih terbuka. Adat istiadat masyarakat mulai mengalami transisi sesuai dengan perubahan yang terjadi di sosial masyarakatnya. Mata pencaharian masyarakat lebih beragam dengan bertambahnya lapangan pekerjaan. Serta berkembangnya pembangunan desa dengan didirikannya sarana dan infrastruktur untuk desa. Ciri-ciri desa Swakarya antara lain :

  • Tidak terikat dengan adat secara penuh
  • Terbuka dengan pengaruh dari luar daerah
  • Adanya sarana pendidikan, kesehatan, perekonomian dan prasarana penunjang lainnya
  • Teknologi sudah mulai digunakan masyarakat
  • Akses menuju daerah lain lebih mudah
  • Lapangan pekerjaan yang tersedia mulai beragam

3. Desa Swasembada

Desa swasembada biasa disebut sebagai desa maju atau desa berkembang. Masyarakat desa ini sudah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya yang ada untuk kegiatan pembangunan desa. Tingkat pendidikan dan perekonomian masyarakat lebih maju dibandingkan tingakatan desa lain dan sudah bisa mengembangkan ide yang dimiliki. Mau berpartisipasi dan memiliki pola pemikiran yang lebih modern. Ciri-ciri desa Swasembada antara lain sebagai berikut :

  • Biasanya berlokasi tidak jauh dari kota atau kecamatan
  • Penduduknya mulai padat
  • Masyarakat sudah tidak terikat oleh adat
  • Memiliki fasilitas yang memadai dan lebih maju
  • Masyarakat yang lebih kreatif dan kritis
  • Aktifnya masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan
Baca Juga  Inilah Perbedaan BUMN, BUMD dan BUMDes

Itulah 3 tingkatan dalam Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya. Untuk meningkatkan desa, terlepas dari harus memadainya sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Sebuah desa juga membutuhkan masyarakat yang memiliki pola pikir ke depan dan mau ikut serta aktif dalam proses pembangunan desa. Karena percuma saja jika ada potensi yang bisa dikembangkan di desa tapi tidak ada yang mau mengembangkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here