Embung Desa juga Ciamik Jadi Obyek Wisata

0
1263

BERDESA.COM – Tahukah Anda, selain menjadi penampung air bagi persawahan, embung desa juga bisa menjadi penghasil uang. Soalnya, embung bisa menjadi obyek wisata desa yang menarik. Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul adalah salahsatu desa yang menangguk banyak rejeki dari embung desa-nya.

Tidak tanggung-tanggung, embung di Nglanggeran dibangun di puncak bukit dengan ketinggian yang bukan main-main. Desa ini memang memiliki takstur wilayah berbukit sehingga si embung juga musti dibangun di atas ketinggian sehingga airnya mudah dialirkan ke area persawahan di seluruh wilayah desa.

Tetapi embung di Nglanggeran bukan hanya air dalam penampungan raksasa melainkan menjadi sebuah telaga buatan dengan pemandangan luar biasa elok di sekelilingnya. Bagaimana tidak, embung ini berada di bawah bebatuan raksasa nan gigantik tinggalan gunung purba. Gegunung batu ini menjadi seperti pagar raksasa yang melatari telaga cantik ini.

Bukan hanya itu, para pemuda yang mengelola tempat ini juga memasang lampu-lampu sekeliling embung, membuat jalan keliling di seluruh pinggiran embung lengkap dengan pagar pengaman yang kuat. Beberapa saung kayu tradisional dengan tempat duduk didirikan di beberapa tempat di pinggiran telaga ini. Tempat parkir luas dengan pengamanan tingkat tinggi dan warung-warung makan suap menemani setiap pengunjung yang datang.

Para pemuda yang mengurus tempat ini juga memiliki kemampuan luar biasa melayani para tamunya. Yuli Ermawati, seorang pengunjung berkisah pada Berdesa.com, beberapa minggu lalu dirinya mengajak anak dan cucunya berkunjung di tempat ini. Karena sebagian jalan belum beraspal, roda belakang sepeda motornya bocor begitu sampai parkiran.

Melihat seorang pengujung panik dan bingung, seorang petugas wisata datang menghampiri dan bertanya pada Yuli. Petugas itu lalu mengatakan,” Ibu silakan menikmati embung, biar kami yang mengurus sepeda motor. Kami pastikan motor sudah siap dipakai sepulang dari embung,” kata Yuli menirukan si petugas. Benar saja, begitu sampai di parkiran lagi, sepeda motor sudah siap ditunggangi. “ Dan mereka tidak mau diberi uang lelah loh. HAnya uang untuk menambal sepeda motor saja. Luar biasa,” kata Yuli. Pelayanan yang luar biasa itulah yang membuat Nglanggeran dengan Gubung Purba dan embungnya terpilih menjadi Desa Wisata Terbaik se-Asia Tenggara.

Fenomena yang sama terjadi di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. Panggungharjo sedang berada pada tahap akhir pembangunan embungnya. Bahkan sebelum pembangunan rampung, Embung ini sudah menjadi wisata bagi warga. Setiap hari mereka datang menyaksikan telaga cantik yang tiba-tiba uncul di tengah desa mereka.

Uniknya, warga desa bahkan sudah membuat angket melalui sosial media mengenai apa saja yang warga inginkan untuk dibangun di embung desanya. Jawabannya mengejutkan, mereka menginginkan embung menjadi obyek wisata dengan deretan tempat duduk, warung makan-minuman dan area parkir yang memadai. Mereka juga siap menjadi pengunjung tetap embung desanya.

Fakta ini menunjukkan embung desa tak hanya bakal membuat sawah warga mendapatkan air dan bisa memanen hasil pertaniannya hingga 3 kali dalam setahun melainkan juga bisa menjadi obyek wisata yang akan membuka berbagai peluang usaha warga seperti warung makan, jasa parkir dan sebagainya. Jadi, tunggu apa lagi? (aryadji/berdesa.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here