Forum BUMDes Tandatangani Kerjasama Ekspedisi dengan Lion Parcel

0
1094

BERDESA.COM – Produk asli di berbagai daerah bisa ‘beterbangan’ kemana-mana kini. Soalnya, Forum BUMDes Nasional telah menandatangani kerjasama antara jaringan BUMDes secara nasional dengan Lion Parcel, perusahaan  ekspedisi mili Maskapai Lion Air. Isinya, Lion Parcel bakal memberikan kemudahan bagi produk desa atau daerah untuk dikirimkan ke berbagai pelosok nusantara melalui Lion Parcel yang sistem pengiriman udara. Ini adalah sistem pengiriman modern yang bisa memberikan layanan pengiriman dengan cepat.

Forum BUMDes Indonesia yang diketuai Febby Dato Bangso, yang juga salahsatu staf ahli Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  menandatangani kerjasama dengan Lion Parcel di Jakarta (24/4) lalu antara Ketua Forum BUMDes Indonesia Febby Dato Bangso dan Direktur Utama Lion Parcel Farian Kirana. Kerjasama ini menegaskan bahwa Lion Parcel akan menciptakan sinergi dengan jaringan BUMDes melalui Forum BUMDes Indonesia untuk memberikan manfaat dalam hal pengiriman produk melalui jasa Lion Parcel.

Dengan kerjasama ini maka produk-produk daerah terutama pedesaan di berbagai daerah akan mendapatkan rekanan yang memudahkan produk-produk daerah itu dikirimkan ke wilayah lain di Indonesia melalui jasa pengiriman Lion Air melalui udara. Jasa pengiriman melalui penerbangan memiliki keunggulan dalam hal waktu meski harus menempuh jarak pengiriman yang jauh.

Baca Juga  Mengenal Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan

Ketua Forum BUMDes Indonesia Febby Dato Bangso menyatakan, jalinan kerjasama ini lahir melihat potensi produk desa dan daerah yang saat ini memilik potensi besar untuk mengembangkan jaringan pemasaran antarpulau. “ Hanya saja selama ini masih ada kendala pengiriman. Antar pulau bakal lama kalau ditempuh melalui darat maka Forum BUMDes lalu bekerjasama dengan perusahaan jasa pengiriman udara,” kata Febby.

Selama ini, ujar Febby, banyak sekali komoditas lokal atau produk desa yang sebenarnya memiliki pasar yang luar dan prospektif di luar daerahnya. Hanya saja UMKM di daerah-daerah mengalami hambatan pada shipping atau pengiriman antarpulau. Akibatnya, banyak komoditas yang sebenarnya bisa menciptakan revenue yang lebih besar jika dipasarkan keluar daerah akhirnya tak bisa menjangkau pasarnya.

Penasehat Forum BUMDes Indonesia Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan, jauhnya jarak yang harus ditempuh seuah komoditas di berbagai wilayah di Indonesia akhirya membuat produk-produk itu harus melewati rantai distribusi yang panjang dan lama hingga sampai ke tangan konsumen. Rantai yang kelewat panjang ini bukan hanya membuat harga komoditas menjadi jauh lebih mahal. Ironisya, yang paling diuntungkan adalah para makelar pada rantai distribusi dan bukan masyarakat produsennya.

Baca Juga  Kelola Wisata Irigasi, BUMDes Sukanagalih Mewakili RI ke Malaysia

“ Kerjasama ini memudahkn produk daerah menjangkau wilayah lain di Indonesia dengan lebih cepat, tetapi sekaligus memperpendek rantai distribusi,” kata Kepala Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta yang menyabet gelar Kepala Desa Terbaik Nasional 2014 ini. . Hasilnya, harga komoditas bakal lebih murah ketika sampai pada konsumen yang dituju dan pendapatan produsennya menjadi lebih baik karena memiliki kendali yang lebih tinggi pada harga produk. Dengan begitu, UMKM-UMKM akan memiliki potensi untuk mengembangkan pasar dengan lebih baik dan menguntungkan dengan kerjasama ekspedisi ini.(adji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here