Cara Menentukan Jenis Usaha dalam Pendirian BUMDesa

Cara Menentukan Jenis Usaha dalam Pendirian BUMDesa

BERDESA.COM – Mendirikan unit usaha adalah bagian paling krusial dalam proses pendirian BUMDesa. Sekaligus bagian yang paling sulit dari para pengurus BUMDesa untuk memutuskannya. Soalnya, umumnya mereka masih baru baik sebagai struktur lembaga maupun dalam dunia usaha.

Berdaeasar potensinya, BUMDesa memiliki beberapa tipe. Pertama, BUMDesa bertipe serving alias usaha pelayanan. Usaha BUMDesa jenis ini memanfaatkan sumber daya lokal dan bergerak pada wilayah usaha seperti usaha air minum desa dan listrik. Kedua, BUMDesa bertipe Banking alias lembaga perkreditan desa atau dikenal sebagai simpan-pinjam. Ada banyak desa bahkan telah menjalankan model yang satu ini jauh hari sebelum isu BUMDesa mencuat.

Fungsi yang paling menonjol lembaga keuangan seperti ini yakni mampu memberikan bunga kecil bagi para peminjam dan menyelamatkan warga desa dari jeratan renternir dan praktik bunga hutang yang tinggi yang selama ini banyak bertebaran. Modalnya bisa dari ADD, PADes dan atau memanfaatkan tabungan masyarakat sendiri. Faktanya, sangat membantu terutama UMKM mengembangkan usahanya.

Ketiga, BUMDesa bersifat Renting atau menjual jasa penyewaan berbagai kebutuhan msyarakat seperti ruko, rumah sewa dan sebagainya. Keempat, BUMDesa bertipe Brokering alias membuka layanan pada masyarakat seperti jasa pembayaran listrik, pasar desa untuk menjual produk desa dan lainnya.

Kelima, Tipe Trading yakni BUMDesa yang menjual berbagai kebutuhan untuk warganya atau menjualkan berbagai produk warga keluar. BUMDesa seperti ini bisa menciptakan kestabilan harga bagi komoditas tertentu yang diproduksi warganya. Keenam, bertipe holding alias sebagai induk yang dikembangkan untuk memberikan banyak pelayanan pada masyarakat. Misalnya BUMDesa yang bergerak pada penjualan es batu di desa nelayan dan bahan bakar kapal. Manakah yang paling cocok untuk desamu?

Cocok dan tidaknya sebuah unit usaha sehingga sebuah desa melakukan pendirian BUMDesa tidak bisa didasarkan atas suka atau tak suka melainkan melihat potensi dan kebutuhan warga desa. Maka sebelum memutuskan untuk bergerak pada tipe tertentu BUMDesa harus melakukan survei dan identifikasi potensi desa. Soalnya, BUMDesa harus mampu menyediakan juga ruang partisipasi bagi warga karena lembaga ini pada dasarnya milik warga.

Namun keterbatasan pengetahuan para perangkat desa pada wacana usaha membuat proses menentukan jenis usaha menjadi berjalan lambat. Celakanya, BUMDesa masih belum dianggap ‘memesona’ bagi segenap anak muda. Padahal, anak-anak muda adalah golongan yang sangat dibutuhkan bagi BUMDesa untuk lahir, eksis dan berkembang.

Pendirian BUMDesa sesungguhnya juga tak perlu terburu-buru jika hanya mencontoh desa lain yang sudah lebih dulu. Soalnya setiap desa memiliki keunggulan tersendiri. Jadi, jangan hanya karena desa lain mendirikan sebuah usaha lalu meyakini usaha itu bakal berkembang dan sesuai potensi desa kita. (aryadji/berdesa)

Foto: www.budisusilo85.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*