Cara UMKM Menetapkan Harga Produk

Cara UMKM Menetapkan Harga Produk

BERDESA.COM – Sebagai negara yang mayoritas warganya hidup dari sektor UMKM, Indonesia memiliki beraneka rupa produk dalam berbagai bentuk, bahan dan jenis. Tetapi karena berbagai kendala, sebagian produk UMKM belum mampu bertarung di pasar global. Salahsatunya karena UMKM belum memahami sepenuhnya mengenai bagaimana menentukan harga produknya.

Harga produk adalah penentu akhir dari hidup dan matinya sebuah usaha terutama bagi UMKM. Salah menghitung harga bisa menyebabkan kebangkrutan. Soalnya, sehebat apapun produk yang Anda buat, jika harganya tidak pas maka sulitlah produksi bakal bertahan. Bagaimana merajai pasar jika produksi terhenti karena rugi. Berikut ini beberapa macam harga yang harus diketahui para produsen dan pelaku UMKM:

  1. Harga Retail

Harga retail berarti harga yang didalamnya telah termasuk laba bersih alias nett profit dan biaya total produksi sebuah produk. Mengenai berapa profit atau keuntungan bersih yang Anda ingin tetapkan, itu tergantung jenis produk, segmen yang dibidik, kualifikasi produk dan juga brand atau merek yang melekat. Soalnya, merek tertentu yang sudah dikenal bakal menetapkan harga yang tinggi karena kekuatan mereknya.

  1. Biaya Total

Adalah hasil penjumlahan dari biaya yang dikeluarkan untuk marketing dan distribusi ditambah dengan Harga Pokok Produksi (HPP). Dana marketing adalah dana yang dibutuhkan sebuah produk untuk berpromosi, menggelar even memperkenalkan dan menguatkan brand produk serta biaya kerja seluruh kegiatan itu termasuk pula didalamnya komisi penjualan. Komisi penjualan sangat dikenal dalam dunia jual-beli online karena para reseller mendapatkan pendapatannya melalui komisi. Besarannya rata-rata 30 persen.

  1. Harga Pokok Produksi

Seluruh biaya dari biaya pokok yang dibutuhkan untuk membuat sebuah produk sperti bahan baku. Sedangkan biaya tidak langsung adalah biaya yang menyertai proses lahirnya sebuah produk misalnya biaya sewa tempat, mesin, perawatan peralatan, gedung, alat tulis kantor dan sebagainya.

  1. Biaya Pokok

Biaya pokok adalah biaya tenaga kerja langsung atau biaya tenaga kerja produksi yang menangani proses lahirnya sebuah produk ditambah biaya pengadaan atau pembelian bahan baku.

Berbagai jenis harga tadi wajib diketahui seorang produsen terutama UMKM di wilayah pedesaan. Seringkali UMKM di pedesaan tidak memasukkan biaya tenaga kerja sebagai bagian dari Harga Pokok Produksi karena menganggap biaya itu tidak ada hanya karena dikerjakan oleh dirinya sendiri. Kelemahan penghitungan pembiayaan sebuah produk seperti inilah yang membuat sebagian UMKM tidak mampu mengembangkan usahanya padahal produknya laris dibeli orang karena murah.(aryadji/berdesa)

Foto: www.pp-indonesia.com

cd desa wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*