Cicipi Ikan Kayu Aceh, Kuliner Tradisional Pemadam Kelaparan di Masa Darurat

Cicipi Ikan Kayu Aceh, Kuliner Tradisional Pemadam Kelaparan di Masa Darurat

BERDESA.COM – Bagi masyarakat Aceh, ikan kayu bukan sekedar cita rasa kuliner tradisional Aceh yang khas yang kini disukai banyak orang. Ikan kayu adalah makanan yang lahir dari sejarah panjang masa konfik dan bencana yang diracik warga setempat agar mereka memiliki lauk untuk makan di masa yang darurat. 

Di tanah Aceh ikan ini dikenal sebagai Keumamah. Ikan kayu nan lezat ini butuh sekitar empat hari hingga terhidang di atas piring makan malam. Berbahan utama daging ikan tuna tangkaan para nelayan Aceh. Ikan itu lalu dihilangkan kulitnya, ditaburi garam kemudian direbus. Belulangnya dibuang, lalu dijemur. Setelah kering baru dirajang lebih lembut hingga mirip serpihan kayu alu dijemur kembali. Inilah yang membuat resep ikan kayu bisa tahan hingga dua tahun tanpa kehilangan rasa asli ikan tongkol yang gurih itu. Warga Aceh menjadikan resep ini sebagai makanan pemadam kelaparan di masa mencekam.

Ketika masa konflik berakhir, resep ikan kayu terlanjur melekat kuat pada lidah warga Aceh. Kini, Ikan Kayu menjadi produk kuliner khas Aceh yang berhasil memikat lidah orang dari berbagai pelosok Indonesia. Ya, resep ikan kayu kini bisa didapatkan semua orang melalui sistem pembelian modern melalui toko online.

Ada banyak UKM mengolah ikan kayu menjadi komoditi yang laris manis di pasaran. Salahsatu UKM yang melestarikan sekaligus menjadikan ikan kayu menjadi ikon baru makanan tradisional Aceh adalah rumah produksi Ikan Kayu Chef Inong. Dengan cita rasa peda syang khas, Ikan Kayu Chef Inong kini menjadi semacam sambal ikan yang dirindukan banyak orang.

Produk Kayu Chef Inong dikemas dalam jar alias tabung kaca sehingga cita rasanya masih sangat kuat meski telah dikemas berhari-hari. Tak perlu ke Aceh untuk mencicipi hebatnya rasa ikan kayu ini. Ada hanya cukup menengok smartphone di tangan Anda saja. Lalu?

Silakan buka www.usahadesa.com, Ikan Kayu ala Chef Inong dijual di pasar online ini. Usahadesa.com adalah situs pasar online yang khusus menjual produk-produk asli Indonesia, produk desa dan produk UKM. Produk yang dijual di jual di situs Usahadesa.com ini adalah berbagai produk yang jarang ditemukan di pasaran karena lahir di wilayah-wilayah pedesaan yang selama ini hanya dijual di kawasan lokal. Pada pasar online yang tidak menjual produk impor ini Ikan Kayu ala Chef Inong bisa didapatkan dengan Rp. 60 ribu per kemasan.

Kemasan berbentuk toples kaca kecil dengan berat produk 100 gram. Kemasan kaca membuat produk ini bisa bertahan lebih lama karena kedap udara dan dijamin cita rasa Acehnya tidak akan sirna meski disimpan di lemari pendingin Anda berhari-hari. Menikmati Ikan Kayu bakal membuat Anda merasa seperti sedang duduk di beranda rumah warga Aceh.

Anda bisa memperlakukan Ikan Kayu berasa pedas ini sebagai sambal sekaligus lauk jadi tinggal ditambahkan pada nasi. Tetapi Anda juga bisa menggunakan ikan ini sebagai bumbu nasi goreng bahkan bumbu sandwich. Pedas Ikan Kayu ala Chef Inong bukan hanya pedas cabe sajaa melainkan pedas rempah khas Aceh yang merasuki serpihan ikan tongkol ini. Bumbu kuning dan telur ikan bakal membuat Ikan Kayu menciptakan sensasi rasa yang hanya ada di Aceh.

Alhasil, kini Ikan Kayu ala Chef Inong telah menjadi salahsatu duta Aceh yang mengabarkan pada semua orang potensi kuliner tradisional Aceh yang lezat sekaligus sebagai sebuah bukti warga Aceh telah bangkit dari berbagai cobaan sosial seperti konflik dan tsunami yang memilukan itu.(aryadji/berdesa)

Foto: www.tribunnews.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*