Indonesia-Malaysia Sepakat Kembangkan Desa-desa Wilayah Perbatasan

Indonesia-Malaysia Sepakat Kembangkan Desa-desa Wilayah Perbatasan

Berdesa.com – Upaya Kementerian Desa PDTT untuk mensejahterakan desa kini menjangkau daerah-daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Baru-baru ini Pemerintah Indonesia – Malaysia melalui Kementerian Desa PDTT sepakat membentuk kekuatan bersama untuk mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan dua negara ini terutama dalam hal peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Dilansir Kemendesa.go.id, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyatakan dua negara telah sepakat meningkatkan kesejahteraan warga perbatasan. “ Nanti akan ada task force bersama agar kerjasama bisa segera terealisasi di lapangan,” kata Menteri Desa usai menerima kunjungan Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia, Dato’ Sri Ismail Sabri Bin Yaakob, di kantor Kemendesa PDTT, Kalibata, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Pertanian dan perkebunan menjadi fokus dari pengembangan ekonomi di kawasan tersebut. Soalnya, memang bidang inilah yang menjadi sektor paling kuat di wilayah ini. Ke depan, seperti desa-desa lain di Indonesia, pemerintah akan mendorong pengembangan produk unggulan yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing. Rencananya, beberapa jenis komoditas seperti jagung dan karet yang bakal dikembangkan.

Karena berada di wilayah perbatasan maka pengembangan komoditas di wilayah itu bakai diarahkan untuk dijual dipasar wilayah Malaysia dan sebaliknya, komoditas yang dihasilkan desa-desa di Malaysia dekat wilayah perbatasan juga bakal di distribusikan ke wilayah perbatasan di Indonesia.

Rencana ini diyakini Menteri Desa bakal cepat mengembang karena saat ini di Kalimantan Tengah akan dibuka lahan seluas 600 hektar untuk dikembangkan. Lahan itu bakal ditanami komoditi tertentu yang memiliki skala ekonomi besar. Tak hanya itu, Menteri Desa juga menyatakan, bakal melinbatkan para pengusaha dari kedua negara untuk menanam investasinya demi mendorong pengembangan wilayah di daerah ini. “ Para investor bisa terlibat dalam pengembangan produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades) dengan menyediakan sarana pascapanen sehingga ada jaminan pasar saat masa panen,” kata Menteri Desa.

Untuk meningkatkan kapasitas SDM, kedua negara juga sepakat untuk mendorong kualitas para kepala desa di daerah-daerah perbatasan dengan cara mengirimkan para kepala desa itu mengikuti studi banding dan berbagai pelatihan. Pelatihan dan studi banding ini juga bakal dijalankan kedua negara misalnya rombongan kepala desa dari Indonesia dikirim studi banding di Malaysia dan sebaliknya.

Para kepala desa di daerah-daerah perbatasan igu bakal digenjot untuk menguasai sistem manajemen administrasi desa dan harus pula menguasai sistem keuangan desa yang baik. Cara ini harus dilakrukan karena peran kepala desa sangat strategis dalam rangka mendorong kemajuan desa.

“ Kita akan segera bentuk joint committee Kemendes PDTT dan Kementerian  KLBM Malaysia, akan bersama-sama wujudkan joint committee untuk bangun masyarakat desa di kawasan perbatasan Malaysia dan Indonesia,” ujar Menteri Desa. (ary/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*