Bulog dan BNI Siap Genjot Hasil Pertanian Pasca Panen

0
1014

Berdesa.com – Langkah memajukan desa terus digenjot Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT). Salahsatunya menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Bank Negara Indonesia (BNI), untuk menggenjot pengembangan BUMDes. Salahsatunya dengan melahirkan One Village One Product (OVOP).

Konsepnya, desa yang infrastrukturnya sudah memadai bakal diarahkan untuk membentuk semacam small holding level desa dengan memanfaatkan dana desa. Small holding itu bakal diarahkan untuk mengolah hasil pertanian yang diunggulkan masing-masing desa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal BUMDes bisa bekerjasama dengan BNI dan Bulog untuk mendapatkan sarana pasca panen.

Seperti dilansir dari rakyatku.com beberapa saat lalu, Menteri desa mengatakan, masalah sebagian besar desa di Indonesia adalah ketersediaan pasca panen yang belum ada. Jadi kerjasama dengan Bulog dan BNI ini dalam rangka menciptakan unit pasca panen untuk hasil-hasil pertanian desa sesuai dengan produk unggulannya masing-masing. “Salahsatunya beras. Kita akan menggandeng BULOG sebagai rekanan BUMDes,” kata Eko Putro.

Masalah pertanian di pedesaan Indonesia saat ini, lanjut Menteri, adalah banyak komoditi tetapi dengan kapasitas kecil-kecil karena beragam. Maka harus dilakukan strategi model OVOP sehingga desa bisa menghasilkan komoditi dalam jumlah yang lebih besar. Jumlah komoditi yang lebih besar lebih mampu memikat investor dan konsumen. OVOP juga dipercaya bakal mampu memperpendek rantai distribusi. Untuk masalah sarana pasca panen ini Kementerian Koperasi dan UMKM juga siap membantu.

Baca Juga  Mbangun Deso

Menyambut baik kerjasama ini, Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, di Indonesia ini setiap daerah memiliki hasil pertanian yang berbeda-beda seperti padi, jagung dan kedelai. Tetapi selain banyaknya ragam dan volumenya yang masih kecil, produk yang dihasilkan para petani itu belum memenuhi standar simpan karena proses pengeringannya belum sempurna. “ Pada titik inilah Bulog akan berperan mulai dari drying (pengeringan) hingga akhirnya produk pertanian itu siap disimpan digudang,” kata Jarot.

Bulog sendiri sudah memiliki program Bung Ganesa (Lumbung Pangan Desa Kita) yakni panen yang melimpah maka gabahnya akan digiling dan diproduksi. Maka kini Bulog akan kerjasama dengan BUMDes untuk melakukan distribusi berbagai produk yang dimiliki Bulog. Dengan cara ini masyarakat sebagai konsumen bakal mendapatkan produk hasil pertanian yang juga berasal dari masyarakat sendiri dengan harga yang lebih murah. Progran kembangan Bulog ini sudah mulai dijalankan di berbagai daerah melalui BUMDes. Hasilnya, BUMDes bisa menyalurkan berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.

Baca Juga  BUMDesa Sebagai Penyangga Ekonomi Desa

Dari sisi BNI, Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto mengatakan, BNI sudah memastikan diri dan berjanji bakal selalu konsisten membangun pengembangan BUMDes. Salahsatu yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki lembaga bisnis ini. Suprajarto juga menyatakan, BNI telah merancang disain program yang akan dijalankan dengan menggandeng BUMDes. Bagaimana dengan kesiapan desa sendiri? (aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here