BUMDesa Lentera dan Mattiro Bulu, Dua BUMDesa Terbaik di Indonesia (Bagian-3)

BUMDesa Lentera dan Mattiro Bulu, Dua BUMDesa Terbaik di Indonesia (Bagian-3)

BERDESA.COM – Warga Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur sangat sadar dengan kekayaan alam yang dimiliknya yakni air bersih dari pegunungan Rinjani yang megah itu. Maka dimulai 2008 lalu dirikanlah BUMDesa Lentera mengelola air bersih melayani 778 KK di desanya yang kini terus meluas. Inilah yang membuat Lentera memenangi predikat BUMDesa Terbaik Kategori Inovatif.

Penghargaan itu diterima BUMDesa Lentera dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun ini bersama puluhan BUMDesa lainnya dari berbagai Ketegori. Salahsatu keistimewaan Asih Tigasa, nama perusahaan air minum yang dikelola Lentera, adalah harga air yang sangat murah yakni Rp. 200 per meter kubik, jauh lebih murah dari harga yang umumnya dibandrol perusahaan air minum lainnya.

Air minum nan bersih dan segar asli gunung itu menjadi berkah bagi masyarakat Desa Lendang Nangka dan sekitarnya setelah BUMDesa lentera membangun perusahaan ini. Ini bukan sesuatu yang muda mengingat Lentera harus mengolah air yang jaraknya lebih dari satu kilometer dari pusat desa. Yang unik adalah, dengan kerelaan hati yang tinggi masyarakat Desa Lendang nangka ikhlas menambah iuran air untuk dana pembangunan desanya.

Sedikitnya Rp. 4 juta masuk ke kas desa oleh inovasi yang dilakukan Lentera ini.  “Hingga saat ini, Lentera sudah melayani 778 pelanggan yang tersebar di 13 dusun,” ujar Ketua Bumdes Lentera, Azhari, baru-baru ini. Alhasil, kehadiran BUMDesa Lentera juga merubah wajah desanya menjadi jauh lebih sejahtera selain kaya akan air bersih yang sangat bermanfaat itu.

Di belahan pulau lain BUMDesa Mattiro Bulu, Desa Bontotirto, Kecamatan Bantaeng, Sulawesi Selatan melakukan terobosan yang mampu membangun partisipasi warganya. Dikomandani pemudi setempat, BUMDesa ini membangun Simpan Pinjam khusus perempuan yang kini beromzet Rp. 600 juta lebih. Mattiro Bulu juga membangun rupa-rupa unit usaha yang mengalirkan pendapatan ke kas desa sehingga bisa dimanfaatkan untuk membangun berbagai kebutuhan desa. Salahsatunya beternak ayam petelur yang skala usahanya terus membesar.

Tak cukup disitu, Mattiro Bulu melebarkan sayap lembaga keuangannya dengan bermitra dengan Pegadaian untuk membantu produktivitas warga desa sehingga terlepas dari jaring tengkulak yang selama ini menguasai hasil panenan mereka. Inilah yang membuat BUMDesa ini menyabet gelar BUMDesa Terbaik pada Kategori Partisipatif dari Kementerian Desa PDTT, 2016 ini.

Dua BUMDesa terbaik di atas adalah beberapa dari 14 BUMDesa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang mendapat gelar terbaik dalam berbagai Kategori. Desa-desa jawara lainnya Kategori BUMDesa Trendy : BUMDesa Tirta Mandiri Ponggok, Jawa Tengah, Kategori BUMDesa Eco Agriculture: BUMDesa Amanah, Kalimantan Timur.

Pada Kategori BUMDesa Inovatif terpilih BUMDes Lentera Nusa Tenggara Barat, BUMDesa Aneotob Nusa Tenggara Timur, BUMDesa Mandiri dari Sumatera Utara. Kategori BUMDesa Partisipatif : BUMDesa Blang Krueng Aceh Besar dan BUMDesa Mattiro Bulu, Sulawesi Selatan

Kategori BUMDesa Rintisan Handycraft dan Kerajinan Desain: BUMDesa Tammangalle Bisa Sulawesi Barat, Kategori BUMDesa Rintisan Berkembang : BUMDesa Tunas Jaya Sasak, Sumatera Barat, BUMDesa Karya Usaha, Bengkulu dan BUMDesa Cahaya Makmur, Sulawesi Tengah.

Kategori BUMDes Rintisan Tourism dan Natural dimenangi BUMDes Andal Berdikari, Bangka Belitung. Kategori BUMDesa Rintisan Eco-Agriculture dijuarai BUMDesa Maju Makmur Jawa Timur. Sedangkan Kategori BUMDesa Rintisan Partisipatif terpilih BUMDesa Bebedahan Berkah, Banten.(aryadji/berdesa/bersambung)

Foto: http://1.bp.blogspot.com/

Baca juga: Lentera dan Mattiro Bulu, Dua BUMDesa Terbaik (Bagian-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*