Dlingo dan Deretan Desa Wisata yang Terus Mempersolek Diri

Dlingo dan Deretan Desa Wisata yang Terus Mempersolek Diri

BERDESA.COM – Bak mutiara yang baru ditemukan. Deretan desa di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, kini menjelma menjadi deretan desa wisata dengan pesona mencegat mata. Bertengger di atas wilayah perbukitan membuat eksotisme alam desa-desa di wilayah ini dengan sekejab memancarkan keelokannya. Dlingo menyajikan sisi Yogyakarta yang berbeda.

Jalur paling menarik bisa ditempuh melalui pertigaan Patuk pada jalur Gunungkidul ke arah selatan. Sekitar satu kilometer dari pertigaan itu jalur menanjak menyusuri puncak perbukitan bakal menyodorkan pemandangan kota Yogyakarta dari atas, singgahlah ke sini, namanya Watu Amben. Warung-warung kopi, makanan dan para penjaga warung yang ramah akan menyambut Anda. Dari sini Anda bakal seperti menatap kota Yogyakarta dari angkasa. Teristimewa jika malam tiba, Yogyakarta menjelma menjadi ‘city of light’.

Ke arah selatan Anda bakal memiliki beberapa pilihan. Hutan pinus di Desa Mangunan dan Muntuk adalah lokasi menyejukkan hati. Pondok-pondok di bawah dahan-dahan pohon tinggi dan sejuk, suara belalang khas hutan dan segarnya udara di tempat ini bakal memberi Anda suasana menenangkan hati, cocok bagi Anda yang penat dengan kebisingan kota. Ini adalah obyek wisata yang Lebaran tempo hari sampai kewalahan menampung membludaknya pengunjung.

Area wisata alam ini kondang sebagai tempat selfi yang cantik. Pohon-ohon pinus dan reruntuhan daun pinus menjelma menjadi karpet warna kecokelatan, sebuah pemandangan yang teduh lagi indah, sungguh tidak mungkin dilewatkan dari jepretan. Begitu rimbunnya hutan ini sehingga sinar matahari tidak sanggup menembus dedaunan yang mengatapi.
Meluncurlah ke arah selatan lagi, Kebun Buah di Desa Mangunan. Bukan hanya tanaman buah yang menarik tetapi pemandangan Sungai Oya dan hamparan perbukitan di arah selatan kebun ini bakal membuat Anda seperti berdiri di atas puncak gunung tanpa perlu mendaki. Jika Anda datang pagi hari, kabut bakal memeluk bukit-bukit itu, menciptakan lautan kabut putih bersih, bakal sulit dilupakan. Anda juga bisa mencicipi beberapa jenis buah-buahan di kebun ini.

Mampirlah ke Desa Dlingo, di sini ada air terjun Lepo, air terjun dengan air yang jernih. Setidaknya ada dua air terjun di jalur sungai ini dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Desa ini sedang mempersiapkan obyek wisata baru yakni Sebo Ratu, sebuah hamparan tanah rata di puncak bukit di atas air terjun Lepo untuk Anda menikmati pemandangan sembari mencicipi makanan lokal. Jangan lupa menjajal dodol sawo di tempat ini, Desa Dlingo adalah penghasil Sawo.

Dari Desa Dlingo, bergeser sekitar 4 kilometer ke utara, datanglah ke Air terjun Banyunibo di Desa Jatimulyo. Ini juga air terjun tapi memiliki ketinggian yang lebih menjulang dan airnya jatuh dalam hamparan tebing yang panjang. Pemandangannya masih perawan. Desa Jatimulyo juga sedang memacu diri memoles desanya menjadi desa wisata. Kabarnya, tempat ini bakal dibidik sebagai salahsatu tempat syuting film berkelas internasional.

Itu baru pesona alam yang dimiliki desa-desa di Kecamatan Dlingo. Berbincanglah dengan warga di sepanjang desa-desa ini, keramahan mereka akan memberi Anda banyak cerita baru. Selain memiliki alam yang unik dan sedap dipandang warga di desa-desa wisata ini juga memiliki mata pencaharian yang unik. Warga di Desa Terong, Mangunan dan Muntuk adalah tempatnya para penganyam bambu menciptakan kerajinan tangan dari bambu aneka rupa.

Desa Jatimulyo, Temuwuh dan Dlingo adalah pusatnya tukang kayu. Anda bakal takjub bagaimana anak-anak yag masih sangat belia sudah mampu membuat daun pintu, meja, kursi dan beragam perkakas rumah tangga dengan mahirnya. Ini adalah desa yang puluhan tahun hidup dari keahlian bertukang kayu.

Masih ada beberapa obyek wisata yang saat ini sedang disiapkan untuk menyambut tetamu yang bakal diundang desa-desa yang elok ini. Ke depan, Kecamatan Dlingo adalah jalur wisata yang disiapkan mencegat wisawatan yang sedang menuju pesona pantai di Gunungkidul melalui jalur yang indah ini. Agar lebih menarik hati, Desa-desa wisata di Dlingo sudah mulai menelngkapi dirinya dengan wisata kuliner dan homestay. Yogyakarta memang sedang memoles dirinya menjadi tujuan wisata yang selalu dirindui. Pun Kecamatan Dlingo, terus mempersolek diri, menjadi desa-desa wisata yang siap dikunjungi.(aryadji/berdesa).

Foto : www.unycommuniity.com

Tips : Merintis Pendirian Desa Wisata

Baca juga : Potensi BUMDesa Kelola Wisata Alam
BUMDesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*