Cara Simpel Merumuskan Unit Usaha BUMDesa

0
1804

BERDESA.COM – Belum semua kepala desa memahami BUMDesa sebagai sebuah peluang memajukan ekonomi desa. Bahkan sebagian malah menganggap BUMDesa adalah sebuah program baru yang membuat mereka menjadi terbebani karena harus melahirkan lembaga unit usaha yang masih membingungkan bagi mereka.

Dari data yang dikumpulkan Berdesa.com dari beberapa sumber, para kepala desa itu bahkan meragukan BUMDesa mampu menjadi sebuah upaya mengungkit potensi desa menjadi motor ekonomi baru bagi segenap warganya. Sebagian malah kawatir, BUMDesa berpotensi mematikan mata pencaharian warga desa karena ‘kalah’ oleh gerakan unit usahanya BUMDesa.

Salahsatu kesulitan yang mereka hadapi adalah mengenai bagaimana memetakan potensi desa mereka yang bisa diangkat menjadi unit usaha BUMDesa. Sebagian kawatir, pendirian usaha BUMDesa ternyata tidak membawa kebaruan dan malah melahirkan usaha yang sebenarnya sudah dijalankan sebagian warga desa. Soalnya, kalau berbicara potensi desa sudah pasti potensi itu telah banyak digarap sebagai ladang pencaharian bagi warga. Jadi, apalagi yang bisa dilakukan BUMDesa?

Misalnya mendirikan minimarket. Sebagian desa merasa pendirian minimarket tidak bisa dilakukan karena bakal mengancam warung-warung kecil di desa. Padahal sebenarnya kekawatiran itu tak perlu terjadi karena tidak mungkin warga satu desa bakal belanja di satu minimarket. Apakah Anda akan membeli sekotak pasta gigi ke sebuah toko berjarak beberapa kilometer? Apakah Anda malam-malam Anda akan berjalan ratusan meter demi mendapatkan sekantung kecil deterjen?

Baca Juga  Alternatif Jenis Usaha BUMDesa

Sebaliknya, minimarket di desa bakal menjadi strategis jika diposisikan sebagai pusat kulakan bagi warung-warung kecil di desa. Maka kehadiran minimarket yang berfungsi menjadi grosir ini justru bakal menjadi sangat mendukung warung-warung kecil itu karena membuat para pemilik warung tak perlu pergi terlalu jauh untuk mendapatkan aneka produk yang akan dipajang di tokonya.

Keuntungan lainnya, jika warung-warung kecil sepakat untuk kulakan di tempat itu maka yang terjadi, minimarket milik BUMDesa bakal bisa menawar harga barang menjadi lebih murah terhadap distributor karena minimarket ini bakal bisa kulakan dalam jumlah besar. Nah, bukankah ini sangat menguntungkan bagi semua orang? Keuntungan lainnya, minimarket BUMDesa juga bisa menjadi intu gerbang pemasaran produk warga lokal seperti makanan khas atau bahkan menjualkan lele dari kolam-kolam yang dikelola warga.

Seperti yang dilakukan dengan cerdas oleh BUMDesa Giritama Desa Dlingo, Bantul, Yogyakarta. BUMDesa desa yang terletak di ujung timur Kabupaten Bantul ini dengan sangat inovatif mendirikan Desamart yang mampu menyediakan manfaat untuk dua kepentingan sekaligus Pertama, menjadi toko tempat berbelanja eceran yang kedua tempat kulakan puluhan warung kecil di seantero desa. Hasilnya, warga pemilik warung kecil menjadi teruntungkan karena mendapatkan harga produk yang lebih murah dan tidak perlu ongkos perjalanan yang tinggi karen atempat belanja ada di desa mereka.

Baca Juga  Tugas dan Fungsi Kepala Desa, Ini Dia

Keuntungan lainnya, minimarket ini hidup dan terus membesar. Keuntungan Desamart kemana? Inilah bagian yang paling penting, keuntungan Desamart sepenuhnya dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan sebagian dikembalikan kepada warga desa dengan rupa-rupa manfaat yang fokusnya untuk meningkatkan pelayanan sosial bagi seluruh warga desa.

Desa Dlingo dengan kreatif membuktikan, ide usaha sesungguhnya tidak perlu didapatkan dengan cara yang rumit. “ Karena jika kita tidak melakukan itu, pasti bakal ada pihak swasta atau perseorangan yang bakal mengambil peluang itu. Nah, bukankah lebih baik diambil BUMDesa karena keuntungannya bakal kembali ke warga desa?” ujar Iskandar, manajer Desamart Desa Dlingo.(aryadji/berdesa)

Foto: www.kec-dlingo.bantulkab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here