BUMDesa ‘Bermain’ di Dunia Maya, Kenapa Tidak?

BUMDesa ‘Bermain’ di Dunia Maya, Kenapa Tidak?

BERDESA.COM – Kunci bakal berdenyut atau tidaknya BUMDesa adalah kreativitas, inovasi dan keberanian mengambil langkah. Ketika desa lain masih mengernyitkan dahi, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, bahkan sudah membuka toko offline sekaligus online yang membuat produk-produk desanya bisa mendunia.

Sama seperti sebagian besar warga kampung Cabeyan, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta, Heru, 43 tahun, menghabiskan hampir seluruh waktunya membuat beragam souvenir. Kadang Heru menatah wayang dari kulit, di hari yang lain membuat patung wayang dari kayu. Setelah semuanya jadi, akan ada orang mengambilnya dan Heru dibayar sesuai jumlah barang yang dia buat, selesai.

Begitulah warga kampung ini hidup puluhan tahun. Mereka tidak pernah menyangka, wayang yang mereka tatah itu kelak bertengger di dinding orang kaya di Kanada dengan harga ratusan dolar. Mereka juga tidak pernah berpikir tas kulit yang mereka jahit dan memberinya upah beberapa lembar uang ribuan itu berlalu-lalang di dunia maya dengan harga jutaan.

Lalu suatu hari beberapa anak muda mendatangi Heru dan menawarkan sebuah cara menjual produk yang tidak pernah dibayangkannya: melalui internet. Heru pasrah dan seperti biasa, dia kembali tenggelam dengan cat dan mata tatah memahat patung. Betapa terkejutnya Heru ketika beberapa hari kemudian seorang anak muda datang dan menyampaikan kabar: topengnya terjual melalui internet. Untuk kali pertama Heri menerima bayaran utuh dari karya yang dia buat sendiri, sebuah topeng seharga Rp. 150 ribu.

Heru adalah salahsatu perajin suvenir yang turut menitipkan produknya di Swadesa Panggungharjo. Swadesa adalah sebuah toko dan sekaligus galeri produk Panggungharjo yang secara unik terletak di sebuah pom bensin di Jalan Parangtritis KM 4,5. Toko itu, meski berukuran kecil tetapi memiliki daya jual yang tidak main-main: jualan langsung maupun online alias lewat internet. Patung Heru adalah salahsatu yang telah menikmati kehebatan dua jalur penjualan ini.

Swadesa Panggungharjo adalah ide brilian dari tiga pihak: BUMDesa Panggungharjo, PT Usaha Desa Sejahtera si empunya toko online dan pemilik SPBU Erwan yang jatuh cinta pada konsep Swadesa. Ketiga pihak ini bekerjasama dengan apik mewujudkan toko yang kini menampung lebih dari 200 item produk, hampir semuanya karya warga Panggung sendiri.
Bagi BUMDesa ini adalah terobosan baru, sebuah lompatan karena berhasil membangun jaringan pemasaran global tanpa batas melalui internet. Swadesa adalah gerbang besar bagi produk desa ini ‘go internasional’. Jangan salah Panggungharjo adalah penghasil lurik dan kain jumputan kualitas tinggi yang selama ini sudah dikenal luas di jagat fesyen. Desa ini juga dikenal sebagai Kampung Dolanan karena melestarikan model mainan anak tradisional. Sang Kepala Desa Wahyudi Anggoro Hadi terpilih menjadi Kepala Desa Terbaik se-Indonesia karena deretan prestasi ini.

Bagi PT Usaha Desa Sejahtera yang menjalankan toko online melalui www.usahadesa.com, menjual produk asli desa adalah visi utama perusahaan ini. “ Perusahaan ini berdiri sebagai sebuah kekuatan baru bagi produk desa dan UMKM untuk membuktikan bahwa produk mereka berani bersaing jika memiliki kanal pemasaran online. Swadesa membuktikan konsep itu, baik secara offline maupun online,” kata Mohammad Najib, Managing Director perusahaan berkantor pusat di Jogja itu.
Bagi pengusaha SPBU Erwan, langkah mendirikan Swadesa di komplek SPBU adalah sebuah cara membangun sinergi sosial. “ Swadesa sangat menarik, menjual produk lokal secara online-offline dengan tata cara yangs angat modern. Ini membuat SPBU bisa memberi dukungan terhadap produktivtas warga desa sekaligus ikon yang menarik bagi SPBU yang kami kelola,” katanya.

Benar saja, kini SPBU di jalur wisata Parangtritis ini menjadi SPBU pertama yang memiliki unit usaha kerjasama dengan BUMDesa sekaligus menciptakan link dengan perusahaan pemasaran online www.usahadesa.com, membuat Pom Bensin ini menjadi ikonik. “ Sangat tidak biasa ada toko bernama Swadesa dan didalamnya berisi produk lokal yang juga dijual online ke seluruh dunia, ini membuat SPBU ini punya keunikan yang membuat orang pingin mampir,” kata Erwan.(aryadji/berdesa)

Foto: www.ajikotapurwokerto.or.id

Baca juga: BUMDesa Membangun Usaha Melalui Online, Sangat Bisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*