Cara Menjadi Distributor Pabrik yang Sesuai

0
468
Cara Menjadi Distributor Pabrik yang Sesuai

Cara menjadi distributor pabrik merupakan hal yang paling dicari-cari pada era globalisasi ini. Hal ini dilatar belakangi dengan pesatnya permintaan konsumen akan suatu barang alias perilaku konsumtif, sehingga membuka peluang usaha baru, yaitu menjadi distributor guna memenuhi permintaan atau hasrat dari konsumen tersebut.

Menjadi distributor berarti anda siap mendapatkan keuntungan yang besar. Bahkan usaha ini juga dapat dilakukan tanpa modal dan tetap mampu menghasilkan omzet dengan jumlah yang tidak sedikit. Distributor sendiri adalah seseorang yang mengambil langsung dari produsen berupa produk jadi dan langsung dijual pada konsumennya dengan harga pasar atau lebih rendah.

Tidak sedikit orang yang berminat menjad distributor, apalagi jika dapat dilakukan tanpa modal. Oleh karena itu, persaingan di peluang usaha ini juga semakin ketat. Terdapat dua hal yang harus dimiliki untuk memulai usaha ini, yaitu pasar serta relasi. Kedua hal ini saling berkaitan, karena kedua hal ini mewakili penjualan dan pembelian barang.

Cara Menjadi Distributor Pabrik dan UMKM

Cara menjadi distributor pabrik di era saat ini terbilang cukup mudah, mengingat di Indonesia sendiri tengah mengalami peningkatan jumlah industri skala rumah tangga alias UMKM. Dengan membeli barang atau produk dari UMKM, maka distributor tidak hanya mendapatkan keuntungan, tetapi juga membantu mengangkat produk dalam negeri.

Baca Juga  Kerjasama Distributor Sembako Dan Manfaatnya Bagi Pemilik Toko

Jika hal ini dilakukan secara terstuktur dan sistematis, maka tidak menutup kemungkinan jika supply chain akan berputar di wilayah Indonesia saja dan tentu ini akan berdampak terhadap perekonomian negara ini. Lalu bagaimana cara menjadi distributor pabrik? Entah itu pabrik dalam artian skala besar atau skala kecil seperti UMKM, berikut informasinya:

1. Menemukan Produk yang Sesuai Sebelum Didistribusikan

Mengetahui produk yang potensial untuk dipasarkan kembali adalah salah satu kunci keberhasilan menjadi distributor. Oleh karena itu, melakukan riset pasar menjadi hal yang penting dan sangat wajib dilakukan. Selain itu, pengetahuan terkait produk juga penting untuk dipelajari untuk meyakinkan konsumen terhadap produk yang dijual.

2. Mengenal Kompetitor

Semua usaha atau bisnis pasti memiliki pesaing alias kompetitor. Ini adalah hal yang wajar, karena sejatinya hidup adalah persaingan, bahkan sebelum kita menjadi manusia pun, para sperma juga berebut menembus sel telur. Dengan demikian, sangat penting untuk mengenal kompetitor dalam usaha distributor.

Dengan mengetahui kompetitor, maka kita bisa mempertimbangkan produk apa yang cocok untuk kita jual kembali. Pertimbangan ini akan semakin matang dengan data riset pasar yang telah dilakukan. Tujuan dilakukannya analisis ini adalah untuk menentukan produk yang akan laku di pasaran dan memiliki kompetitor yang sedikit.

Baca Juga  Peluang Usaha Desa Wisata, Peluang Usaha Baru yang Menjanjikan

3. Menguji Kelayakan Produk

Sebelum dilakukan pemasaran terhadap produk yang telah ditentukan melalui dua skema yang telah dijelaskan di atas. Seorang distributor harus memastikan kondisi produk yang akan dipasarkan, apakah masih sesuai dengan kebutuhan masa kini atau malah sebaliknya guna mencegah kerugian yang besar.

4. Kemampuan Pemasaran dan Service

Kemampuan dalam memasarkan produk adalah hal yang penting untuk diperhatikan, dikarenakan produk yang dipasarkan sangat tergantung pada proses meyakinkan konsumen dengan memberikan fasilitas maupun kelebihan yang ada. Percaya diri dan menggali Product Knowledge adalah dua hal yang harus dimiliki.

Kemampuan dalam menjual barang-barang juga akan menjadi sebuah pertimbangan bagi pabrik untuk melakukan kerja sama. Hal ini memberikan poin tambahan bagi distributor untuk lebih konsisten dalam penyebaran produk yang akan dipasarkan. Keahlian ini dapat dilatih dan memang memerlukan jam terbang yang tinggi untuk menjadi seorang ahli.

5. Menentukan Biaya

Memang distributor dapat menjalankan usahanya tanpa modal, tetapi bukan berarti tidak membuat rencana usaha. Rencana usaha merupakan hal yang sangat penting, karena dengan adanya teks tersebut, maka kita bisa mengetahui biaya yang dibutuhkan, keuntungan yang diperoleh, dan masih banyak hal lainnya.

Baca Juga  Inilah Perbedaan Distributor, Suplier hingga Reseller

6. Penentuan Tenaga Kerja

Rencana usaha untuk usaha distribusor juga berfungsi untuk menentukan jumlah tenaga kerja. Namun yang jelas, semakin banyak jumlah barang atau produk yang dipasarkan, maka jumlah karyawan yang dibutuhkan juga semakin banyak, kecuali jika sudah menggunakan robot, maka jumlah karyawan dapat ditekan, contohnya seperti AliBaba.

7. Kerja sama dengan beberapa pihak

Agar sukses menjadi seorang distributor, maka relasi harus dibangun dengan baik dan cermat. Cermat yang dimaksud adalah dalam hal menentukan siapa yang cocok untuk dijadikan sebagai relasi. Jangan sampai salah pilih, tidak sedikit distributor gagal, karena pemilihan relasi yang tidak tepat.

Bagaimana? Cukup mudah bukan untuk menjadi seorang distributor dengan mengikuti cara menjadi distributor pabrik yang telah dijelaskan secara lengkap di atas. Jadi jangan ragu lagi untuk memulai usaha yang sangat menjanjikan ini. Dan satu hal lagi, lebih baik siapkan modal jika tidak memiliki relasi dan atau kemampuan komunikasi yang baik. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here