Desamart, Belanja Hemat di Toko Milik Warga Desa Dlingo

0
834

BERDESA.COM – Semua orang punya pergi ke toko atau minimarket untuk membeli beragam kebutuhan. Jadi, kenapa BUMDesa tidak mendirikan sendiri toko desa untuk menjawab kebutuhan warganya. Selain bisa mendapatkan harga murah, keuntungan dari toko ini juga bakal kembali pada warga dalam rupa-rupa manfaat. Itulah hebatnya program BUMDesa Giritama Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. 

Itulah konsep dasar Desamart, sebuah toko yang dikemas modern dan berdiri di sebelah Balai Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo Bantul, Yogyakarta. Tak hanya menjual kebutuhan sehari-hari warga, Desamart juga menjual beragam produk buatan warga desa untuk diajang bersama beragam item produk lain di sana.

Belum setahun berdiri minimarket ini langsung menyedot perhatian banyak kalangan. Desamart adalah terobosan unik dan sangat prospektif karena selama ini pasar minimarket modern dikuasai jaringan minimarket yang bertebaran di sekujur jalanan di semua kota Indonesia. Desamart dengan cerdas langsung menyodorkan pilihan belanja yang tak kalah modern dengan mereka dan hebatnya, toko itu milik BUMDesa Giritama Dlingo.

Baca Juga  Hebat, Nglanggeran Sabet Gelar Desa Wisata Terbaik se-Asia Tenggara

Bedanya Desamart dengan minimarket modern yang banyak bertebaran itu adalah Desamart menjual juga berbagai produk makanan buatan lokal, sehingga warga Dlingo kini memiliki pilihan yang menarik karena tidak hanya mengkonsumsi produk makanan pabrikan yang kualitas dan higienitasnya sulit diukur itu.

Sama dengan minimarket modern, pola manajemen yang diterapkan di Desamart juga sama, menggunakan mesin kasir berkomputer, dilayani petugas yang ramah dan berseragam dan setiap orang bisa memilih sendiri item produk yang diinginkannya. Harganya pun bersaing bahkan Desamart sesungguhnya di-disain menjadi usat kulakan bagi warung-warung kecil di desa ini.

Jadi, meski berupa toko tetapi Desamart sama sekali tidak mengancam eksistensi warung kecil milik warga. Soalnya, tak mungkin pula warga satu desa berbelanja hanya di satu tempat. Sebaliknya, justru kehdiran Desamart mampu menjembatani warung-warung kecil lainnya untuk tidak perlu belanja produk ke luar daerah. Sekedar informasi, Desa Dlingo adalah desa di ujung timur Kabupaten Bantul yang berjarak sekitar 30 kilometer dari kota Yogyakarta.

Baca Juga  Kenapa Laporan Keuangan BUMDes Begitu Penting?

Digagas Kepala Desa Bahrun Wardoyo, toko ini menyediakan lahan parkir yang luas dan suasana yang nyaman bagi siapapun berbelanja di dalamnya. Pelayanan toko ini pun memiliki kualitas yang standar minimarket modern yakni ramah dan cepat. Sontak Desamart langsung menjadi obyek kunjungan banyak desa lain yang BUMDesa-nya sedang mencari bentuk usaha yang cocok untuk dibuka. Kenapa minimarket?

Minimarket sejatinya cocok dibuka di semua tempat karena semua orang memiliki beragam kebutuhan yang tidak bisa dipenuhinya sendiri. Misalnya kebutuhan seperti pasta gigi, sabun dan sebagainya. Maka warga jelas butuh kehadiran toko atau penyedia barang yang mampu menawarkan berbagai keunggulan, utamanya harga. Bisnis retail sendiri saking prospektifnya, menjadi salashsatu bisnis yang paling sibidik para pemilik modal. Jadi, kenapa tidak dimanfaatkan sendiri peluang itu?

Desamart sendiri berkembang bukan hanya sebagai toko yang mampu menyediakan beragam barang, melainkan juga media edukasi bagi warga untuk memilih belanja di toko milik mereka sendiri daripada menyerahkan laba ke jaringan minimarket modern yang dimiliki pemilik modal besar itu. Ini adalah sebuah cara agar masyarakat tidak terjebak pola konsumeris atau konsumtif. Tertarik membangunnya? (aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here