Eduwisata Sitiadi, Melihat Cara Beternak Sapi Hebat di Kebumen

0
656

Berdesa.com – Desa Sitiadi, Puring, Kebumen, Jawa Tengah, menciptakan terobosan unik. Desa ini membuka destinasi wisata yang tidak biasa yakni peternakan sapi. Namanya Eduwisata Sitiadi, sebuah peteranakan sapi seluas 4000 meter. Wisatawan bisa menyaksikan bagaimana proses tingkah-laku pedhet (anak sapi), cara membuat pakan dan sekaligus cara memelihara sapi yang baik.

Tempat wisata yang sarat nilai pendidikan ini didirikan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Setia Jaya, Sitiadi, Puring. Mulai berdiri tahun 2016 BUMDes memproklamirkan tempat wisata ini bekerjasama dengan Kelompok Tani Ternak Rukun Maju Makmur sebagai para pemilik dan pengelola sapi.

Direktur BUMDes Adi Nugraha kepada sejumlah wartawan mengungkapkan, di lahan itu ada puluhan ekor sapi dari yang masih pedhet hingga sapi dewasa. “ Wisatawan bisa melihat langsung pedhet jantan yang kalau dijual harganya mencapai Rp. 15 juta. Ini adalah jenis sapi peranakan Ongole,” kata Adi. Harga iotu jauh lebih baik dibanding sapi lokal. Lalu wisatawan seperti apakah yang tertarik datang ke tempat ini?

Baca Juga  4 Prinsip Pembangunan Pariwisata Desa Berkelanjutan

Jangan salah, ada banyak rombongan yang sudah mampir ke sini. Terutama rombongan anak sekolah yang sedang belajar mengenal berbagai jenis hewan dan lingkungan kehidupan di sekitar tempat tinggal mereka. Anak-anak TK adalah rombongan yang paling sering mendatangi tempat ini. Perilaku pedhet yang juga tergolong berumur kanak-kanak menjadi atraksi lucu bagi anak-anak itu.

Rombongan lainnya adalah kelompok tani ternak yakni rombongan msyarakat yang memang konsentrasi pada usaha yang sama. Rombongan kedua ini tentu saja lebih banyak mempelajari mengenai tempat ini terutama mengenai bagaimana mengembangkan peternakan pembibitan sapi serta mengenali sistem pengelolaan pembibitan dan produk ikutannya.

Selain melakukan pengembangan pembibitan sapi, tempat ini juga memanfaatkan kotoran sapi menjadi produk berdaya guna tinggi yakni diolah menjadi bio gas dan bio urine. Biogas adalah memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan utama pembentukan gas yang bisa dimanfaatkian untuk mengganti gas di dapur rumah warga.

Dalam skala yang besar gas dari kotoran sapi bisa secara massal dialirkan ke rumah-rumah warga untuk menghidupi kompor gas mereka. Hal seperti ini bahkan sudah dikembangkan para peternak sapi di daerah Boyolali. Beberapa kampung di Boyolali bahkan sudah tidak menggunakan lagi gas kiloan untuk memasak di dapur mereka. Mereka menggantinya dengan biogas yang mereka ciptakan dari kotoran sapi. Selain gas,urine sapi diolah menjadi biourine yang memiliki banyak manfaat.  “ Kami ingin ke depan mengembangkan hingga ke wilayah pertanian agar tempat ini menjadi tempat belajar bagi banyak warga desa peternak dan petani,” ujar Adi Nugroho. Jadi, apa salahnya membawa rombongan warga kesana untuk belajar beternak?(aryadji/berdesa)

Baca Juga  Jazz Mben Senen: Tempat Asyik Menikmati Musik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here