Dari 60 Juta, Baru 3,97 Juta UMKM Bermain Online

0
683

BERDESA.COM – Hingga saat ini, jumlah UMKM di Indonesia yang menggunakan fasilitas online alias internet untuk menjual produknya, baru  3,97 juta UMKM. Padahal jumlah total UMKM di Indonesia sebesar 60 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Beragam kendala menjadi penghalang UMKM memasuki dunia online.

Data ini menunjukkan masih kecilnya prosentase UMKM yang sudah menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas penjualan produknya. Padahal, fakta tela membuktikan penjualan produk melalui online yang dilakukan UMKM berhasil meningkatkan pendapatan karena penjualan, membangun branding produk dengan cepat dan terutama memotong biaya pemasaran besar-besaran.

Di sisi lain, tak mudah pula bagi UMKM untuk bisa berjualan secara online melalui berbagai lapak yang saat ini sudah marak di tanah air. Beragam kendala masih menjadi hambatan bagi sebagian besar UMKM. Beberapa kendala itu misalnya sebagian besar pelaku UMKM belum melek internet terutama pelaku UMKM yang selama ini berbasis di wilayah pedesaan dan mengutamakan pasar lokal dalam menjual produknya. Sebagian besar kelompok ini bahkan belum mengganggap jualan online seagai kebutuhan karena mereka memang hanya menjangkau pasar yang sangat lokal.

Baca Juga  Jualan Sayur Online, Kenapa Tidak?

Kedua, karena sebagian jenis produk UMKM memang bukan jenis produk yang bisa di online-kan. Misalnya, UMKM yang memproduksi jenis makanan-makanan yang tidak dibuat untuk bertahan hingga beberapa hari. Soalnya, sistem penjualan online berikut pengiriman (shipping) dan sebagainya, bakal membutuhkan beberapa hari waktu hingga produk atau barang pesanan sampai di tangan konsumen sehingga berbagai jenis produk olahan makanan musti memenuhi berbagai syarat untuk bisa masuk ke pasar ini.

Ketiga, sebagian UMKM masih mengalami kendala dalam hal volume produksi. Bagi UMKM di pedesaan yang omsetnya kecil, bakal tak mudah ketika menerima pesanan dalam jumlah besar. Kendala modal adalah salahsatu masalahnya. Selain itu, sebagian besar mereka menjalankan usahanya dengan sistem manajemen tradisional atau konvensional sehingga mereka harus mendapatkan peningkatan kemampua manajemen lebih dahulu. Volume produksi juga menjadi masalah pelik ketika UMKM berhadapan dengan skala industri yang membutuhkan suplai besar. Keterbatasan modal tenaga kerja dan bahan baku membuat mereka tak sanggup bersaing dengan perusahaan-perusahaan modern yang jauh lebih siap bermain pada skala industri.

Baca Juga  Meningkatkan Daya Jual Produk UKM dari Kemasan

Kendala terakhir yang banyak dialami UMKM di luar Jawa adalah sulitnya akses internet dari daerah mereka. Di berbagai daerah ini, warga kesulitan mendapatkan sinyal untuk mendapatkan akses internet sehingga mereka tak bisa mengikuti perkembangan bisnis online yang semakin marak saat ini. Untuk  hal ini pemerintah harus merumuskan langkah strategis agar warga di daerah-daerah seperti ini bisa mendapatkan akses internet.

Berbagai kendala ini mengakibatkan jual beli online saat ini masih dikuasai berbagai produk asing. Bukan hanya dalam skala industri saja melainkan juga hingga ke beragai produk konsumsi dan eceran. Produk dari luar negeri itu mampu berlaga di pasar online karena memiliki dukungan yang sangat baik dari negeri mereka terutama dukungan shipping alias pengiriman ke luar negeri. UMKM harus segera bergerak merebut pasar ini. (adji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here