Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram Putih Untuk Pemula

0
416
mengembangkan usaha budidaya jamur tiram di desa - berdesa.com

Usaha budidaya jamur tiram menjadi salah satu peluang usaha desa yang menarik jika kamu tinggal di wilayah berudara sejuk. Karena, investasi yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya jamur tiram ini tergolong cukup murah dan bisa dilakukan secara bertahap. Jamur tiram sendiri sering disebut dengan jamur kayu karena di alam bebas, jamur ini biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk.

Untuk pemula, biasanya memulai budidaya jamur tiram ini dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara pengadaan, baglog yang siap tumbuh didapat dengan cara membeli dari pihak lain. Kemudian untuk membuat baglog sendiri akan dilakukan setelah usaha budidayanya berkembang. Berikut akan dijelaskan beberapa langkah yang harus dipersiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram putih, yaitu:

Menyiapkan Kumbung

Kumbung adalah rumah jamur yaitu tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Biasanya, kumbung berupa sebuah bangunan dan diisi dengan rak-rak untuk meletakkan baglog. Namun, bangunan tersebut harus mampu menjaga suhu dan kelembaban.

Bahan utama membuat kumbung biasanya dari bambu atau kayu. Dindingnya terbuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Sedangkan untuk lantai sebaiknya tidak diplester supaya air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap. Jangan pula menggunakan atap asbes atau seng, karena akan mendatangkan panas.

Baca Juga  Peluang Usaha Ternak di Desa Modal Kecil Untung Besar

Rak-rak untuk menyusun baglog yang ada didalam kumbung sebaiknya dibuat dari bambu atau kayu. Kemudian, rak diletakkan berjajar dan bertingkat. Pisahkan antara rak satu dengan yang lain oleh lorong untuk perawatan.

Ruang antar rak sebaiknya memiliki tinggi tidak kurang dari 40 cm, dibuat 2-3 tingkat dengan ukutan lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter yang bisa memuat sekitar 70-80 baglog. Keperluan rak ini disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Lakukan hal ini sebelum memasukkan baglog kedalam kumbung:

  • Bersihkan kumbung dan rak-rak.
  • Lakukan penyemprotan dengan fungisida dan pengapuran di bagian dalam kumbung. Lalu, diamkan selama 2 hari agar bau obatnya hilang.
  • Setelah itu, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Dengan seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.

Menyiapkan Baglog

Baglog adalah wadah tanam untuk meletakkan bibit jamur atau kantung serbuk kayu yang berbentuk silinder. Baglog umumnya berbentuk seperti tabung karena menyesuaikan bentuk plastik pembungkusnya, dimana salah satu ujungnya diberi lubang dan pada lubang tersebutlah jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Baca Juga  Gampang, Membangun Usaha Pengembangan Jamur Tiram di Desa

Komposisi dari baglog sendiri adalah serbuk kayu yang mudah lapuk (direkomendasikan mahoni atau sengon), dedak, pupuk kompos, kapur, serta air. Komposisi ini juga berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan. Saat ini, untuk harga baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500.

Cara Merawat Baglog

Untuk menyusun baglog dalam rak bisa dilakukan dengan dua cara, diletakkan secara vertikal dengan lubang baglog menghadap ke atas atau secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping. Kedua cara ini memiliki kelebihan masing-masing yang berbeda.

Jika baglog yang disusun secara horizontal, maka lebih aman dari siraman air. Bila disiram berlebihanpun, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, akan lebih mudah dalam melakukan pemanenan juga. Tetapi, penyusunan horizontal akan lebih menyita ruang.

Cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:

  • Sebelum menyusun baglog, buka dulu cincin dan kertas penutup baglog dan diamkan selama 5 hari. Lakukan penyiraman jika lantai terbuat dari tanah untuk menambah kelembaban.
  • Kemudian, untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar, potong ujung baglog. Biarkan selama 3 hari tanpa disiram. Penyiraman cukup dilakukan pada lantai saja.
  • Siram dengan sprayer agar membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Siram dengan frekuensi 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung.
Baca Juga  Ingin Budidaya Jamur Tiram, Kenali Dulu Sifat-sifatnya

Panen

Biasanya, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen dalam waktu 1-2 minggu. Baglog jamur bisa dipanen sebanyak 5-8 kali. Baglog dengan bobot 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Kemudian baglog dibuang atau dijadikan bahan kompos.

Jika masa panen lewat setengah hari saja maka warna jamur akan menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah. Jamurpun akan cepat layu dan tidak lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya adalah sekitar 2-3 minggu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here