Hubungan Mudik, Produk Desa dan Melalui Jual Beli Online

Hubungan Mudik, Produk Desa dan Melalui Jual Beli Online

BERDESA.COM – Semakin banyaknya orang yang aktif melakukan jual beli online membuka peluang besar bagi produk desa untuk dipasarkan ke kota. Salahatu pintu gerbang penjualan itu adalah tradisi mudik lebaran 2017 ini. Soalnya, orang-orang yang selama ini tinggal di kota bakal pulang kampung. Mereka adalah para marketing yang efektif untuk menjual atau mempromosikan produk desa mereka.

Di kota, memang ada lebih banyak pilihan produk pabrikan ketimbang desa. Selain menjadi pusat ekonomi dan perputaran uangnya lebih besar, orang-orang kota juga tidak bisa menghasilkan beragam produk utamanya makanan sebagaimana orang desa. Soalnya, orang kota sudah tidak menjalankan pertanian untuk menopang hidupnya. Sebagian besar wilayah kota juga sudah tidak menyisakan tanah untuk ditanami sesuatu. Itulah yang membuat produk desa sesungguhnya memiliki peluang memasuki kota.

Untuk menjadikan para pemudik adalah tenaga marketing wilayah perkotaan warga desa harus menemui dan menjelaskan apa saja kualifiksi produk baik makanan, buah maupun produk asli desa lainnya. Soalnya saat ini, kualifikasi produk menjadi perhatian yang sangat penting.

Para pemudik yang sejatinya adalah orang desa sudah tentu selalu merindukan desa tepatnya tinggal dahulu, faktanya mereka rela bersusah-payah berebut kursi demi bisa pulang dan menengok kampung halaman dan sanak saudara. Maka sebenarnya mereka juga bakal senang jika bisa menunjukkan pada setiap orang di kota bahwa desanya memiliki produk yang bisa bersaing dengan produk yang di kota.

Mereka bakal bangga karena dengan produk berkualitas bisa tersebar ke kota itu berarti desa mereka telah mengalami kemajuan. Kedua, mereka juga selalu punya keinginan membantu warga desanya untuk maju dan lebih sejahtera.  Inilah kesempatan itu.

Kenapa besarnya kenaikan jual-beli online menjadi salahsatu tolok ukur karena sekarang ini warga desa tak perlu mengusung produk yang dibuatnya secara manual ke kota seperti cara konvensional yang selama ini dijalankan sebagian warga desa.

Maka nantinya, setelah produk-produk desa itu mulai dikenal di daerah kota yang salahsatunya karena diusung dan dipromosikan oleh para pemudik itu, selanjutnya pelaku UMKM sebaiknya menggunakan transkasi online untuk menjawab berbagai pesanan dan pengiriman.

Media sosial sangat strategis melakukan pekerjaan ini karena bisa melakukan promosi dengan cara yang murah, cepat dan langsung bersentuhan dengan banyak orang serta sangat murah bahkan hampir tidak mengeluarkan biaya. Nah, model pemasaran online seperti inilah yang harus dikembangkan oleh pelaku UMKM sehingga produk mereka bisa menyerbu kota.

Maka, jangan menunggu lagi, dalam hitungan hari ratusan ribu orang bakal menyerbu seluruh desa di Indonesia. Inilah saatnya produk desa gantian menyerbu kota dan selanjutnya bertarung melawan produk-produk pabrikan yang selama ini telah bercokol lama.(aryadji/berdesa)

Foto: www.hotklop.blogspot.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*