Bunga KUR 2018 Turun Jadi 7 Persen Pertahun

0
175

Berdesa.com – Mulai 1 Januari 2018, pemerintah menetapkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) turun dari 9 persen menjadi 7 persen dimulai Januari. Penurunan ini dilakukan agar UMKM bisa mendapatkan manfaat lebih besar dari KUR. Pemerintah juga menaikkan plafon KUR yang 2017 lalu Rp. 106 Triliun menjadi Rp. 120 teriliun.

Keputusan ini mendapat apresiasi positif dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Direktur Utama BRI Suprajanto. Kepada sejumlah wartawan di Ruang Serbaguna Bank Indonesia beberapa pekan lalu. “Kami sikapi dengan positif. Dengan bunga 7 persen per tahun, berarti banyak UMKM yang bisa mengakses,” kata Suprajanto.

Selain menurunkan bunga, pemerintah juga menaikkan plafon yang disediakan. Jika tahun 2017 plafon yang ditetapkan untuk digunakan sebagai pinjaman KUR hanya hanya sebatas Rp. 106 miliar yang disiapkan untuk KUR. Tahun 2018 anggaran yang bakal disiapkan untuk plafon KUR mencapai Rp. 120 triliun. Itu artinya, bakal lebih banyak lagi orang atau UMKM yang bakal kebagian sistem KUR ini.

Turunnya bunga dari 9 persen per tahun menajdi 7 persen tentu saja menjadi kabar yang menggembirakan bagi para pelaku UMKM karena menjadikan beban mereka makin kecil dengan bunga yang lebih kecil pada pinjaman mereka. Namun begitu, meski bunganya mengecil tetapi pemerintah menetapkan beberapa kenaikan untuk beberapa sektor. Kenaikan-kenaikan itu seperti subsidi bunga KUR Mikro naik 1 persen dari 9,5 persen menjadi 10,5 persen dan KUR Ritel pun naik 1 persen dari 4,5 persen menjadi 5,5 persen, serta untuk KUR Penempatan TKI naik 2 persen dari 12 persen menjadi 14 persen.

Baca Juga  Dari 60 Juta, Baru 3,97 Juta UMKM Bermain Online

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, penyaluran KUR saat ini terus didorong ke sektor produksi agar program kredit atau pembiayaan dari pemerintah dengan suku bunga rendah ini dapat dinikmati oleh UMKM. Bukan itu saja, Komite Kebijakan juga telah mempersiapkan skema KUR baru yaitu KUR Khusus untuk sektor perkebunan rakyat, peternakan rakyat, dan perikanan rakyat.

Skema KUR khusus ini bakal diarahkan pada kelompok usaha yang dikelola perkebunan rakyat, peternakan rakyat dan perikanan rakyat. Plafon KUR khusus ditetapkan Rp. 25 – 500 juta untuk tiap individu anggota kelompok. Ini adalah wujud komitmen pemerintah mendorong perkebunan, peternakan dan perikanan. (aji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here