Gara-gara Ditayangkan Berdesa.com, Tepung Mocaf Para Ibu Desa Ketro Banjir Pesanan

Gara-gara Ditayangkan Berdesa.com, Tepung Mocaf Para Ibu Desa Ketro Banjir Pesanan

BERDESA.COM – Kreativitas pada ibu Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, mulai membuahkan hasil. Tepung mocaf yang mereka produksi mendapatkan sambutan hangat dari pasar bahkan meski baru sekali ditayangkan Berdesa.com.

Adalah Wawan, seorang anak muda Yogyakarta yang beberapa bulan ini menjalankan start up alias perusahaan baru pembuatan kue, langsung pesan tepung mocaf ‘made in’ kelompok ibu-ibu Bogasari, Desa Ketro, Kebonagung, Pacitan. Wawan yang membuka usaha pembuatan kue dengan nama Chew Kitchen tertarik menggunakan mocaf buatan para ibu ini karena memiliki kualitas yang unggul dibanding tepung mocaf yang dia gunakan selama ini.

“Begitu saya mendapat sampel-nya, saya langsung mencium aromanya yang wangi. Dari aromanya saja saya sudah tahu tepung mocaf buatan ibu-ibu ini memiliki kualitas yang unggul,” kata Wawan kepada Berdesa.com, Rabu (13/7) kemarin. Setelah mencoba menjadikannya campuran roti dan kue buatannya, Chew Kitchen lalu memesan tepung mocaf ini sebagai bahan pembuatan kue yang dijual perusahaannya.

Perjumpaan Chew Kitchen dengan Mocaf asli Pacitan itu bermula ketika kreativitas para ibu Desa Ketro ditulis oleh www.berdesa.com beberapa waktu lalu. Digawangi 10-an ibu rumah tangga, perempuan-perempuan desa ini secara rutin mengolah ketela yang tumbuh di lahan-lahan desanya untuk disulap menjadi beberapa jenis tepung, salahsatunya mocaf.

Mocaf adalah tepung berbahan ketela yang diolah dengan menggunakan proses fermentasi yang pada akhirnya melahirkan tepung yang mampu menggantikan atau menjadi campuran terigu sebagai bahan aneka makanan. Uniknya, meski dilakukan secara konvensional tetapi mocaf asal Desa Ketro memiliki kualitas unggul.

Bukan hanya keunggulan kualitasnya saja yang membuat Berdesa.com tertarik menulis tepung ini melainkan juga karena produk ini dilahirkan para ibu disela aktivitas mereka mengurus keluarga. Bukan mudah pula kelompok Bogasari ini menemukan proses melahirkan tepung mocaf berkualitas. Tetapi berkat ketekunan dan kerja keras para perempuan hebat ini akhirnya mereka mampu melahirkan produk mocaf unggul yang direspon pasar dengan baik.

Salahsatu pegiat kelompok ini, Nining Farianingsih menuturkan, kelompok usaha ini memang sangat ketat menjaga proses produksi mulai dari pemilihan bahan baku hingga menjadi tepung.” Kami tak mau menggunakan bahan baku ketela dari pasar. Ketela yang kami gunakan kami ambil langsung dari petani dan tidak boleh lewat 24 jam dari sejak dicabut dalam mengolahnya,” katanya. Hasilnya, mereka dapatkan kualitas tepung mocaf yang unggul.

Nining berkisah, meski masih mengandalkan cara manual dan bergantung dengan terik matahari untuk mengeringkan produknya tetapi para ibu ini tetap konsisten menjaga kualitas. “ Kami sadar persaingan produk sekarang ini sangat tinggi karenanya kami harus mampu menciptakan produk yang unggul dibanding yang lain,” katanya.

Karena berbagai keterbatasan, kata Nining, selama ini mocaf yang mereka produksi hanya mampu beredar pada wilayah domestik desa saja alias konsumsi lokal. “ Makanya kami kaget ketika tiba-tiba di telepon Usahadesa.com yang mengabarkan ada perusahaan pembuat roti dan kue di Yogakarta yang tertarik dengan produk kami. Kami tidak mengira bisa begitu cepat produk kami dikenal orang melalui Usahadesa.com,” ujar pegiat kelompok ibu-ibu yang sekaligus guru SMK ini.

Usaha Desa Sejahtera adalah perusahaan sosial yang fokus pada visi mendorong peningkatan ekonomi desa dengan cara membangun pasar bagi produk desa agar mendapatkan para pembeli pada area jaringan seluas-luasnya. Perusahaan ini getol menyambangi desa-desa yang memiliki produk unik atau layak jual ke pasar luas sekaligus menciptakan berbagai langkah membantu pemasarannya.

CEO Usaha Desa Sejahtera Adhita Sri Prabakusuma, S.P, M.Sc menyatakan, ada sangat banyak produk desa yang harus diangkat atau dipromosikan agar dikenal banyak orang sehingga mendapatkan respon pasar dan dibeli orang. “ Salahsatu kelemahan UMKM dan warga desa pada umumnya adalah pada sisi jaringan pemasaran yang sebagian besar masih sangat domestik. Karenanya Usaha Desa Sejahtera melalui Berdesa.com terus aktif mengangkat cerita mengenai produk desa dari seluruh Indonesia agar dikenal orang dengan cepat,” katanya. Hasilnya?

“ Luar biasa sambutan audien dan masyarakat. Meski kami bergerak via online yakni berbasis internet tetapi banyak sekali yang tertarik dengan beragam produk yang kami pasarkan,” kata Adhita. Selain memasarkan, Usaha Desa juga siap melakukan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha di desa.

Seluruh program Usaha Desa dirancang sebagai sebuah jembatan bagi produk desa untuk bertemu dengan para pembeli terutama pembeli yang jumlah kebutuhannya sangat besar.” Kami fokus menjadi perusahaan yang bekerja sama dengan institusi pemerintah, UMKM, kelompok masyarakat desa dan sebaginya untuk kami pertemukan dengan para calon buyer  alias pembeli dari seantero Indonesia. Hasilnya?

Seperti yang terjadi pada tepung mocaf buatan Ketro yang langsung mendapatkan pesanan meski baru sekali ditayangkan www.berdesa.com. Anda tertarik memasarkan produk desa Anda? (aryadji/berdesa)

2 Komentar

  1. Asalamualaikum , saya dari desa cinde,gondanglegi,klego,boyolali. Saya seorang pengrajin tas. Tpi karena lokasi dikampung/desa jadi sangat sulit berkembang. Bisa kasih saran dan bantu merambah pemasaran lebih luas. Terimakasih.

    Balas
    • bisa menggunakan metode pemasaran online salah satunya dengan menggunakan usahadesa.com

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*