Hari Nyepi Yang Berbeda di Desa Adat Tenganan

0
463

Tanggal 7 Maret 2019 merupakan perayaan Hari Raya Umat Hindu dimana semua Umat Hindu di tanah air akan merayakan Hari Raya Nyepi di tahun Baru Caka 1941. Pada Hari Raya Nyepi tersebut semua umat Hindu tidak akan keluar rumah dan tidak menjalankan aktifitas seperti biasanya. Namun suasana yang berbeda akan dirasakan di salah satu desa yang berada di Kecamatan Manggis, Karangasem, nama desa tersebut adalah Desa Tenganan.

Di desa ini warganya tetap menjalankan kegiatan seperti biasanya saat perayaan hari Nyepi, namun untuk menghormati umat Hindu lainnya, warga di Desa Tenganan ini tidak keluar dari desa ada ini. Desa Tenganan ini bukan berarti tidak merayakan Hari Raya Nyepi namun Desa Adat tersebut memiliki penanggalan yang berbeda sehingga Hari Raya Nyepi di Desa Adat Tenganan jatuh pada sasis kasa yang berlangsung selama lima belas hari, sehingga saat umat hindu lainnya sedang merayakan Hari Raya Nyepi.

Warga di Desa Adat Tenganan tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari namun dengan aturan hanya dilakukan di sekitar desa adat tersebut dengan maksud untuk menghormati umat Hindu lainnya yang sedang merayakan Nyepi.

Baca Juga  Mengukur Manfaat, Dana Desa Bakal di Survei BPS

Desa Tenganan sendiri merupakan sebuah desa adat dan tradisonal yang berada di Bali, lokasinya berada di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, letaknya dapat dicapai sejauh 10 kilometer dari daerah pariwisata Candi Dasa.

Desa Adat Tenganan merupakan salah satu desa Bali Aga, maksud dari Bali Aga ini sendiri merupakan desa yang tetap mempertahankan pola hidup masyarakatnya dengan berpedoman pada aturan adat tradisional desa yang diturunkan turun temurun dari nenek moyang.

Adapun contoh pola hidup yang dijalankan berdasarkan adat tradisional adalah seperti bentuk bangunan, tata letak bangunan dan letak pura yang mengacu pada aturan tradisional tersebut, ada tiga desa di Bali yang disebut sebagai Desa Aga, selain Desa Tenganan ada pula desa Trunyan dan Desa Sembiran.

Sejarah penamaan Desa Tenangan sendiri ada beberapa versi, berdasarkan versi pertama nama Desa Tenganan berasal dari dari kata Ngatengahang yang memiliki arti bergerak ke daerah yang lebih dalam. Sedangkan versi yang lain menyebutkan bahwa berdasarkan cerita rakyat, warga Desa Tenganan berasal dari Desa Peneges yang disebut Bedahulu.

Baca Juga  Mengenal Desa Bengkala di Bali

Raja Bedahulu dahulu kala kehilangan salah satu kudanya yang akhirnya ditemukan oleh salah satu orang kepercayaan Raja Bedahulu bernama Ki Patih Tunjung Biru, atas jasanya tersebu Ki Patih Tunjung Biru mendapat wewenang untuk mengelola daerah yang memiliki aroma dari bangkai kuda tersebut, dengan cerdiknya Ki Patih memotong dan menyebarkan bangkai kuda tersebut sehingga Ki Patih memiliki wilayah yang cukup luas, wilayah tersebut konon menjadi asal mula Desa Tenganan.

Kehidupan keseharian warga di Desa Tenganan diatur oleh hukum adat bernama awig-awig yang ditulis pada abad 11. Dalam pemilihan pemimpin di Desa Tenganan sendiri dilakukan dengan prosesi adat mesabar-sabatan biu atau apabila diterjemahkan menjadi perang buah pisang.

Warga di Desa Adat Tenganan sendiri memiliki konsep Tri Hata yang berasal dari ajaran Hindu dimana Tri Hata ini sendiri memiliki arti tiga penyebab kebahagiaan untuk menggapai keseimbangan yaitu hubungan seimbang antara manusia dengan Tuhan, hubungan harmonis manusia dengan manusia lainnya, dan hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan sekitarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here