Informasi Mengenai Desain Pertanian Subak Yang Menguntungkan Petani

0
1054
Informasi Mengenai Desain Pertanian Subak Yang Menguntungkan Petani

Sebagian besar orang pasti sudah tidak asing lagi dengan Pulau Bali, karena tempat wisatanya yang indah dan menarik, membuat Pulau Bali sangat dikenal. Selain tempat wisatanya yang indah dan menarik Bali juga mempunyai warisan budaya yang sangat unik yaitu subak. Mungkin sebagian besar orang belum tahu tentang subak. Subak adalah salah satu sistem di maysarakat Bali yang mengatur pengairan sawah. Untuk yang penasaran dengan sistem subak, berikut merupakan penjelasan dari desain pertanian subak

Sejarah Desain Pertanian Subak

Bali memiliki iklim tropis dan hujan serta tanah vulkanis yang subur membuat bali sangat cocok untuk budidaya tanaman. Tanaman yang biasanya dibudidayakan di Bali adalah padi, kopi, cengkeh  dan kelapa. Selama seribu tahun terakhir warga Bali terus menerus melakukan modifikasi demi untuk menyesuaikan lahan dengan kondisi pulau Bali.

Modifikasi yang dilakukan seperti membuat terasering di lereng bukit dan juga menggali kanal untuk mengairi lahan pertanian. Masyarakat Bali membuat sistem irigasi yang rumit supaya dapat memanfaatkan air secara maksimal. Sistem irigasi tersebut juga memungkinkan koordinasi yang disebut dengan subak.

Organisasi tersebut terdiri dari para petani yang memanfaatkan sumber mata air yang sama, melakukan pertemuan secara teratur untuk koordinasi tanaman dan mengontrol distribusi air untuk irigasi. Selain itu mereka juga merencanakan sebuah pembangunan dan pemeliharaan kanal serta mengatur sebuah upacara perayaan dan persembahan di pura Subak.

Baca Juga  Peluang Usaha Pertanian Di Desa Berkembang Yang Sangat Menguntungkan

Pertanian yang dilakukan dengan sistem subak ini sangat menguntungkan para petani, karena kebutuhan para petani sangatlah diutamakan. Selain itu pengairan dengan desain pertanian subak ini dapat mengatasi bebagai kendala seperti kekurangan air, polusi dan hama baik di tanah maupun di air.

Keunikan Desain Pertanian Subak

Sistem Subak memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan sistem pengairan tradisional lainnya. Selain unik, sistem pengairan tradisional tersebut juga sangat menguntungkan para petani. Hal tersebut dikarenakan bahwa pengairan dengan desain pertanian subak ini dapat mengatasi kekurangan air.

Karakteristik unik yang ada dalam sistem subak ini adalah setiap lahan mempunyai pura. Pura tersebut bernama pura Uluncarik dan pura Bedugul. Perlu diketahui bahwa pura tersebut dibangun khusus oleh petani untuk memuja Tuhan. Keberadaan pura tersebut sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih atas hasil panen yang telah diberikan.

Penanggulangan Masalah Kekurangan Air Dengan Desain Pertanian Subak

Agar dapat memperoleh air yang merata, maka air yang berlebih akan dibuang melalui saluran drainase yang sudah ada pada setiap komplek sawah milik petani. Sedangkan untuk mengatasi masalah kekurangan air dengan desain pertanian subak, maka cara yang biasa dilakukan petani ialah

  1. Pinjam Meminjam Air
Baca Juga  4 Program Prioritas Kementerian Desa Beserta Tujuannya

Jika kekurangan air maka petani akan saling pinjam meminjam air antar anggota subak dalam satu subak. Selain itu petani juga dapat meminjam air antar subak yang sistemnya terkait. Bahkan di sungai Yeh Ho-Tabanan ada yang sering melakukan pinjam meminjam air antar bending. Untuk pengelolaan sistem pinjam meminjam air ini dilakukan oleh pimpinan Subakagung Yeho.

  1. Pelampias

Caramengatasi kekurangan air yang satu  ini merupakan sebuah kebijakan untuk memberikan tambahan air. Tambahan air tersebut diberikan untuk lahan sawah yang berada di hilir. Perlu diketahui bahwa tambahan air nantinya akan ditentukan oleh kesepakatan bersama dan dengan memperhatikan porositas lahan subak tersebut.

  1. Pengurangan Porsi Air

Cara ini harus diberikan kepada blok atau komplek sawah milik petani tertentu. Sawah yang harus dikurangi porsi airnya adalah sawah yang mendapatkan tirisan air dari tempat atau mata air tertentu. Jadi air yang dari sawah tersebut akan disalurkan ke sawah yang kekurangan air.

  1. Terdapat Peran Pengurus

Dalam sebuah desain pertanian subak ini harus ada pengurus yang tugasnya mengatur air irigasi saat debit air sangat kecil. Saat debit air kecil biasanya pengurus akan melarang semua petani anggota subak untuk ke sawah pada malam hari. Nantinya, pihak penguruslah yang akan mengurus ketersediaan air yang kecil dan terbatas.

Baca Juga  Pengertian Ekonomi Desa Dari Berbagai Versi

Biasanya pengaturan pembagian ketersediaan air yang sedikit itu dilakukan pada malam hari. Setelah itu, air akan dibagiakan kepada petani anggota subak secara adil. Dengan adanya peran pengurus maka semua petani akan dapat air walaupun ketersediaan air terbatas.

Itu tadi merupakan beberapa informasi mengenai desain pertanian subak yang sangat bermanfaat bagi para petani. Dengan menggunakan desain atau sistem tersebut maka setiap petani dapat mengatasi masalah pertanian seperti kekurangan air, terserang hama dan lain-lain. Jadi sistem perairan tradisional ini sangat berguna bagi para petani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here