Dua Desa di Probolinggo Bakal Jadi Percontohan Nasional Dana Desa

Dua Desa di Probolinggo Bakal Jadi Percontohan Nasional Dana Desa

Berdesa.com – Dua desa dari Kabupaten Probolinggo menciptakan prestasi luar biasa. Namanya Desa Ngadas dan Jetak, keduanya di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur. Dua desa ini ditetapkan sebagai desa percontohan bagi 74.910 desa lainnya di Indonesia dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan dana desa.

Kabar mengenai kehebatan dua desa itu diberikan Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi usai Press Gathering Kemendes PDTT di Malang, Jawa Timur (27/11). Dua desa itu, ujar Sanusi, berhasil dengan gemilang mempertahankan nilai gotong-royong sebagai semangat menyelesaikan persoalan desanya. ” Kami sudah mendengar paparan mereka. Mereka itu memiliki inisiatif untuk menyelesaikan problematika yang dihadapi desanya dengan cara gotong-royong. Misalnya, Desa ngadas menyelesaikan masalah pemenuhan air dengan bergotong-royong mencari sumber air,” kata Sanusi.

Tak hanya bahu-membahu menemukan sumber air untuk seluruh warganya, warga Ngadas juga melakukan pipanisasi sepanjang 15 kilometer secara gotong-royong pula. Pola gotong-royong ini dilakukan warga Ngadas dengan menggunakan dana desa sebagai insentif. Hasilnya, bukan hanya masalah sosial desa yang terjawab tetapi ikatan sosial warga desa juga semakin kuat. Pepatah ‘ Kebersamaan membuat masalah terjawab lebih mudah’ benar-benar terjadi di desa ini.

Desa Jetak tak kalah unik. Bersama-sama warga bergotong-royong membangun infrastruktur yang dibutuhkan desanya. Meski memiliki dana desa yang bisa mereka gunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur tetapi warga desa ini tak lantas mengambil jalan pintas seperti itu. Mereka tetap mengedepankan gotong-royong sebagai cara menjawab kebutuhan desa.

Dua desa ini membuktikan dana desa bukan segala-galanya. Semangat warga dua desa ini memperlihatkan bagaimana gotong-royong tetap sebagai pijakan warga desa membangun dan bukan hanya mengandalkan dana desa semata. Keunikan inilah yang akan dikembangkan Kementerian Desa dan ditularkan ke desa-desa lain di Indonesia.

Dua desa ini juga menunjukkan beberapa program pemerintah mengenai dana desa yakni membuka peluang kerja sebesar-besarnya bagi warga desa berbasis spirit kebersamaan sekaligus menjalankan pola swakelola dengan mengutamakan kemampuan desa sendiri menjawab persoalan desanya. Ini adalah dua prototipe yang sedang dikembangkan Kemendesa sebagai pola pengelolaan dana desa 2018 nanti berupa proyek padat karya dan swakelola pembangunan desa. Bagaimana dengan desa Anda? (aryadji/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*