Gua Maria: Keindahan Alam dalam Sebuah Perjalanan Spiritual

0
651
Gua Maria: Keindahan Alam dalam Sebuah Perjalanan Spiritual

Gua Maria Lawangsih, merupakan salah satu tempat perziarahan yang mendapat sentuhan arsitektur dari seorang maestro, Romo Mangun. Secara geografis, gua maria lawangsih terletak di dusun Patihombo, Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo. Namun, jika ditilik dari admintrasinya, Gua Maria ini terletak di kawasan Stasi Santa Perawan Maria Fatima Pelemdukuh, Paroki Santa Perawan Maria Nanggulan, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang.

Dari maknanya, Lawangsih diambil dari dua kata, yaitu Lawang dan Asih. Yang berarti pintu menuju kasih sayang. Jika diartikan secara garis besar, gua maria lawangsih ini adalah pintu atau jalan menuju kasih sayang bunda maria.

Awalnya, tempat perziarahan ini merupakan gua yang berada ditengah gundukan tanah dan tanaman liar. Memang sudah nampak sebuah gua, namun masih memiliki mulut gua yang kecil dan sempit. Kala itu, gua ini adalah tempat hidup dari lawa atau kelelawar.

Butuh waktu selama 10 tahun, bagi Umat Katolik untuk mengeruk tanah dan mendapati Gua yang seperti saat ini. Semua dilakukan secara gotong royong, tanpa mengenal lelah.

Berdesa Tour

Hingga pada tahun 1990 an, Gua Lawangsih ini menjadi star dalam perjalanan stasi (Doa Jalan Salib) oleh para pemuda gereja di daerah Pelemdukuh. Semua berjalan begitu saja tanpa ada perkembangan yang berarti.

Baca Juga  Lava Tour Merapi, Wisata Menyusuri Gagahnya Merapi

Dan pada tahun 2008, sang pemilik Gua atau tanah yang terdapat guanya tersebut, menghibahkan tanah tersebut kepada gereja. Lalu, Romo Ign Slamet Royatu, selaku Romo Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda nanggulan, melakukan inisiatif untuk membangun gua tersebut menjadi sebuah tempat peribadatan dan perziarahan umat Katolik.

Beribadah Menyatu Dengan Alam

Tak banyak yang berubah dari Gua Maria Lawangsih. Seperti saran dari Romo Mangun, dimana kondisi alamnya masih terus dipertahankan. Hanya ada sedikit penambahan, seperti bagian lantai dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya saja.

Namun, hanya dengan bekal kekayaan alam berupa stalagtit dan stalagmit yang terdapat didalam gua, belum lagi sumber mata air berupa sungai kecil yang mengalir didalamnya, membuat Gua Ini memberikan aura ketenangan yang alamiah.

Keberadaan patung Bunda Maria dengan ukuran yang cukup besar tepat didepan pintu masuk Gua, menambah nuansa religi yang kental. Dengan lingkungan sekitar yang Asri, suasana yang sejuk khas pegunungan, dan minimnya suara hiruk pikuk, karena tempat ini bisa dibilang lumayan jauh masuk ke dalam dari jalan raya, membuat ibadah umat menjadi lebih khuyuk.

Baca Juga  Wisata Kota Lama Semarang, Keindahan Kota di Jaman Belanda

Untuk mencapainya, Anda memang harus melalui jalanan yang berkelok. Namun, setelah sampai, Anda tak akan kecewa. Bahkan, kelelahan Anda akan segera terganti dengan kekaguman akan sebuah tempat peribadatan terbuka yang menyatu dengan alam.

Didepan gua, Anda dapat menikmati keindahan lukisan tentang perjuangan umat dalam membuat komlpeks peribadatan ini disebuah Kapel. Selain itu juga ada lukisan tentang kerajaan surga lengkap dengan keindahannya yang digamparkan secara sempurna. Dinding kapel dibuat dari batu kapur alami.

Baru sampai di depan gua maria lawangsih saja, Anda sudah dapat terkagum-kagum dengan melihat dan menikmati keindahan Gua yang dilihat dari luar. Dan ketika masuk, Anda dapat menikmati suasanan yang hening, sejuk dan suara gemericik air yang menenangkan. Sungguh, tempat peribadatan yang menghadirkan ketenangan dalam keimanan.

Jika Anda ingin mengikuti kegiatan ibadah di Gua Maria Lawangsih, datang saja dibulan Mei dan oktober. Dimana disini akan ada pelayanan doa dan ekaristi di bula Maria. Atau, bisa juga hadir dalam ibadah doa novena yang secara rutin di laksanakan setiap malam jumat kliwon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here