Cara Sederhana Budidaya Lele di Halaman Sempit

foto :konstruksikolamterpal.com

BERDESA.COM – Dengan cara yang unik kini semua orang bisa budidaya lele di halaman sempit. Caranya, membuat kolam lele dengan terpal. Selain bisa dilakukan di halaman rumah yang mungil, cara ini juga jauh lebih murah ketimbang membangun kolam lele permanen. Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, cara ini juga bisa menjadi ladang uang bagi anda. Pertanyaannya, kenapa lele?

  1. Lele punya daya tahan hidup yang kuat

Lele memiliki kemampuan bertahan hidup yang kuat dalam cuaca yang ekstrim sekalipun. Lele juga tetap hidup dan menggemuk bahkan di dalam kolam dengan air yang kotor sekalipun. Kotor maksudnya, kolam lele tidak perlu melakukan penggantian air secara berkala sebagaimana ikan jenis lain seperti mujahir, gurame dan sebagainya. Lele juga tidak mudah terserang penyakit sebagaimana jenis ikan yang lain.

  1. Durasi panennya pendek

Memelihara lele tidak butuh waktu terlalu lama untuk memanen. Lele adalah salahsatu jenis ikan tawar yang cepat besar sehingga bisa cepat dipanen. Dalam beberapa bulan saja lele sudah bisa dipanen, bahkan lele juga bisa dijual dalam bentuk bibit dan ukuran tertentu sebelum bisa dikonsumsi. Berbeda dengan ikan nila misalnya, yang butuh waktu satu tahun untuk memanennya.

  1. Mudah dan Murah Perawatannya

Ikan lele tetap berkembang baik di dalam kolam berbahan terpal. Hanya saja, sebelum diisi air, terpa harus dipastikan bersih dengan cara disemprot air lebih dahulu. Soalnya, bau plastik dan lem bisa mengganggu kondisi air. Kandungan kimia lem berbahaya jika sampai larut dalam air, berpotensi mematikan bibit lele yang baru dimasukkan.

Pakan lele juga tidak harus jenis tertentu. Bahkan nasi sisa makanan sehari-hari keluarga bakal menjadi nutrisi yang baik buat mereka. Jadi, itung-itung daripada sisa makanan dan sayur terbuang percuma, lele bisa menjadi sisa dari meja makan kita.

  1. Pemasarannya relatif mudah

Hampir semua orang suka daging lele sehingga lele gampang dipasarkan ketika masa panen. Ada banyak orang yang bergeak pada usaha jual beli lele saja sehingga mereka bakal datang untuk membeli lele panenan Anda begitu Anda hubungi. Harganyapun relatif stabil karena banyaknya kebutuhan konsumsi.

Anda juga bisa bekerja sama dengan para pengusaha warung makan pecel lele misalnya. Umumnya para pembudidaya lele bahkan membuka sistem penjualan langsung. Para tetangga adalah konsumen aktif yang bakal menjadi pelanggan tetap kita.

  1. Tidak sulit mencari bibitnya

Besarnya pasar lele membuat bibit lele tidak sulit dicari. Anda dengan mudah bakal mendapatkan benih lele di berbagai tempat dengan ukuran yang Anda inginkan. Apalagi jika Anda baru memulai usaha ini, maka Anda sebaiknya jangan memilih bibit yang masih sangat kecil karena kemungkinan mati masih sangat besar. Belilah benih yang sudah berusia beberapa hari atau mingggu sehingga memiliki daya tahan tubuh yang jauh lebih kuat.

Budidaya lele di halaman sempit dengan terpal tak hanya murah dan gampang dibuat tetapi juga jauh lebih aman karena tidak akan kemasukan ular misalnya. Ular adalah salahsatu musuh besar peternak lele yang mengembangkan jenis kolam permanen. Dengan sistem terpal apalagi dikembangkan di halaman rumah, hampir pasti kemungkinan ular memasuki kolam menjadi sangat kecil.

Memiliki kolam lele sendiri jelas bakal membuat gizi keluarga menjadi jauh lebih baik karena Anda tinggal menciduk saja. Cara ini jauh lebih efisien dibanding Anda harus membeli. Tertarik, silakan mencoba! (aryadjihs/berdesa)

foto :konstruksikolamterpal.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*