Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air

Esai FX Rudy Gunawan

Wawasan kebangsaan di kalangan sebagian generasi muda Indonesia saat ini, barangkali menjadi sesuatu yang sekadar harus dipelajari di ruang kelas atau ruang kuliah belaka. Sebagian lagi mungkin cukup serius memahami apa itu wawasan kebangsaan. Secara sederhana, wawasan kebangsaan bisa ditentukan dari kadar rasa cinta tanah air seseorang. Semakin besar rasa cinta tanah air seseorang, semakin kuat potensi wawasan kebangsaan tumbuh dan berkembang dalam dirinya.

Semogalah seluruh pemuda Indonesia, seluruh generasi muda Indonesia adalah generasi yang tetap memiliki rasa cinta tanah air karena merekalah pengganti para orang tua yang kini menjalankan roda kehidupan negeri dengan segala suka-duka, keringat dan darah, kegagalan dan keberhasilan yang silih berganti dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Dalam sebuah diskusi tentang generasi muda dan wawasan kebangsaan di kampus Universitas Maranatha, Bandung, Jawa Barat, budayawan Franz Magnis Suseno mengatakan bahwa disintegrasi tidak akan terjadi di Indonesia sebab bangsa Indonesia terbentuk melalui rangkaian pengalaman sejarah yang panjang.

Tantangan memang tetap berat, terutama dalam memerangi sikap kurangnya toleransi (intoleransi), kepicikan pikiran, kemiskinan, dan korupsi. Sementara Masdar F Mas’udi, melihat dari sisi lain, mengatakan bahwa agama harus ditempatkan sebagai moralitas dalam wawasan kebangsaan. Artinya, agama tidak boleh hanya berdiam diri ketika melihat ketidakadilan terjadi, namun juga jangan sampai agama dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan politik oleh sekelompok orang ketika mencoba memperjuangkan keadilan.

Rasa cinta tanah air adalah rasa cinta yang sangat luas dan karenanya perlu pemahaman yang cukup memadai, terutama tentang sejarah bangsa Indonesia. Secara sederhana, rasa cinta tanah air mungkin bisa diilustrasikan seperti cinta nelayan pada lautan atau cinta petani pada tanah sawahnya. Rasa cinta nelayan pada lautan adalah seluruh kehidupan sang nelayan yang didedikasikan pada lautan yang memberinya keberlangsungan hidup. Ada kenyataan ketergantungan dan karenanya memunculkan tanggungjawab untuk menjaga, memelihara, dan merawat sebagaimana laiknya seorang lelaki mencintai kekasihnya. Hidup seorang nelayan tergantung pada lautan dan karenanya pilihan terbaik bagi seorang nelayan adalah mencintai lautan sepenuh jiwa raganya.

Dengan mencintai sepenuh jiwa raga, sang nelayan akan mengenal dengan baik kekayaan lautan yang memberinya kehidupan sekaligus kekuatan-kekuatan berbahaya yang bisa mengancam hidupnya. Mencintai juga akan membuat seorang nelayan mampu memperlakukan lautan dengan rasa hormat, menghargai, menjaga, dan memeliharanya. Lautan sebagaimana tanah bagi seorang petani adalah substansi kehidupan seorang nelayan. Seorang nelayan yang tidak mencintai lautan dengan sepenuh hati bukanlah seorang nelayan sesungguhnya, mungkin ia hanya terpaksa menjadi nelayan karena tiada pilihan baginya.

Seorang petani yang tidak menghayati tanah sawah atau lahannya dengan rasa cinta, sesungguhnya bukanlah seorang petani sejati. Pada generasi muda di zaman modern ini, cita-cita menjadi nelayan atau petani sudah lama tersingkir dari kamus hidup mereka. Mimpi-mimpi modern sungguh mimpi-mimpi yang semakin menjauh dari kedekatan manusia dengan alamnya dalam sebuah hubungan yang indah. Hubungan harmonis manusia dengan alamnya, sebenarnya adalah dasar kuat bagi tumbuhnya rasa cinta tanah air dan rasa cinta tanah air adalah modal utama untuk menjadikan sebuah bangsa menjadi bangsa yang besar.

Cinta tanah air adalah cinta yang sederhana, sesederhana kehidupan seorang nelayan atau petani yang selalu mensyukuri apa yang diberikan alam pada dirinya. Cinta tanah air adalah cinta yang membuat seorang nelayan siap menerjang badai tanpa cemas dan takut, cinta yang membuat seorang petani mampu tegar melewati paceklik, kemarau, dan hama yang menghancurkan sawahnya. Bukan karena mereka terpaksa atau tidak memiliki pilihan lain, tapi justru karena itu adalah sebuah pilihan sadar dari mereka. Bahwa mereka adalah nelayan sejati yang harus mencintai lautan. Bahwa mereka adalah petani sejati yang harus selalu mencintai tanah dan lahannya. Dan begitulah seharusnya rasa cinta tanah air yang wajib dimiliki setiap anak bangsa di negeri ini. Kini, mari kita tengok ke dasar hati kita masing-masing untuk mencari adakah rasa cinta tanah air di situ? Semoga kita semua masih bisa menemukannya di hati kita masing-masing. Jika tidak, maka kita harus segera mencari seorang nelayan atau petani sejati untuk belajar tentang cinta mereka pada lautan dan tanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*