Dukungan Bank BJB Untuk Program One Village One Company

0
405
Dukungan Bank BJB Untuk Program One Village One Company

Sebagai wujud penyelarasan program yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten, Kota, hingga Provinsi di Jawa Barat, PT. Bank Pembangunan Jawa Barat atau Bank BJB memberikan dukungan program-program yang termasuk kedalam program 100 hari Jawa Barat, salah satunya adalah program One Village One Company atau OVOC.

Program OVOC ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat desa yang mampu mengelola dan mengembangkan potensi yang dimiliki desanya, sehingga masyarakat di sekitarnya dapat diberdayakan dan mencipatakan desa yang maju dan mandiri secara ekonomi.

Salah satu dukungan yang diberikan oleh Bank BJB, meliputi pembukaan akses keuangan dan perbankan di desa-desa di Jawa Barat melalui program bernama “BJB Bisa Laku Pandai”, adapun program lainnya yang sudah dijalankan Bank BJB yang juga diselaraskan dengan program-program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, adalah Program PESAT Bank BJB bagi desa, program ini merupakan sebagai upaya Bank BJB untuk hadir di daerah pedesaan dengan berbagai produk yang dapat diakses oleh warga desa tersebut.

Terkait program OVOC sendiri, Bank BJB siap melakukan percepatan akses keuangan seperti produk tabungan ataupun kredit di desa-desa tersebut. Sebagai salah wujud nyata dukungan Bank Bank BJB adalah dengan melakukan penandatangan PKS DPLK BJB dengan pihak dari Dinas Desa Kabupaten Garut, penandatanganan PKS DPLK BJB ini sendiri juga disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Baca Juga  Mengenal Lebih Dekat Desa Sembungan Dieng

Sebagaimana diketahui, Bank BJB merupakan salah satu Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Provinsi Jawa Barat, dimana tim ini memiliki komitmen untuk meningkatkan potensi ekonomi yang di miliki desa-desa di daerah Jawa Barat.

Program One Village One Company diluncurkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada hari Kamis, 20 Desember 2018 lalu di Desa Sukalaksana Kabupaten Garut. Program ini merupakan salah satu terobosan di wilayah Jawa Barat yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara kota dan desa yang selama ini terlihat mencolok.

Program ini kedepanya akan membuat pola pemasaran yang baru dimana Pemerintah Provinsi Jabar akan membantu mencari pasar, lalu setelah pasar ditemukan, maka pihak Pemprov Jabar akan mencari desa yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

Ridwan Kamil sendiri juga berharap pihak dari perguruan tinggi ikut serta dalam program OVOC ini dengan memberikan dukungan peningkatan sumber daya manusia dan penggunaan teknologi. Program OVOC ini sendiri juga diharapkan dapat menarik minat para kaum milenial untuk turut serta membangun daerah pedesaan melalui program ini.

Baca Juga  Runutan Penyusunan Rancangan APBDesa 2018

Rencananya program OVOC akan menargetkan pembangunan tiga ribu perusahaan di masing-masing desa di Jawa Barat dengan berbagai macam inovasi dan keunikan yang dimilikinya nanti. Dengan pembangunan tiga ribu perusahaan tersebut maka dibutuhkan tiga ribu pemimpin perusahaan, oleh karena itu Ridwan Kamil menantang para generasi milenial untuk mengisi jabatan tersebut, nantinya bagi yang mengisi posisi pimpinan perusahaan di program OVOC ini, harus bersedia tinggal di desa selama beberapa tahun dan membangun kehidupan desa tersebut agar tujuan dari program OVOC ini bisa tercapai.

Para pemimpin perusahaan itu nantinya tidak perlu memikirkan masalah biaya atau modal untuk pembangunan di desanya, semua dana sudah disiapkan oleh pemerintah daerah, sehingga para pemimpin ini nantinya hanya perlu untuk merancang strategi dan berpikir kreatif agar desa yang dipimpinnya bisa maju, tidak hanya melulu maju sebagai desa wisata tapi juga memiliki sumber penghidupan yang tidak kalah dengan di kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here