BUMDes Bisa Jadi Raksasa dengan Cara Seperti Ini

0
638

BERDESA.COM – Banyak desa yang selama ini berpikir terlalu sempit mengenai jenis usaha BUMDes. Mereka pikir usaha BUMDes yang mereka dirikan sudah cukup hanya dengan mengandalkan warga desa mereka sebagai pasar. Akibatnya, banyak BUMDes yang layu sebelum berkembang. Padahal kalau mau, BUMDes bisa membentuk jaringan usaha dengan BUMDes lainnya untuk menciptkakan produk unggulan yang layak saing.

Salahsatu contohnya, banyak desa yang ramai-ramai mendirikan usaha pengolahan sampah hanya karena melihat ada BUMDes lain sukses menjalankannya. Padahal, masalah sampah di desanya bisa jadi belum perlu ditangani secara khusus karena warga desa masih bisa menanganinya dari rumah-rumah mereka. Atau kalau mau, beberapa desa mendirikan usaha pengolahan sampah tetapi dengan ranah usaha yang berbeda, Maksudnya?

Misalnya, Desa A mendirikan usaha pengolahan sampah dari yang paling dasar yakni memungut sampah dari rumah ke rumah. Desa ini harus memiliki tempat yang cukup besar untuk mengumpulkan sampah dan memilahnya. Maka desa sesungguhnya tak perlu melakukan hal yang sama melainkan cukup mengumpulkan sampahnya di Desa A. Nah, setelah sampah terkumpul dan dipilah sesuai jenis sampahnya masing-masing, maka sampah jenis plastic lalu dibeli dan diangkut ke pengolahan sampah di Desa B. Loh?

Baca Juga  Informasi Lengkap Tentang BUMDes Yang Harus Anda Ketahui

Ya, karena Desa B mendirikan tempat penggilingan sampah plastic menjadi bijih plastik. Jadi, Desa B memang mendirikan usaha penggilingan sampah plastik hingga menjadi bentuk bijih yang siap dijual ke pabrik-pabrik pengolah plastik. Nah, dengan begini, kedua desa ini memiliki satu rantai usaha kerja sama saling menguntungkan, tidak perlu saling bersaing malah saling mendukung.

Jika ada desa lain yang bergabung dalam kelompok kerjasama usaha ini maka desa itu bisa memproduksi pupuk organik sekaligus mengembangkan pertanian organik. Pupuk ini juga bisa gunakan oleh dua desa lainnya untuk mengembangkan usaha pertanian mereka. Maka, kini ada tiga desa yang mengembangkan pertanian organik dengan pupuk yang dihasilkan sendiri oleh mereka, dibeli dan digunakan sendiri oleh tiga desa sekaligus. Jadi, masalah sampah tertangani dengan baik, lingkungan bersih dan tiga BUMDes menghasilkan uang.

Jika ada desa lagi yang bergabung maka Desa D bisa mengambil peran sebagai pendaya guna sampah menjadi berbagai produk. Misalnya mengembangkan berbagai perkakas rumah tangga dengan bahan baku barang bekas dan barang-barang yang hampir menjadi sampah. Misalnya, membuat meja kursi dari ban mobil bekas dengan polesan artistik tertentu. Desa ini juga bisa menciptakan aneka aksesori rumah tangga seperti mengolah bekas bungkus minuman instan menjadi tas, tikar, keset dari bahan kain bekas da lain-lain. Maka kini ada empat desa yang lingkungannya bersih dan sehat sekaligus mendapatkan income. Jadi, desa-desa tidak perlu saling bersaing dan berakhir dengan kegagalan usaha. Sebaliknya, sebaiknya membangun jaringan kerjasama saling menguntungkan seperti contoh di atas.(adji/berdesa)

Baca Juga  Kenapa Petani Indonesia Miskin, Ini Jawabannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here