Cara Desa Mengantisipasi Terorisme

0
505

BERDESA.COM – Aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan sejumlah tempat di Indonesia tentu saja mengagetkan dan membuat sedih. Selain mengakibatkan banyak korban jiwa, aksi itu juga bisa memicu perpecahan antarwarga karena mengatasnamakan salahsatu agama. Yang menyedihkan lagi, di antara para pelaku bom bunuh diri itu terdapat anak-anak yang tubuhnya tercabik bom akibat pengaruh orangtuanya.

Masalahnya adalah bagaiamana semua ini terjadi. Faktanya kemudian, ada banyak warga yang terkaget-kaget ketika salahsatu warga kampung mereka dicokok polisi karena ternyata menjadi salahsatu anggota kelompok teroris. Bagaimana bisa di dalam sebuah kampung yang tenteram ternyata bersemayam pembuat bom dan siap melakukan teror, bagaimana cara agar kampung atau desa kita tidak dimasuki teroris?

Kedekatan antarwarga satu dan lainnya adalah kunci pertama. Jadi, setiap RT, RW hingga desa harus mampu menciptakan suasana yang membuat warga di lingkungan tempat tinggalnya menjadi kenal satu sama lain. Dengan cara maka akan gampang terdeteksi jika ada satu atau dua warga yang bertingkah aneh atau mencurigakan. Bakal pula ketahuan jika ada warga yang tidak mau bergaul sebagaimana warga lainnya. Kepedulian warga satu sama lain adalah langkah pertama.

Baca Juga  Desamart, Belanja Hemat di Toko Milik Warga Desa Dlingo

Agar langkah pertama itu cepat berjalan maka ciptakanlah kegiatan-kegiatan yang membuat warga menjadi bertemu satu sama lain. Mulai dari kerja bakti lingkungan hingga mengadakan even pertandingan olahraga misalnya.  Kerja bakti bersama sangat efektif menciptakan kedekatan warga satu sama lain tanpa memandang status ekonomi maupun perbedaan yang lain. Bakti sosial juga membangun kesadaran untuk cinta terhdap lingkungan dan kesehatan.

Cara yang efektif mencegah tumbuhnya pemikiran sesat di lingkungan kita adalah dengan membuat even olahraga. Itulah kenapa pembangunan sarana olahraga menjadi prioritas salahsatu Program Dana Desa selain tiga program lainnya. Kenapa sarana olahraga? Karena olahraga adalah kegiatan yang membuat semua orang bertemu dengan semangat sportivitas dan penuh semangat hidup. Olahraga memupuk pikiran-pikiran positif pada diri semua orang sehingga seorang yang rajin olahraga bakal mendapatkan bukan hanya tubuh yang sehat melainkan semangat hidup yang kuat. Semangat hidup adalah hal yang positif dan memiliki kekuatan yang positif bagi lingkungan. Orang yang penuh semangat hidup biasanya memiliki perilaku yang terbuka pada semua orang.

Baca Juga  Pabrik Tapioka, Cara BUMDesa Gumelar Menggenjot Produk Desa

Logika olahraga adalah membangun tubuh yang sehat dan hidup penuh semangat. Sementara pikiran para pelaku teror itu malah sebaliknya. Bukannya memikirkan hidup yang sehat, bugar dan penuh semangat, mereka malah mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak masuk akal seperti bom bunuh diri dan melakukan penyerangan dengan senjata tajam yang berakhir dengan kematian. Jadi, olahraga sangat efektif membasmi bibit-bibit terorisme dalam lingkungan kita.

Tetapi bukan itu saja, mulai saat ini para pemangku wilayah pemukiman warga mulai dari RT hingga desa juga harus lebih ketat dalam urusan menerima penduduk baru apalagi pendatang. Data diri mereka harus lengkap dan harus ada kejelasan mengenai aktivitas rutin dia menyangku pekerjaan. Dari data ini maka bakal gampang ditelurusi jika terjadi hal-hal yang mencurigakan pada orang yang baru msuk ke desanya.(adji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here