Hilirisasi, Cara Meningkatkan Keuntungan Produk Desa

0
187

Berdesa.com – Salahsatu penyebab produk desa tidak bisa menghasilkan keuntungan besar adalah karena selama ini warga desa menjual produknya dalam bentuk bahan baku alias mentah. Padahal kalau mau menjual dalam bentuk olahan atau bahan jadi maka bakal ada keuntungan lebih besar yang bisa diambil oleh warga.

Misalnya desa penghasil kopi yang selama ini menjual panenan kopinya dalam bentuk bahan baku alias buah kopi mentahan, maka hasilnya tak akan pernah lebih baik dari tahun ke tahun. Bahkan sangat mungkin malah menurun. Berbagai komoditas yang dijual dengan cara ini menunjukkan fakta, harga komoditas bukannya naik tapi malah turun karena permainan tengkulak dan sebagainya. Padahal kalau kopi dijual dalam bentuk olahan misalnya sudah digililng bahkan sudah jadi kopi siap konsumsi, maka hasilnya bakal berlipat-lipat lebih besar.

Seperti yang dialami para petani kakao di daerah Solok, Sumatera Barat. Selama ini warga di sana menjual biji kakao mentah. Akibatnya, dari 100 kilo biji yang dijualnya bakal terbuang 30 persen karena dianggap tidak memenuhi kualitas. Menjadi berbeda jika kakao lebih dahulu di fermentasi maka hampir tidak ada yang terbuang. Memang butuh waktu lebih lama bagi petani untuk melakukan proses fermentasi sekitar 4-5 hari prosesnya, tetapi hasilnya lebih besar dan tidak perlu ada kakao yang terbuang.

Baca Juga  Tiga Langkah Strategi Pemasaran Bagi Produk Premium Ala Apple

Hasil perolehan petani bakal lebih tinggi lagi jika para petani mau mengolah kakao-nya menjdi cokelat serbuk apalagi batangan. Soalnya, cokelat adalah jenis makanan yang digemari semua orang di seluruh dunia sehingga memiliki peluang pasar nan uas membentang. Selain itu, proses pengolahan ini akan mampu menyerap tenaga kerja baru di desa. Sehingga akan lebih banyak warga desa bisa bekerja dengan hasil kebunnya sendiri.

Program hilirisasi ini juga sedang digalakkan Kementerian Desa saat ini. Inspektur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Ahmad Erani Yustika beberapa hari lalu menyatakan, mengolah bahan baku menjadi bahan siap konsumsi langsung oleh warga desa akan membuat produk desa naik kelas dan bisa menciptakan kenaikan keuntungan hingga 250 persen.

Erani mencontohkan kawasan perdesaan di Pengalengan, Bandung Selatan, Jawa Barat yang produk utamanya adalah perkebunan dan pengolahan kopi. Berkat bantuan mesin penggiling kopi, warga di sana bisa memproduksi kopi sangrai sehingga harganya mengingkat 300 persen dbanding dijual dalam bentuk bahan kopi mentah.

Baca Juga  Membangun Wilayah Desa Yang Lebih Baik Dengan Informasi Spasial Desa

Contoh lainnya adalah kawasan desa wisata. Desa wisata bakal menjadi pasar menarik bagi warganya menjual berbagai produk olahan seperti nanas dan straberi yang diolah menjadi jenis minuman siap konsumsi. Bukan hanya lebih menguntungkan, hilirisasi juga akan mengurangi ketergantungan warga desa dengan para tengkulak yang menguasai pasar produk desa selama ini.(adji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here