Cara Warga Desa Mendapatkan Bantuan Non Tunai

0
5459

Berdesa.com – Agar bantuan sosial dari pemerintah bisa bisa dibagikan secara efektif dan tidak meleset lagi, kini pemerintah melalui KementerianSoial  memberikan bantuan sosial dan subsidi secara non tunai dan dilakukan menggunakan dengan sistem Perbankan. Namanya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ini  adalah program bantuan yang diberikan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara elektronik denga cara membeli pangan di e-Warong. Apa itu e-Warong? E-Warong adalah eletronik warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan atau pedagang bahan pangan yang telah bekerja sama dengan Bank Milik Pemerintah. Untuk bisa berbelanja di tempat ini KPM harus terlebih dahulu memperoleh Kartu Keluarga Sejahtera sebagai bukti penerima bantuan non tunai. Bagaimana mekanisme belanja?

Berbeda dengan bantuan yang dulu berupa uang tunai, kini KPM sebagai penerima bantuan ini harus mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera, untuk  mengurus ini calon KPM bisa mengurusnya melalui pemerintahan desa. Setelah itu memilik e-Warong atau warung yang telah ditunjuk sebagai tempat belanja.

Baca Juga  Beberapa Peluang Usaha di Desa Yang Cukup Menguntungkan

Di warung itu KPM tidak perlu menyodorkan uang utuk membayar karena e-Warong akan mencatat pembelanjaan itu secara eletronik. Sistem eletronik ini sudah terhubung dengan bank-bank milik pemerintah yang memang sudah ditunjuk untuk menjadi penyalur program ini. Pihak bank yang akan melakukan pembayaran pada e-Warong itu natinya. Pembayaran akan terjadi ketika e Warong sudah memberikan bukti transaksi atas dari pembelanjaa KPM. E Warong sendiri sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia sehingga warga penerima bantuan hanya tinggal mencari informasi saja keberadaan e Warong yang terdekat dengan tempat tinggalnya.

Sistem warung berjaringan ini dilakukan agar BPNT bukan hanya sekedar memberikan bantuan saja melainkan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah trutama usha mikro dan kecil di bidang perdagangan. Dengan cara ini maka bahan bantuan yang diterima KPM akan berasal dari daerah asalnya sendiri seperti beras, telur dan sebagainya.

Dengan sistem yang memungkinkan KPM melakukan pembelanjaan sendiri membuat KPM lebih leluasa menentukan bahan apa saja yang dia butuhkan dan harus mereka beli sesuai kebutuhan mereka sendiri. Lalu mereka akan ke warung yang telah memiliki akses pada bank-bank pemerintah sebagai warung penyalur bantuan. Dengan demikian warga mendapatkan bantuan sekaligus mendorong peningkatan transaksi pada warung tempatnya membeli.

Baca Juga  Dukungan Bank BJB Untuk Program One Village One Company

Model bantuan ini jauh berbeda dengan pola pada beberapa masa yang lalu berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bantuan langsung tunai tidak memiliki kekuatan mengontrol peruntukkan uang yang diterima. Sangat mungkin uang tunai yang diterima warga bahkan tidak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari seperti untuk membeli bahan pangan bergizi. Melainkan malah digunakan untuk hal yang lain. Itulah kenapa BPNT kini menggunakan mekanisme Non Tunai. (aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here