Demokratisasi Desa & Peran Pendamping

0
882
Demokratisasi Desa & Peran Pendamping
Demokratisasi Desa & Peran Pendamping

BERDESA.COM – Demokrasi nasional akan kuat dan kokoh apabila ditopang oleh demokrasi di tingkat akar rumput. Namun sayangnya, selama ini upaya demokratisasi hanya terjadi di tingkat nasional. Sementara, di tingkat akar rumput, upaya demokratisasi masih jauh panggang dari api.

Setidaknya terdapat dua hal yang melatarbelakangi pentingnya demokratisasi desa. Pertama, dalam arena desa, demokrasi merupakan upaya pendefinisian ulang hubungan antara masyarakat desa dengan elit atau penyelenggara Pemerintahan Desa (Kepala Desa, perangkat dan Badan Permusyawaratan Desa). Melalui demokrasi, di desa pun berlaku definisi umum kekuasaan, yakni kekuasaan berasal dan berada di tangan rakyat.

Kedua terkait dengan kemajuan yang ditandai oleh Undang-Undang No 06 Tahun 2014 tentang Desa dalam memandang kedudukan desa. Salah satu bagian terpenting dalam UU Desa adalah pengakuan negara terhadap hak asal-usul desa (disebut asas rekognisi) dan penetapan kewenangan berskala lokal dan pengambilan keputusan secara lokal untuk kepentingan masyarakat desa (disebut asas subsidiaritas). Dengan dua asas tersebut, desa memiliki kewenangan yang sangat besar untuk mengurus dirinya sendiri.

Baca Juga  Uraian Tugas Pendamping Desa

Demokratisasi desa merupakan tanggung jawab seluruh unsur desa, baik masyarakat Desa, BPD, Pemerintah Desa, Lembaga Kegiatan Masyarakat, ataupun Lembaga Adat. Selain itu, secara khusus pendamping juga bertanggung jawab dalam mengawal proses demokratisasi. Pengawalan tersebut dapat diartikan sebagai salah satu aspek mutlak dari pemberdayan masyarakat desa. Untuk itu, pendamping desa harus memahami karakter masing-masing desa. Misalnya, hubungan-hubungan sosial yang ada di desa, hubungan masyarakat desa dengan ruang dan lain sebagainya.(bd04)

Baca juga : Beginilah Cara UKM Menjual Kotak Perhiasan

Pendamping Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here