Cara Sederhana Mengembangkan Usaha Melalui Penjualan Online

Cara Sederhana Mengembangkan Usaha Melalui Penjualan Online

BERDESA.COM – Beberapa tahun ini Febri Sabrana, 32 tahun, membuat orangtuanya resah. Soalnya, bapak satu anak warga Mantijeron, Kota Yogyakarta itu tiba-tiba menutup gerai jual-beli handphone dan pulsa yang susah-payah dia jalankan beberapa tahun lalu. Herannya, meski tidak kelihatan usahanya tetapi pendapatan Febri naik drastis.

Rupanya, Febri memilih menjalankan toko online alias berjualan secara online. Keseharian Febri kini hanya beberapa jam di depan komputer dan selebihnya beroperasi dengan smartphone alias handphone-nya. Sesekali Febri keluar rumah beberapa jam. Selebihnya Febri bermain dengan anaknya yang Balita.

Keseharian yang aneh itu keruan membuat orangtua Febri panik. Bagaimana bisa mendapatkan penghasilan jika tidak menampakkan aktivitas bekerja? “ Saya memilih jualan online karena santai, tidak butuh modal banyak tetapi bisa berlipat ganda hasilnya,” kata dia. Sementara berjualan handphone dan pulsa, harus bertarung dengan pesaing yang jumlahnya kian meningkat tajam. “ Lagian harga dan merek HP terus membanjiri pasar sehingga membuat repot para pengecer seperti kami. Apalagi sekarang ini orang-prang mulai beli HP lewat online,” katanya.

Yang dijual Febri bukan produk yang terlalu rumit melainkan produk kreatif buatan warga kampungnya sendiri seperti aksesoris rumah dari kayu, gelang kulit, topi unik dan berbagai produk yang khas Jogja. “ Beda dengan jualan pulsa dan handphone yang butuh modal besar, jualan online begini nggak perlu kulakan produk. Tinggal menghubungi produsen begitu ada yang beli,” katanya. Hasilnya? “ Jauh lebih besar dibanding usaha yang kemarin,” katanya.

Langkah yang sama dilakukan Rudi Effendi, warga Bantul, Yogyakarta. Usaha servis komputer dan laptop yang dijalaninya kini mengembang menjadi usaha besar dengan hampir sepuluh pegawai. Padahal tadinya semua dia kerjakan sendiri mulai dari mencari konsumen, mendatangi konsumen atau mengutak-utik kerusakan laptop atau komputer. Caranya?

Rudi membuat website dan memainkan media sosial menawarkan paket servis berkala ke beberapa instansi. Memanfaatkan jaringan konsumen yang pernah dilayaninya promosi itu dengan cepat mendatangkan order Begitu banyak order sehingga akhirnya Rudi mempekerjakan beberapa anak muda yang dia latih sendiri dalam memberikan layanan servis baik servis jemput bola yakni datang ke rumah pelanggan ataupun mengambil barang dan dikerjakan di bengkel miliknya.

Uniknya, setelah mengembang justru kini Rusi tak perlu lagi menghabiskan waktu mengutak-utik komputer seharian bahkan sampai malam seperti berbulan-bulan dia lakukan. Jika dulu hanya bisa menyelesaikan dua sampai tiga laptop sehari, kini Rudi bisa menyelesaikan selusin kasus kerusakan laptop dengan layanan maksimal. “ Kerjaan saya sekarang hanya memanage pembagian kerja dan memastikan membuat daftar onderdil yang harus disediakan,” kata Rudi. Saat ini Rudi sedang bersiap melebarkan sayap ke kota lain.

Dua kisah di atas adalah sebagian dari kehebatan internet mendukung usaha-usaha yang dijalankan anak-anak muda. Tak perlu modal besar, tak perlu bangunan megah dan tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk promosi, beragam aplikasi internet bakal sangat membantu dengan cara yang sederhana.

Febri dan Rudi sama sekali tidak paham website. Website dan berbagai kebutuhan grafis untuk promosi mereka dibuatkan orang. “ Saya hanya menggunakan Facebook dan Instagram saja,” kata Febri. Juga berjualan di beberapa pasar online yang sekarang ini bertebaran. “ Jadi, satu orang bisa berjualan banyak produk,” katanya. Dengan begitu kemungkinan terjual menjadi sangat besar. Di sela waktunya Febri terus berburu produk yang menarik untuk dijual. “ Suvenir, aksesori dan produk kreatif itu tidak punya rentang harga yang baku, jadi keuntungannya besar,” kata dia. Misalnya gelang kulit yang biaya produknya tak sampai 10 ribu bisa dijual 2 sampai 3 kali lipat, di luar ongkos kirim.

Rudi juga demikian, mengandalkan jaringan pelanggannya, pasarnya terus membengkak.  “ Selain mau melebarkan sayap ke beberapa kota, kami juga bersiap mendirikan toko komputer dan laptop. Soalnya kami sering mendapat pesanan untuk membelikan komputer atau laptop yang baru, kenapa tidak kami ambilkan dari produk kita sendiri saja,” katanya. Sederhana bukan? (aryadjihs/berdesa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*