Bertani Hidroponik Jadi Peluang Usaha Desa, Kenali Objek Dan Sarananya

0
701

Bertani atau peluang usaha pertanian di desa menjadi salah satu usaha yang akan selalu hidup dan sangat dibutuhkan. Karena usaha dibidang ini adalah usaha yang langsung menangani kebutuhan paling dasar dari umat manusia, yaitu memproduksi bahan pangan. Dibandingkan dengan bisnis lainnya, bertani merupakan bisnis yang sangat menguntungkan dan memiliki target pasar yang tak pernah habis serta masa panen yang tepat. Selain itu, usaha pertanian ini tidak akan ditinggalkan dan justru akan terus bersinar seiring perubahan zaman dan bertambahnya penduduk.

Bagi warga desa peluang usaha pertanian ini akan sangat menjanjikan di masa depan. Karena usaha ini butuh lahan yang luas dan subur, maka warga di pedesaan sangat potensial untuk mengembangkan bisnis ini. Namun, bagi Anda yang memiliki lahan sempit Anda tidak perlu khawatir karena kini sudah ada model bercocok tanam dengan metode hidroponik. Sebenarnya, metode ini sudah lama ada namun belum terlalu booming. Dengan mengandalkan nutrisi melalui air, sistem pertanian unik ini mampu menghasilkan komoditas yang cukup untuk kebutuhan keluarga.

Baca Juga  Lima Pekerjaan Income Besar Tanpa Modal Uang untuk Mendirikannya

Media yang dibutuhkan untuk sistem pertanian hidroponik ini juga tidak terlalu sulit. Sebagai pengganti tanah, Anda hanya membutuhkan air yang diberi unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Anda juga bisa menggunakan botol-botol bekas dan pipa besar sebagai medianya. Ada beberapa pengetahuan dasar yang bisa membantu Anda untuk membuka usaha pertanian dengan sistem hidroponik.

1. Media

Ada dua jenis media, yaitu media pembibitan dan media pembesaran. Untuk media pembibitan, Anda bisa menggunakan pasir halus rockwool, arang sekam dan pasir halus. Jika Anda masih merasa kurang dan ingin lebih bagus lagi, gunakan campuran arang sekam dan serbuk gergaji. Sedangkan untuk media pembesaran, Anda bisa menggunakan pasir yang sedikit kasar, rockwool dan arang sekam. Lebih disarankan untuk memakai arang sekam dalam hal ini karena arang sekam lebih steril dan jauh dari hama seperti kutu, cacing dan lainnya. Namun, arang sekam hanya bisa dipakai sebanyak 2 kali. Selain itu, ukuran pH yang digunakan untuk media hidroponik juga harus netral sekitar  5.5-6.5.

Baca Juga  Mau Tahu Kenapa Kopi Luwak Sangat Enak?

2. Memilih Benih

Pilihlah benih seperti timun jepang, tomat recento, paprika, kailan, melon dan sebagainya. Karena untuk usaha budidaya sayuran organik, sayuran-sayuran ini nantinya akan memiliki nilai jual yang tinggi.

3. Tips saat penyiraman

Ini adalah 1 tips penting yang harus anda perhatikan dalam menanam tanaman hidroponik. Indikatornya adalah bila media tumbuh saat dipegang oleh tangan masih kering, artinya jangan sampai terlambat untuk menyiram. Selain itu, waktu semprot juga harus anda perhatikan dengan baik. Pada masa penyemaian, kelembaban tanaman menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan. Oleh karenanya, siram tanaman dengan handsprayer dengan kuantitas 4-5 kali sehari guna menjaga kelembaban tanaman.

Selanjutnya untuk masa pembibitan, penyiraman bisa dilakukan sebanyak 5 sampai 6 kali dan nantinya juga akan ditambahkan dengan larutan pengencer hara. Dan untuk yang terakhir yaitu masa pertumbuhan, penyiraman harus ditambahkan dengan larutan pengencer hara sebanyak 1,5 sampai 2,5. Untuk melakukan perawatan, Anda bisa melakukannya seperti biasa. Seperti sering memeriksa daun-daun yang layu dan memangkas batang bila hal itu diperlukan. Saat panen tiba, jangan memetik sayur terlalu kasar karena hal itu bisa menimbulkan efek buruk untuk masa panen berikutnya.

Baca Juga  Melimpahnya Keuntungan Hidroponik Milik Sendiri

Pertanian hidroponik ini bisa menjadi peluang untuk menciptakan pendapatan yang tinggi karena mudah sekali menjual hasilnya. Terutama, hasil dari pertanian hidroponik ini juga bisa memenuhi kebutuhan sayur mayur keluarga. Untuk model penjualannya, Anda bisa melakukannya secara online dan menggunakan media sosial juga harus dilakukan. Cara itu akan lebih efisien dan memilikidaya jangkau yang luas.

Bagi warga desa yang mengembangkan usaha pertanian ini maka akan mendapatkan beberapa keutungan sekaligus. Pertama, mereka akan memiliki ketahanan pangan dengan cara yang sangat efisien karena merupakan produk milik sendiri. Dan yang kedua adalah, mereka dapat menghasilkan income yang cukup untuk menghidupi keluarga. Bagaimana? Apakah Anda sudah tertarik untuk menjalankan salah satu peluang usaha desa yang memiliki banyak keuntungan ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here