Berhenti Jadi Pilot Demi Menjadi Pembuat Perhiasan Perak di Desa

0
517
industri kerajinan perak Zem Silver. foro by antarafoto.com

BERDESA.COM –  Siapa yang tak bangga menjadi pilot, menjelajahi angkasa dengan burung besi. Begitu gagahnya menjadi pilot sehingga sebagian besar bocah di negeri ini menjadikan pilot sebagai salahsatu dari daftar cita-cita yang ingin diraihnya. Tapi jangan salah, di Desa Mijen Barat, Kebonagung, Demak, ada pilot yang memilih berhenti menerbangkan pesawat dan memilih memproduksi aneka kerajinan berbahan perak.

Namanya Ershad, pria berumur tigapuluhan tahun memilih berhenti menjadi pilot karena lebih tertarik menjadi pelaku UKM memproduksi perhiasan dari perak. Ershad jatuh cinta pada perhiasan perak ketika pulang ke kampung istrinya di Mijen dan bulat tekat untuk mundur dari profesinya sebagai pilot di perusahaan maskapai swasta. “ Saya dulu pilot tapi begitu melihat perkembangan ekonomi di desa ini, saya lalu memutuskan resign,” katanya.

Ershad dan istrinya lalu menggunakan tabungannya untuk memulai produksi aneka kerajinan perhiasan dari perak dn menamai rumah produksinya dengan nama Zem Silver. “ Awalnya hanya ada dua orang ibu-ibu tetangga yang bekerja membantu saya. Kini sudah sekitar 30-an tenaga kerja,” katanya. Ershad mengatakan, dirinya bahkan memulai usaha ini meski tidak memiliki pengalaman sama sekali.

Baca Juga  Cara Cepat Menggenjot Ekonomi Desa: Memanfaatkan Teknologi Internet

Awal usaha, Ershad harus membangun pasar lebih dahulu. Rupanya, perhiasan dari perak sangat digemari terutama warga Eropa. Pengalaman Ershad menjelajah banyak tempat membuat dirinya dengan cepat mampu mengembangkan pasar baik melalui jaringan offline maupun online. Uniknya, Salahsatu pendekatan yang dilakukan Ershad adalah berusaha mengenali satu persatu pelanggan yang menggunakan produknya. Pola pelayanan yang person to person ini menghasilkan hubungan yang sangat baik antara produsen dan konsumen sehingga produk-produk buatan Zem Silver dengan mudah memikat hati pelanggannya.

Aneka bentuk perhiasan dilahirkan para pekerja di Zem Silver dengan harga Rp. 80 ribu hingga Rp. 4 juta. Sebagian besar diekspor ke Eropa dan berbagai negara. Tak jarang pula, para pelanggan yang biasa membeli perhiasan di kampung ini datang untuk melihat langsung proses pembuatan perhiasan-perhiasan di Mijen.

Desa Mijen sendiri telah dikenal sebagai desa penghasil aneka perhiasan berbahan perak mulai dari kalung, gelang dan aneka aksesoris. Luasnya pasar perhiasan membuat ratusan ibu-ibu di kampung ini kini bisa bekerja mendapatakan income untuk keluarga mereka tanpa perlu pergi ke kota atau daerah lain. Meski bersifat industri rumahan tetapi para pengrajin di kampung ini sangat mengutamakan kualitas produk yang mereka hasilkan sehingga mendapatkan apresiasi yang tinggi dari berbagai kalangan yang menjadi pelanggan mereka. Berbagai produk karya warga kampung ini juga sudah berkali-kali unjuk gigi dalam berbagai pagelaran tingkat nasional bahkan dunia seperti ajang pemilihan Miss Universe.

Baca Juga  Pelanggan Bermasalah, Begini Cara Melayaninya

Sumiarsih, salahsatu warga Mijen bercerita, berkembangnya industri rumahan pembuatan perhiasan berbahan perak ini membuat banyak ibu rumah tangga di kampungnya kini memiliki penghasilan sendiri dengan bekerja di rumah-rumah produksi di kampungnya. “ Paling tidak kami mendapatkan Rp. 50 ribu per hari sehingga sangat membantu kami mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya. Pesanan perhiasan perak dari desa Mijen bahkan terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga mampu menopang kebutuhan ekonomi sebagian besar warganya. (aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here