Farid Hadi: Keuntungan Bukan Ukuran Utama Keberhasilan BUMDesa

Farid Hadi Keuntungan Bukan Ukuran Utama Keberhasilan BUM Desa

BERDESA.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan salah satu alat untuk menentukan laju perkembangan ekonomi masyarakat desa. Sebab, dengan adanya BUMDesa, desa mampu menyertakan modalnya dan menyisihkan beberapa aset untuk melayani keperluan masyarakat luas.

Bahkan Co Founder Usaha Desa, Farid Hadi menyatakan masyarakat desa sendiri memiliki peluang untuk meningkatkan usahanya serta mendapatkan manfaat dari pemanfaatan aset. Misalnya, pemanfaatan sumber air bersih dan lain sebagainya. Ia menyatakan memang setiap desa memiliki hak untuk tidak mendirikan BUMDesa. Akan tetapi, yang perlu dipahami adalah adanya manfaat lain apabila mendirikan BUMDesa dibandingkan mendirikan koperasi, misalnya. Yakni selain bisa melayani kebutuhan masyarakat desa, BUMDesa juga mampu menjadi sarana peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang nantinya mampu dimanfaatkan secara luas. Misalnya, untuk pembangunan, kegiatan sosial masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat.

“BUMDesa melaksanakan sebagian dari kewenangan pemerintah desa sehubungan dengan pelayanan yang terkait dengan ekonomi dan kegiatan sosial bisnis. Itu artinya ia membantu pemerintah  desa dalam mensejahterakan masyarakatnya. Apabila tidak ada BUMDesa, kepentingan akan jalan sendiri di masyarakat. Berbeda bila ada BUMDesa, kepentingan akan terkonsentrasi menjadi satu. Yakni masyarakat bersatu mencari peluang baru agar bisa dikembangkan menjadi usaha desa,” ujarnya di kantor Usaha Desa, Samirono, Yogyakarta, Rabu (6/1).

Memang, pembangunan BUMDesa bukan tanpa tantangan dan mulus begitu saja. Menurutnya, tantangan pertama adalah perlu adanya kesepakatan antara pemerintah desa dengan masyarakat. Yakni dengan menganalisis apakah BUMDesa benar-benar diperlukan atau tidak. Oleh karena itu, agar terjadi kesepakatan, harus dibuat kajian terlebih dahulu, yakni untuk melihat keuntungan, peluang,  manfaat, dan bagaimana cara membentuknya sehingga masyarakat tahu dan bisa mengambil keputusan dengan adil.

Selain itu, yang perlu dipahami, menurut Farid adalah BUMDesa merupakan bisnis sosial. Jadi tidak semata-mata bisnis ekonomi. Ukuran keberhasilan BUMDesa juga bukan hanya ukuran ekonomi, tetapi ukuran manfaatnya untuk masyarakat itu sendiri.(bd05)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*