Desa Penglipuran, Desa Wisata Di Bangli Dengan Segudang Keunikan

0
487
Desa Penglipuran, Desa Wisata Di Bangli Dengan Segudang Keunikan

Kabupaten Bangli adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bali yang menggiatkan banyak desa wisata. Hal ini dikarenakan Pulau Bali kerap dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah baik dalam maupun luar negeri. Di kabupaten ini terdapat 29 desa wisata, dan salah satu desa wisata di Bangli yang terkenal adalah Desa Penglipuran.

Desa Penglipuran merupakan sebuah desa di ketinggian 600 hingga 700 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Kubu, Kabupaten Bangli. Udara di desa ini tentunya sangat sejuk dan masih kental dengan nuansa Bali sehingga menimbulkan keunikan tersendiri. Untuk itu, berikut adalah keunikan dari desa penglipuran, desa wisata di Bangli.

  1. Budaya Pengelompokan Tata Ruang Desa

Sebagai warga desa tentunya budaya gotong royong dan persatuan masih dijunjung tinggi, begitu juga dengan di Desa Penglipuran. Kebudayaan tersebut tentunya membuat desa ini ditetapkan oleh pemerintah daerah tahun 1995 sebagai desa wisata. Di samping itu, budaya gotong royong ini membuat tata ruang desa menjadi lebih teratur dan lebih rapi.

Di bagian utara desa ini letaknya berada lebih tinggi dari rumah para penduduk desa karena di situ terdapat Pura Penataran. Bagian tengah desa menjadi tempat di mana para penduduk Desa Penglipuran tinggal. Kemudian bagian desa yang terakhir adalah sebuah tempat yang disebut setra atau yang juga bisa disebut dengan kuburan.

  1. Konsep Bangunan Rumah Penduduk
Baca Juga  Keindahan Alam Bak Bait Puisi Tebing Geureutee

Bentuk bangunan rumah dari para penduduk terlihat begitu menyatu dengan alam karena rumah penduduk memiliki bentuk yang hampir sama semua. Tiap-tiap bagian rumah di desa ini memiliki kesamaan bentuk termasuk juga dengan tata ruang rumahnya juga sama. Ada hal yang unik dari bagian rumah yang tidak ada di tempat lain.

Bagian tersebut adalah pintu gerbang di setiap rumah yang hanya muat untuk satu orang dewasa. Masyarakat sekitar menyebut pintu gerbang ini dengan nama angkul-angkul. Selain itu, cat tembok di rumah ini menggunakan cat dari bahan dasar tanah liat dan pagar tembok berhiasan ukiran Bali menjadi tembok rumah di desa ini.

  1. Kebersihan Dan Kerapian

Menjaga kebersihan dan kerapian adalah satu hal yang wajib dilakukan oleh setiap manusia. Apabila suatu tempat bersih dan rapi, maka orang akan nyaman berkunjung ke tempat tersebut karena bersih dan rapi. Desa wisata di Bangli satu ini tentunya sangat bersih dan rapi dan ini juga menjadi kesan pertama ketika berkunjung.

Baca Juga  Menjalin Jaring Kemitraan Untuk Melestarikan Lingkungan dan Mengembangkan Potensi Desa

Hal ini dibuktikan dengan dua poin di atas, yaitu tata letak rumah beserta konsep bangunan rumah penduduk yang seragam. Di samping itu, desa ini berada di ketinggian 600 hingga 700 mdpl menjadikan desa ini menjadi destinasi liburan yang tepat. Wisatawan dari luar Bali bisa melepas penat di desa penglipuran ini.

  1. Loloh Cemcem

Loloh cemcem merupakan minuman khas desa wisata di Bangli yaitu Desa Penglipuran. Minuman ini dikemas dalam botol air mineral 650 ml dengan harga Rp 5.000 setiap botol. Keunikan dari minuman ini adalah minuman ini tidak beralkohol dan memiliki rasa yang bercampur-campur. Loloh cemcem ini mampu menyegarkan tenggorokan di saat dingin.

Tidak hanya mampu menyegarkan tenggorokan saja, minuman ini juga mampu mengobati berbagai macam penyakit. Minuman ini bisa menurunkan tekanan darah dan sangat bagus dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain itu, minuman ini juga berkhasiat untuk melancarkan pencernaan sehingga minuman ini sangat cocok dikonsumsi siapa saja.

  1. Budaya Masyarakat

Masyarakat desa umumnya sangat menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat setempat sehingga di desa ini masih terdapat budaya yang diterapkan. Salah satunya adalah budaya menghormati alam yang mana hutan bambu di desa ini tidak boleh dipotong tanpa seizin tokoh desa. Ada juga budaya mengenai hukuman bagi para pencuri.

Baca Juga  Eksotisme Hutan Pinus Mangunan, Favorit Selfi dan Pre Wedding

Para pencuri akan diberi hukuman memberi sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu berbeda di empat pura leluhur. Budaya di desa ini juga melarang pria untuk berpoligami dengan alasan menghormati wanita. Apabila seorang pria ketahuan berpoligami, maka pria ini akan dikucilkan dari desa.

Desa wisata di Bangli terdapat sekitar 29, salah satunya adalah Desa Penglipuran yang mana memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya tentu membuat desa ini menjadi desa wisata yang ditetapkan oleh pemerintah setempat tahun 1995.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here