Bisnis Modal Sejutaan di Desa dengan Keuntungan Berlipat Ganda

0
228
mengembangkan usaha budidaya jamur tiram di desa - berdesa.com

Memiliki hunian di desa merupakan suatu hal yang patut Anda syukuri. Karena selain lebih sehat karena terbebas dari segala polusi, biaya hidup yang lebih rendah sehingga membuat kita less stress juga karena banyak potensi usaha yang bisa kita jalankan di desa. Image desa dengan lahan luas, banyak warga berkumpul dan bersosialisasai serta suasana yang masih asri memang kondusif untuk membuka berbagai usaha.

Berbicara soal usaha, banyak orang mempunyai keinginan untuk membuka usaha untuk mencari penghasilan tambahan, namun, sayangnya, banyak orang yang masih banyak berpikir dan galau jika baru akan membuka suatu usaha.Bukan tanpa sebab, hal pertama yang dipikirkan adalah biasanya soal modal. Orang banyak berpikiran bahwa membuka suatu bisnis berarti harus siap dengan modal yang besar.

Padahal, tidak semua bisnis membutuhkan modal yang besar. Terkadang, bisnis adalah bagaimana tekad dan niat kita dalam membuka usaha. Modal bisa dicari dan disiasati. Pun dengan bisnis menguntungkan satu ini. Ada satu bisnis yang bisa Anda buka di Desa dengan potensi keuntungan yang lumayan.

Baca Juga  Sekali Lagi, Perpustakaan Desa Bisa Dibangun dengan Dana Desa

Bisnis yang satu ini hanya membutuhkan modal satu jutaan saja. Benar,Anda tidak salahmembaca, tetapi bisnis ini memang bermodalkan satu jutaan saja. Jangan dulu menganggap remeh karena bisnis yang satu ini bisa mendatangkan keuntungan berlipat ganda. Mau tahu bisnis apa? Bisnis Jamur Tiram.

Untuk memulai usaha ini, tidak perlu bingung karena yang kita butuhkan adalah tempat, dan rumah jamur. Untuk membuat rumah jamur sendiri cukup mudah, kita tinggal membuat rak-rak dari bambu untuk tempat baglog atau media menanam jamur. Kita bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan bambu sepanjang dua meter dengan tinggi tiga meter. Untuk satu rak ini dapat menampung sekitar 150 baglog. Jangan lupa untuk memberi ruang antara rak satu dengan lainnya sekurang-kurangnya setengah meter agar jamur tumbuh dengan baik.

Selain rumah jamur, dalam bisnis ini, untuk awalan, guna menghasilkan siklus budidaya jamur yang konstan, idealnya kita membutuhkan setidaknya 500 buah baglog. Baglog sendiri merupakan media tanam jamur yang terbuat dari serbuk kayu yang dimasukkan ke dalam plastic bag yang kemudian dibentuk menyerupai potongan kayu. Untuk harga satu buah baglog sendiri adalah seharga Rp 2.000  rupiah saja. Nah dari sini kita bisa menghitung nih berapa modal awal yang akankita keluargkan. Untuk 500 buah baglog kita membutuhkan Rp 1.000.000. Berarti total biaya awal yang akan kita keluarkan sementara adalah sebesar Rp. 1.150.000.

Baca Juga  Kementerian PUPR Siap Gelontorkan Rp. 11,2 T Dukung Padat Karya

Selain itu, kita juga membutuhkan alat penyemprot atau sprayer karena kita perlu menyiram atau menyemprot baglog ini setiap hari agar jamur dapat tumbuh dengan baik. Nah modal awal untuk membeli sprayer ini adalah sekitar Rp 40.000. Jadi total biaya awal ketika kita akan membuka bisnis ini adalah sebesar Rp 1.190.000.

Nah jika modal sudah, mungkin Anda bertanya-tanya, berapa sih atau kapan sih kita akan mendapatkan modal kita kembali a.k.a balik modal alias BEP (break event point). Lamanya waktu kita untuk balik modal hanya  1 bulan 10 hari saja, dan itu pun masih bisa dipanen hingga dua kali musim panen selanjutnya. Bagaimana? Bisnis modal sejutaan ini menarik bukan? Bagi Anda yang bingung mau membuka bisnis apa dengan modal yang tidak terlalu besar, bisnis ini mungkin bisa jadi pertimbangan. Semoga artikel ini dapat membantu ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here