Desa Pemuteran, dari Miskin Hingga Juara Indonesia Sustainable Tourism Award 2017

Desa Pemuteran, dari Miskin Hingga Juara Indonesia Sustainable Tourism Award 2017

Berdesa.com – Tahun 1980-an dulu, Desa Pemuteran, Buleleng Bali adalah desa nelayan yang jauh dari sejahtera. Situasi bertambah buruk karena sebagian besar warganya menangkap ikan dengan cara yang merusak terumbu karang. Lalu mulai 1990 situasi berubah.

Mulai 1990, seorang tokoh masyarakat Agung Prana mengajak warga desanya untuk merubah pola kerja para nelayan. Dia mengajak nelayan memenuhi kebutuhan hidup tetapi dengan tetap peduli pada lingkungan. Warga lalu membentuk Tim Pecalang Laut, sebuah tim berisi warga desanya sendiri yang bertugas melakukan pengawasan pada nelayan dan laut agar tidak lagi terjadi kerusakan alam terumbu karang.

Kenapa terumbu karang menjadi begitu penting dijaga di desa ini? Karena Pemuteran adalah salahsatu desa di Indonesia yang memiliki kekayaan berupa pemandangan terumbu karang terindah di dunia. Laut adalah tempat warga mencari ikan sekaligus magnit wisata yang menyedot banyak pelancong menyelam di sana. Proses perubahan budaya di Pemuteran tak hanya memincut pelancong wisata, Pemuteran juga sering dijadikan tempat penelitian dari berbagai universitas di dunia berkat kemampuan warganya menciptakan kesadaran bersama menjaga lingkungan.

Dari sisi ekonomi, kesadaran pentingnya menjaga lingkungan di desa ini membuahkan hasil gemilang. Dalam beberapa tahun terjadi perubahan signifikan. Terumbu karang menjadi terjaga dan biota laut berkembang baik di lautan desa. Kehidupan nelatan juga membaik, seiring terumbu karang yang terselamatkan dari kerusakan. Pariwisata desa berpenghuni 2000 warga ini juga berkembang pesat. Soalnya, desa ini bukan hanya memiliki kekayaan laut yang elok tetapi juga mempunyai pemandangan alam yang memesona.

Peningkatan kesadaran menjaga lingkungan membuat desa ini memiliki budaya yang menarik. Ditambah lagi lansekap alam pegunungan yang memesona membuat pariwisata berkembang cepat.” Ada gunung dan lautnya, yang kita lestarikan dengan terumbu karang dan salah satu marine park terbaik di dunia,” jelas Agung Prana kepada Okezone, beberapa waktu lalu. Prestasi itulah yang membuat Pemuteran menyabet Juara I Sustainable Tourism Award 2017, mengalahkan puluhan desa lain se-Indonesia.

Kini seluruh warga Pemuteran sudah sadar pentingnya menjaga lingkungan alam tetap lestari. Warga sepakat untuk selalu membersihkan laut dari sampah dan setuju untuk tidak menebang pohon di lingkungan desanya. Kini, kesejahteraan warga meningkat tajam dan kisah kemiskinan sudah tidak terdengar lagi dari bumi Pemuteran.(aryadji/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*