Cara Membangun Pastisipasi Warga Desa dengan Medsos

0
1308

BERDESA.COM – Media sosial adalah alat yang efektif membangun partisipasi warga desa. Medsos yang lekat dengan sebutan media petemanan bisa menciptakan persepsi baru bagi warga desa sehingga mereka menjadi tertarik dan terlibat mengikuti perkembangan desanya.

Asal Anda tahu, beberapa desa yang kini ‘moncer’ ditingkat nasional karena kemapuannya menggenjot permbangunan desa salahsatunya karena mereka serius mendorong penyadaran pentingnya berpartisipasi dalam pembangunan desa. Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, salahsatunya. Para perangkat desa di desa ini bahkan dengan rajin selalu mengunggah setiap kegiatan desa di dalam laman media sosialnya.

Bukan hanya website resmi desa saja, bahkan para perangkat dengan penuh semangat terus menyebarkan setiap perkembangan di sudut-sudut desanya melalui media sosial. Hasilnya, masyarakatmenjadi paham apa yang sedang terjadi di desanya dan tertarik mengikuti setiap info yang ada. Desa ini bahkan menggunakan siaran radio komunitas untuk memaksimalkan komunikasi massa.

Desa Panggungharjo juga sudah melakukannya sejak lama. Pemenang Desa Terbaik se-Indonesia ini bahkan memiliki beberapaakun media sosial yang khusus menyiarkan berbagai kegiatan desa secara intens.  Bukan sekedar ‘say hello’ saja tetapi media sosial itu dijadikan alat komunikasi secara efektif efisien. Misalnya, ketika sedang membangun embung desa, akun Facebook desa ini membuat semacam angket online untuk menanyakan pada warganya, apa saja yang seharusnya dikembangkan di embung itu. Hanya dalam hitungan menit beragam jawaban muncul di dalam kolom komentar.

Baca Juga  Sukses Tiga BUMDesa Kelola Bisnis Wisata

BUMDes Amarta Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta juga sadar pentingnya ‘bermain’media sosial. Agus Setyanta, Direktur BUMDes Amarta adalah pelopor urusan up load setiap kegiatan pada akun Facebook BUMDes-nya dan berbagai jaringan komunitas yang dia ikuti.

Aktivitas upload meng-up load ini tak hanya mujarab bagi warga desa untuk kemudian aktif mengikuti perkembangan desa melainkan juga menjadi semacam media promosi bagi desanya pada dunia luar. Terbukti, pada setiap kegiatan yang di unggah para admin, selalu muncul komentar positif dari para tokoh diluar desa yang bernada dukungan dan merasa selalu terinspirasi oleh langkah –langkah inovatif yang dilakukan desa pemilik akun.

Seperti kata pepatah ‘Tak Kenal Maka Tak Sayang’, kehadiran sosial media yang kini diakses sekitar 88 juta orang di Indonesia memang sangat efektif menjembatani komunikasi dengan cara yang luar biasa. Kini, mengundang rapat, diskusi dan pembicaraan mengenai banyak hal bahkan bisa dilakukan melalui forum online sehingga menciptakan efisiensi luar biasa. Belum lagi kemampuan menjangkau audien. Media sosial memungkinkan satu kali memasang informasi untuk dibaca ribuan orang dalam hitungan detik.

Baca Juga  Mau Tahu Struktur Pemerintahan Desa Terbaru? Baca Artikel Ini

Hanya saja, menciptakan sistem seperti ini juga bukanperkara mudah. Selain memiliki kesadaran pentingnya teknologi informasi, saluran terbuka seperti medsos juga sangat terbuka bagi kritik dan saran dari siapapun. Maka, butuh pemimpin dengan keberanian tingkat tinggi , jujur dan terbuka untuk menjalankannya. Desa yang masih menggunakan cara tertutup, terutama mengenai penggunaan dana, hampir pasti tak bakal mampu menjalankan hal seperti ini.

Tetapi perkembangan dunia sedang membawa semuaorang pada era keterbukaan. Jadi, para kepala desa yang tertutup dan berusaha menyembunyikan banyak hal dalam proses pembangunan desanya, hampir pasti hanya akan membuat desanya  tertinggal jauh dengan desa lainnya. Bagaimana dengan desamu? (aryadjihs/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here