Cara Dana Desa Membangun Kesejahteraan Warga

0
2613

BERDESA.COM – Dana Desa yang dikelola serius bukan hanya akan mengentaskan desa dari kemiskinan namun juga bisa menarik minat anak muda untuk tidak ber-urbanisasi. Soalnya, dana desa bisa menciptakan peluang kerja bagi anak muda. Seperti yang terjadi di Desa Nglanggeran, berkat pengelolaan wisata Gunung Api Purba, ratusan pemuda mendapat pekerjaan kreatif mengelola wisata.

Fakta yang sama terjadi di desa-desa wisata di Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Ratusan pemuda di desa-desa kecamatan ini kini menikmati pekerjaan sebagai pengelola puluhan obyek wisata yang bersebaran di desa-desa mereka. Di daerah Karangsambung, Kebumen, beberapa desa bergabung mengelola usaha konveksi.

Beberapa fakta di atas menunjukan bagaimana dana desa mampu menorong kreativitas warga desa menciptakan peluang-peluang pendapatan baru dalam skala yang tidak main-main. Di Desa Wisata Nglanggran, tidak hanya pemuda yang mendapatkan income rutin melainkan juga ratusan warga pemilik warung, rumah sewa, transportasi dan kelompok ibu-ibu rumah tangga pembuat makanan kecil yang kini laris menjual makanannya pada para pengunjung.

Baca Juga  Saat Ini Kepala Desa Bisa Menjabat 3 Periode

Kekuatan dana desa bukan hanya pada jumlahnya yang langsung bisa dimanfaatkan untuk membangun unit usaha melalui BUMDes melainkan karena desa memiliki wewenang sepenuhnya menentukan langkahnya dalam membangun kesejahteraan desa. Kucuran dana desa dan wewenang desa yang kini memiliki kekuatan sepenuhnya mengatur kebutuhannya sendiri adalah situasi yang sangat prospektif bagi desa membangun diri.

Peran kepala desa adalah salahsatu kuncinya. Kini, kepala desa bukan lagi sosok pemimpin yang hanya menjalankan instruksi dari struktur di atasnya yakni kecamatan, kabupaten dan seterusnya, melainkan harus menjadi seorag arsitektur bagi bangunan ekonomi desanya sendiri. Kepala desa dengan segenap jajarannya tidak bisa lagi hanya sibuk mengurus administrasi sebagaimana terjadi bertahun-tahun.

Tantangannya adalah kepala desa tidak bisa lagi hanya berpangku tangan dan merasa dirinya hebat hanya karena menjadi pemimpin desa tetapi juga harus mau belajar mengenai kewirusahaan. Soalnya, dana desa mengarahkan desa bisa membangun kemampuan kewirausahaan pada warganya.

Kemampuan warga desa ini tidak bisa lahir dan berkembang sendiri. Berbagai keterbatasan yang dimiliki warga desa harus dipecahkan oleh kepala desa serta jajarannya. Salahsatunya dengan membangun unit usaha bernama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan berbagai dukungan terhadap aktivitas UMKM di desanya.

Baca Juga  Apa Beda Desa Swadaya, Swakarsa dan Swasembada?

Kepala desa juga harus mulai paham bahwa pembangunan desa tidak lagi identik dengan pembangunan fisik melainkan dari juga masalah pemberdayaan. Selama ini pemberdayaan sering dianggap agenda nomor dua setelah fisik. Sehingga seringkali pembangunan fisik tidak menjawab kebutuhan warga untuk meningkatkan kesejahteraannya. Paradigma ini harus dirubah karena kini desa harus pula memposisikan dirinya sebagai mesin ekonomi yang efektif bagi warga. Jadi, tunggu apa lagi? (adji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here