Gampang, Membangun Usaha Pengembangan Jamur Tiram di Desa

0
260
mengembangkan usaha budidaya jamur tiram di desa - berdesa.com

BERDESA.COM – Siapa bilang anak muda yang tinggal di desa tidak bisa membangun hidup sejahtera. Dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungannya, beragam usaha bisa dijalankan dan menghasilkan pendapatan yang lebih dari cukup. Seperti yang dilakukan Mohammad Ridlo, warga  Desa Cigebul, Kecamatan Lumbir, Banyumas.

Desa perbatasan antara Banyumas dan Cilacap ini jauh dari kota tetapi berkat kerja keras dan ketekunannya Mohammd Ridlo berhasil menjadi petani jamur tiram dengan omset di atas Rp. 10 juta setiap bulan. Asal Anda tahu, dari omset itu hanya butuh sekitar 30 persen saja untuk memutar modal. Hebatnya Ridlo, demikian dia biasa disapa, hanya mengandalkan beberapa pasar lokal untuk menjual jamurnya setia hari dan selalu ludes.

Awalnya Ridlo tidak berpikir untuk menjadikan jamur tiram sebagai usaha yang akan dia jadikan mata pencaharian utama. “ Awalnya saya hanya sekedar iseng mencari kegiatan di sela pekerjaan utama sebagai jurnalis. Lalu saya tertarik mengembangkan pertanian dengan menanam semangka dan berbagai komoditas seperti cabe,” tutur sarjana Komunikasi ini. Ternyata, keisengannya mengelola jamur tiram dalam skala kecil berbuah manis. Ternyata peluang pasar jamur jenis tiram sangat besar meski di tingkat lokal.

Baca Juga  Inilah Saatnya UMKM Merebut Pasar Melalui Online

Lalu Ridlo membuat percobaan pembuatan tiram sendiri dengan menggunakan drum dan memanfaatkan kayu bakar untuk merebus log yang dia buat. Serbuk gergaji dia dapatkan dari beberapa warga lokal yang memiliki usaha pengolahan kayu. “ Jadi hampir semua bahan pembuatan jamur tiram sebenarnya ada di daerah pedesaan. Jadi saya pilih menekuni usaha ini,” katanya.

Benar saja, dalam beberapa bulan, setelah beberapa kali percobaan pembuatan, jamur-jamur-nya mulai tumbuh dan bisa dipanen setiap hari. “ Setelah yakin bisa membuat log yang menumbuhan jamur, saya memutuskan mengelola usaha produksi jamur tiram secara lebih besar dan serius,” katanya. Tapi sesungguhnya, modal paling besar untuk usaha ini malah bukan pada bahan pembuatan jamurnya melainkan pada tempat yang dibutuhkan untuk meletakkan ribuan log yang sudah siap tumbuh. “ Saya membangun beberapa bangunan semi permanen untuk bikin kandang jamur,” katanya.

Karena jamur adalah jenis mahkluk hidup maka Anda tidak bisa memastikan jamur Anda tumbuh setiap hari. Maka satu-satunya cara agar mendapatkan volume produksi yang tinggi adalah membuat log alias media pertumbuhan jamur sebanyak mungkin sehingga probabilitas pertumbuhannya juga semakin tinggi. Tak tanggung-tanggung, jika awalnya menggunakan satu drum saja dalam sekali pembuatan, kini Ridlo menggunakan tiga drum yang disatukan menjadi satu wadah besar untuk merebus jamurnya sehingga sekali pembuatan bisa mendapatkan 500-an baglog jamur tiram. Pembuatan ini dilakukannya sekali dalam sepekan. Sehingga dalam sebula rata-rata Ridlo membuat minimal 2000-an baglog baru sebagai media tumbuhnya jamur.

Baca Juga  Pingin Sukses Usaha, Inilah 11 Pelajaran Penting Menuju ke Sana

Hasilnya, Ridlo bisa memanen rata-rata 40-50 kilogram jamur setiap hari dengan harga sekitar Rp. 9 – 11 ribu rupiah untuk setiap kilo jamur yang dia jual. Uniknya bisnis ini, jamur yang dipetik pada saat subuh akan sudah terjual pada pagi hari sehingga petani jamur ini sudah mengantungi uang penjualan jamur hanya beberapa jam setelah panen dilakukan. Tak banyak komoditas yang bisa melakukan hal seperti ini. Tak hanya menghasilkan uang, melalui usaha ini Rido juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi beberapa tetangga di sekitar tempat tinggalnya yang dia ajak mengelola pertanian jamurnya.

Rido juga tak pelit ilmu. Dia membagikan pengalaman pengelolaan jamur ini pada semua orang yang datang ke rumahnya dan ingin mengembangkan jamur tiram baik untuk sekedar memenuhi gizi keluarga maupun yang ingin mengembangkan usaha pengelolaan jamur tiram dalam skala besar. “ Keuntungan usaha ini, hampir semua bahannya bisa didapatkan di desa. Kedua, bisa menjamin kebutuhan gizi keluarga karena jmur tiram bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan yang disukai semua orang. Ketika, bisa menciptakan nilai lebih jika diolah menjadi produk turunan seperti jamur krispi, bakso jamur dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga  Menggenjot Usaha Desa Melalui Sosial Media

Meski berada di desa yang jauh dari kota, usaha jamur tiram Ridlo terus mengembang dan melahirkan banyak pengembang jamur lain di desa-desa di sekitarnya. “ Saya justru ingin usaha jamur ini bisa menjadikan desa-desa di sini sebagai pusatnya jamur. Bukan hanya jamur tiram, kalau bisa berbagai jenis jamur yang lain,” katanya.(adji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here