Dugaan Penyelewengan Dana Desa Oleh 32 Oknum Kepala Desa

0
1848

Pihak Kepolisian Resor Gowa kini tengah meyelidiki dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh sekitar 32 kepala desa atas dana desa yang diterima masing-masing kepala desa. Temuan ini berdasarkan hasil pendalaman tim intelijen yang disebar di ke 32 desa di Kabupaten Gowa, tim intelijen melakukan penyelidikan dengan berfokus kepada pengecekan dokumen yang berisi penyerapan anggaran dibandingkan dengan realitas dilapangan atau kondisi fisiknya.

Ternyata faktanya ada beberapa kejanggalan karena dari laporan penyerapan dana desa tidak sesuai dengan kondisi fisik pembanngunan, bahkan ada yang tidak dikerjakan sama sekali sedangkan dalam laporan penyerapan dicantumkan.

Terkait penyelidikan yang sedang berlangsung, pihak Kepolisian Resor sudah memberikan peringatan kepada para kepala desa tersebut agar dapat kooperatif dan tidak memberikan hambatan terhadap pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan kasus ini, karena muncul alasan dari pihak kepala desa bahwa dokumen penyerapan memerlukan ijin dari pihak pimpinan di Pemerintah Kabupaten Gowa, alasan tersebut diduga pihak polisi sebagai upaya untuk menghambat proses penyelidikan ataupun menyembunyikan barang bukti.

Baca Juga  Pentingnya Pelatihan Pengurus BUMDes

Pihak Kepolisiaan sudah mengingatkan bahwa dokumen yang berkaitan dengan penggunaan anggaran dana desa merupakan dokumen yang bersifat informasi publik sehingga dapat diperiksan dan dikonsumsi oleh publik.

Pihak Polres Gowa sendiri berjanji akan bertindak tegas terhadap oknum kepala desa yang terbukti menyelewengkan dana desa yang mereka terima, sebagai contoh seperti oknum kepala desa Tinggimae, inisial FH, oknum kepala desa tersebut menyelewengkan dana desa tahun anggaran 2016-2017 sebesar 700 juta yang seharusnya dipergunakan untuk pembangunan desa yang terletak di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa tersebut, tetapi malah diselewengkan untuk keperluan pribadi semata.

Pihak Kepolisian Resor Gowa sendiri tidak melakukan penyelidikan dengan sendirian, namun pihaknya berkoordinasi dan menggandeng unsur kepala desa hingga masyarakat untuk mengecek dokumen penyerapan anggaran dan realisasi pembangunan fisik yang sebenarnya secara bersama-sama. Pihak Kepolisian Resor Gowa memperingatkan para kepala desa untuk tidak takut menyerahkan dokumen penyerapan anggaran jikalau memang tidak merasa melakukan penyimpangan.

Kasus penyimpangan anggaran merupakan kasus yang ramai terjadi dan diberikan selama bergulirnya program dana desa ini. Sebagaimana yang diketahui, sejak tahun 2015 pemerintah pusat menyelenggarakan program dana desa, yang bertujuan untuk mendorong pembangunan desa-desa diseluruh tanah air. Sudah ada triliun rupiah yang dikucurkan pemerintah untuk program dana desa ini, setiap tahun pun alokasi dananya selalu ditambah sebagai upaya dari pemerintah untuk mempercepat proses perkembangan dan pertumbuhan desa yang maju secara ekonomi.

Baca Juga  Pertukaran Kepala Desa Indonesia-Malaysia Sedang Dijajaki

Dampak dari program dana desa sendiri sudah banyak dirasakan oleh banyak desa di seluruh Indonesia, salah satunya dengan mulai banyaknya bermunculan desa-desa wisata, dengan memanfaatkan dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki tersebut ditambah dengan semangat dan kreatifitas dari aparat desa dan warga setempat untuk mengubah desa tersebut menjadi desa wisata yang akan memberikan potensi pemasukan dari pengunjung yang datang ke desa tersebut.

Namun disayangkan disamping dampak positif dari program dana desa tersebut memiliki efek sampingnya sendiri, salah satunya adalah tingkat pennyimpangan yang nilainya juga tidak sedikit, hal ini dikarenakan masih banyaknya celah-celah dalam proses pendistribusian dan pengelolaan dana desa, sehingga dimanfaatkan oleh oknum-oknum kepala desa untuk mengeruk keuntungan pribadi atau kelompoknya dari program dana desa tersebut. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk meningkatkaan proses pengawasan ataupun pemberian sanksi.

Sumber :
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1128745-32-kades-di-gowa-terindikasi-menyelewengkan-dana-desa
http://makassar.tribunnews.com/2019/03/10/polisi-selidiki-laporan-penyalahgunaan-dana-di-32-desa-di-kabupaten-gowa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here