Cara UMKM Keluar dari Krisis Keuangan

Cara UMKM Keluar dari Krisis Keuangan

BERDESA.COM – Setiap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pasti menghadapi resiko keuangan seret. Permodalan yang cekak seringkali membuat pelaku UKM keluar dari krisis, ujung-ujungnya bangkrut dan usahanya gulung tikar. Bagaimana caranya menciptakan jalan keluar bagi UMKM keluar dari krisis keuangan?

  1. Kenali masalah UMKM Anda

Lakukan evaluasi terhadap seluruh bagian kinerja perusahaan yang Anda jalankan. Proses ini butuh kerendahan hati soalnya tidak mudah orang melakukan kritik terhadap dirinya sendiri. Dianakah letak persoalannya, kenapa tingkat penjualannya rendah, apakah karena kualitas produk yang buruk atau sistem pelayanan yang kurang baik?

  1. Genjot Penjualan Produk

Jika bergerak pada usaha penjualan produk maka jalan utama adalah menggenjot penjualannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar produk Anda lebih laris di pasar mulai dari strategi promosi yang tepat tetapi murah hingga melakukan koreksi terhadap kualitas produk yang Anda jual.

Cara lainnya, melalui pendekatan layanan konsumen yang tepat. Soalnya, meski Anda punya produk bagus tetapi pelayanan konsumen Anda buruk, produk Anda tidak akan diminati konsumen. Tapi ingat, usaha mendongkrak penjualan ini harus dengan anggaran seminim-minimnya.

  1. Menekan Biaya Operasional

Biaya operasional terutama yang rutin adalah beban utama yang harus terpenuhi. Mau tak mau biaya operasional harus diatur kembali dengan melakukan pemotongan di sana-sini. Seluruh bagian proses produksi dan operasional perusahaan harus lah efisien.

  1. Hindari pembayaran tempo dari pelanggan

Karena kondisi keuangan sulit, hindari pembayaran tempo dari pelanggan. Mintalah pada seluruh pelanggan untuk membayar cash pembelian mereka karena perusahaan Anda sedang sangat membutuhkan dana untuk diputarkan.

  1. Kerjasama dengan Supplier

Kaji kembali hubungan Anda dengan para suplplier yang memasok barang pada perusahaan Anda. Diskusikan baik-baik pada supplier yang biasanya juga para pelaku UMKM untuk menitipkan barang dengan sistem konsinyasi. Konsinyasi jauh lebih efisien bagi perusahaan Anda karena akan mengurangi beban pengeluaran sehingga UMKM Anda bisa fokus pada peningkatan penjualan.

  1. Jangan gampang tergiur investasi

Pada saat kesulitan keuangan biasanya pengusaha akan mudah terbujuk ajakan orang untuk melakukan manuver tertentu. Hati-hati pada tawaran yang membuat Anda harus keluar uang atau modal, apalagi jika tawaran itu belum jelas juntrungnya. Apalagi jika investasi itu harus dengan cara berhutang.

Soalnya, masalah Anda mungkin karena kurang optimal menjalankan strategi penjualan atau kurangnya kualitas layanan dan bukan karena pasar yang lesu. Sehingga menanamkan investasi malah bisa menciptakan masalah baru bagi Anda.(aryadji/berdesa)

Foto: www.newtheme.jurnalasia.com

alterntif text

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*