Festival Sumping Kopi Pait di Desa Jelun

0
452

Sebagai upaya untuk mengangkat tradisi lokal di desa-desa yang berada dikawasannya, pemerintah Banyuwangi beserta jajarannya terus berupaya mendorong hal tersebut. Seperti yang baru saja dilaksanakan di Desa Jelun, Kecamatan Licin Desember lalu dimana diselenggarakan festival bernama Festival Sumping Kopi Pait.

Penyelenggaraan festival ini berangkat dari beberapa potensi-potensi yang dimiliki Desa Jelun dimana pada akhirnya diharapkan mampu mengangkat potensi tersebut dan menarik pengunjung untuk datang ke desa tersebut sehingga mampu membantu perekonomian di desa tersebut.

Festival yang baru pertama kali digelar ini pada tanggal 14 Desember hingga 16 Desember 2018 lalu, menyajikan berbagai macam suguhan khas dari Desa Jelun, salah satunya adalah jajanan bernama Sumping, Sumping ini sendiri biasanya juga dikenal denga nama nagasari merupakan jajanan khas Desa Jelun yang dibuat dari tepung beras, yang membedakan Sumping khas Desa Jelun adalah varian produknya yang banyak, mulai dari varian pisang, ketela pohon, ketela manis, sampai kacang hijau.

Sumping ini sendiri biasanya disajikan pada saat hari-hari tertentu seperti Lebaran atau hajatan saja, dengan adanya Festival Sumping Kopi Pait ini maka warga dan pengunjung yang datang bisa merasakan sensasi rasa Sumping dan cara menikmatinya yang khas ala Desa Sumping.

Baca Juga  Unsur Unsur Desa Yang Penting Ada dan Dijaga

Penamaan Festival Sumping Kopi Pait itu sendiri karena pada acara tersebut juga disediakan kopi pait sebagai pendamping saat menikmati kue sumping, apabila pengunjung tidak menyukai kopi berasa pait maka disediakan juga pemanisnya, tapi bukan gula putih yang biasa digunakan sebagai kopi pada umumnya.

Namun pada Festival Sumping Kopi Pait ini disediakan gula aren yang memang merupakan komoditas khas di Desa Jelun. Tentu saja yang mencicipi kopi dengan kombinasi gula aren ini akan merasakan sensasi yang berbeda dalam menikmati kopi.

Tak hanya kue sumping dan kopi yang disajikan di Festival Sumping Kopi Pait di Desa Jelun, namun juga pengunjung dapat menemukan makanan lainnya yang juga merupakan khas desa Jelun yakni pecelan, urap-urap, nasi keruk, pepesan belut, semanggi kukus yang masing-masing memiliki keunikan rasa yang khas. Selain itu juga untuk kategori makanan ringan juga disajikan jajanan seperti cendol, rujak kecut, cenil, dan buah-buahan yang juga menjadi andalan di Desa Jelun.

Festival yang berakhir pada hari Minggu 16 Desember 2018 ini pada pembukaannya dihadiri oleh Bupati Banyuwangi yang juga menjadi tokoh pembuka Festival Sumping Kopi Pait ini. Acara ini dihadiri juga oleh ratusan wisatawan yang datang dari berbagai wilayah.

Baca Juga  Peluang Usaha Kecil-Kecilan Di Desa Yang Mudah Anda Kerjakan

Kegiatan ini diharapkan dapat mengangkat potensi yang dimiliki oleh Desa Jelun seperti potensi makanan khas, tradisi lokal, dan sumber daya lainnya sehingga dapat mengenalkan Desa Jelun ke masyarakat luas dan memancing datangnya wisatawan untuk datang menikmati kebudayaan lokal, makanan khas di Desa Jelun. Apalagi Desa Jelun merupakan desa yang berada di kaki Gunung Ijen yang pasti memiliki hawa yang segar dan pemandangan alam yang masih alami yang akan memberikan pengalaman menarik bagi wisatawan.

Karena baru pertama kali diselenggarakan dan respon masyarakat yang baik, kegiatan ini masih bisa dikembangkan lagi dengan lebih menggali lagi konsep kegiatan dam potensi-potensi yang dimiliki oleh Desa Jelun sehingga untuk tahun-tahun selanjutnya Festival Sumping Kopi Pait ini bisa berlangsung lebih semarak dan lebih baik lagi dan juga lebih mengenalkan potensi Desa Jelun hingga mancanegara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here