Desarasa, Minuman Sehat Alami Turut Ganjot Pariwisata

Desarasa, Minuman Sehat Alami Turut Ganjot Pariwisata

BERDESA.COM – Bagaimana cara meningkatkan jumlah kunjungan ke sebuah obyek wisata desa atau desa wisata? Inovasi, itulah caranya. Seperti yang dilakukan anak-anak muda Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, ini. Para pemuda mengeluarkan produk minuman rempah asli desa mereka sebagai ikon baru wisata melengkapi deretan obyek wisata alam hutan pinus yang sudah lebih dahulu nge-top.

Menggunakan nama Desarasa, ada beragam jenis minuman berbahan alami yang biasa tumbuh di pekarangan rumah warga desa seperti jahe, kapulaga, kencur, jeruk nipis, akar alang-alang dan sebagainya. Racikan aneka tetanaman itu menciptakan beragam rasa segar dan khas yang tak bakalan disamai produk pabrikan karena keunikannya.

Ada beragam jenis minuman yang diproduksi anak-anak muda ini seperti Wedang Mataram berbahan jahe, kapulaga, akar alang-alang dan jeruk nipis. Ada pula Jarnis yakni racikan dari jahe, serai dan jeruk nipis, Jancruk ramuan dari jahe, kencur dan jeruk, wedang Secang Wangi dari bahan utama kayu secang dan Wedang Salam berbahan utama daun salam.

Beragam citarasa ini dijual dalam bentuk original dengan cara dikeringkan secara alami dan higienis. Aneka minuman alami tradisional ini gampang sekali dinikmati karena hanya butuh dituang air panas saja sebagaimana membuat secangkir kopi. Lagipula pada setiap kemasan telah disertakan gula batu sehingga terciptalah minuman dengan rasa eksotis dan memiliki banyak khasiat bagi kesehatan peminumnya.

Tak hanya dalam bentuk original, Desarasa juga mengembangkan model celup dan rajangan dalam bentuk seperti teh. Dijamin aneka minuman rempah ini bakal memberikan sensasi baru bagi peminumnya. Pasalnya, citarasanya sangat alami karena tidak mengandung bahan pengawet apalagi kimia. Wedang rempah produk Desarasa juga tidak memiliki efek negatif bagi tubuh.

Kepada Berdesa.com Direktur Desarasa Ayu Sukma mengatakan, konsep Desarasa lahir sebagai ikon kuliner wisata si desa-desa Kecamatan Dlingo karena semua obyek wisata yang ada menjual pesona alam dan budaya lokak sebagai atraksinya. ” Desarasa melengkapi pesona sekaligus menunjukkan keunggulan produk desa dalam bidang kuliner,” jelasnya. Selain itu bahan yang digunakan oleh produk ini juga merupakan hasil bumi dari warga Munyuk dan sekitarnya sehingga membantu warga memperoleh tambahan pendapatan dengan memanfaatkan lahan tidur di sekitar rumah mereka.

Desarasa juga lahir sebagai upaya memeratakan peluang peningkatan pendaoatan bagi warga desa yang tidak memperoleh kesempatan dari obyek wisata secara langsung. “Tidak mungkin lan warga satu desa semuanya bekerja pada obyek wisata. Apalagi warga yang sudah sepuh dan rumahnya jauh dengan obyek wisata. Karenanya kami menciptakan Deaarasa sebagai solusi agar semua orang bisa mendapatkan peluang tambahan pendapatan dari pariwisata. Ya, melalu Desarasa ini,” jelas Ayu.

Mesk dijalankan para pemuda desa tetapi jangan produk-produk Desarasa sudah melalui proses riset yang panjang. “Produk kami diciptakan oleh tim khusus  dengan kapasitas mumpuni yakni lulusan perguruan tinggi ternama jurusan Teknologi Pangan. Keilmuan mereka dipadu dengan resep tradisional turun-temurun asli desa-desa di Kecamatan Dlingo sehngga lahirlah Desarasa,” jelasnya.

Hebatnya, produk unik ini tidak hanya dijual di kawasan wisata Dlingo saja melainkan juga dipasarkan melalui jaringan online dan media sosial sehingga siapapun bisa mendapatkan produk melalu online baik Facebook dan Instagram. Tertarik? Produk desaraya sudah tersedia di Usaha desa, mau coba minuman rempah khas ini cukup hubungi kami di email cs@usahadesa.com

Manajer Pemasaran Desarasa Adji Suyono mengatakan,sistem penjualan online dilakukan Desarasa sebagai terobosan bisnis UMKM membangun jaringan konsumen melalui online. “Kami ingin mengajak para pelaku UMKM di pedesaan menggunakan jalur online untuk menjual produk mereka. Maka kami harus melakukannya untuk memelopori,” ujarnya. Ingin mencicipi sensasi wedang tradisional dengan cara modern? (aryadjihs/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*