Desa Wisata Trimulyo

Desa Wisata Trimulyo

Desa Wisata Trimulyo terletak di Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta atau di Jalan Imogiri Timur km 11 Yogyakarta. Dari terminal Giwangan dapat menggunakan bus umum jalur Jalan Imogiriri timur yang menuju arah makam Imogiri. Turun di depan Kelurahan Trimulyo lalu jalan kaki sekitar 200 m dan kita sudah dapat menikmati Desa Wisata Trimulyo Bantul.

Desa Wisata Trimulyo didirikan pada tanggal 29 April 2008 oleh Lurah Desa Trimulyo Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul. Pada awal berdirinya Desa Wisata Trimulyo melakukan penataan, pengemasan dan mengembangkan obyek wisata di beberapa pedukuhan, yaitu pedukuhan Blawong I (Karangwuni), Blawong II, Bembem, Kembangsongo, Sindet dan Puton. Disana pengunjung dapat melakukan banyak aktifitas rekreasi.

Pendirian Desa Wisata Trimulyo merupakan sebuah perwujudan komitmen Lurah Desa beserta seluruh jajarannya, BPD, LPMD dan para tokoh masyarakat untuk melakukan penataan lingkungan, mengelola sumber daya alam, meciptakan peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berawal dari komitmen itu, Pemerintah Desa menetapkan Desa Trimulyo menjadi desa wisata karena sektor pariwisata memiliki peran yang strategis dalam pembangunan nasional dan daerah. Tidak hanya dalam konteks perannya sebagai salah satu sumber pendapatan/devisa Negara, tapi terutama peran sektor pariwisata dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, menciptakan citra posisitif daerah serta mendukung kelestarian lingkungan hidup.

Desa Wisata Trimulyo sendiri dibagi menjadi 6 (enam) zona wilayah wisata yang menempati lahan seluas 16,3 ha. Setiap zona tersebut meemiliki keunikan poteni wisatanya sendiri.

Zona pertama adalah dusun Blawong I seluas 3,9 ha, memiliki wisata potensi bukit Permuni dengan guanya yang berair jernih dan sejuk dalam gua batu, mitos watu amben, jaran sebrani, watu payung, watu panah, petilasan mani tetes, bumi perkemahan dan outbond. Dalam site plan yang telah disusun, pada zona ini akan dibangun flying fox.

Zona kedua yakni dusun Blawong II seluas 9 ha dengan potensi kerajinan songket, kudung, payet, perak dan bordir. Pada zona ini akan dibangun juga kolam renang anak-anak, water boom dan arena gokart.

Zona ketiga dusun Bembem dengan potensi wisata dermaga susur kali Opak, jembatan gantung bambu runcing, art shop yang menyajikan aneka handicraft, kuliner dan permainan anak.

Zona keempat dusun sindet dengan potensi wisata aneka kerajinan kaca dan payet. Di zona ini, akan dibangun kebun buah.

Zona kelima adalah dusun Kembangsongo dengan potensi wisata batik sekar nitik, topeng kayu dan pasar tradisional dan;

Zona keenam adalah dusun Puton dengan potensi wisata situs watu ngelak, pemancingan, kuliner dan kesenian gejog lesung, akan tetapi seiring dengan perkembangan waktu pada tahun 2009 dikembangkan lagi obyek wisata di pedukuhan Puton.

Potensi Industri Kreatif Desa Wisata

Kulit jagung yang biasanya hanya berakhir sebagai sampah, dapat disulap menjadi kerajinan tangan yang cantik oleh sebagian penduduk Desa Wisata Trimulyo. Kulit-kulit jagung ini diproses sedemikian rupa, diberi warna dan kemudian dirangkai satu persatu sehingga menyerupai bunga.

Bunga-bunga dari kulit jagung ini juga bisa dibentuk lagi menjadi sebuah buket yang tak kalah indahnya dengan bunga asli dan justru memiliki sisi uniknya sendiri. Bisa digunakan untuk menghias sudut-sudut rumah, dibuat menjadi souvenir pernikahan dan lain-lain.

Hasil produksi ini juga dipasarkan di Malioboro. Tapi tentu saja harga yang ditawarkan di lokasi produksi lebih rendah dari pada harga di pasaran. Sebagai bonus, wisatawan juga bisa mencoba untuk merangkai bunga kulit jagung sendiri.

Selain itu terdapat pula beberapa kerajinan tangan lain yang terbut dari limbah botol plastik, perak, vinyl, batik, payet, souvenir, topeng batik, bordir, patung batu dan pengolahan makanan.

Baca juga : Desa Wisata Tanjung Karang yang Selalu Dirindukan

BUMDesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*