Belanja Offline Lesu, Belanja Online Melejit

0
490

Berdesa.com – Jika sektor retail offline dilanda kelesuan pasar besar-besaran, sebaliknya dengan online. Pasar online justru mengalami peningkatan besar-besaran, terutama barang fashion. Asal Anda tahu, pada retail offline, pasar fashion adalah pasar yang sekarang ini mengalami anjlok paling keras dibanding produk lain.

Di pasar online, produk Fashion adalah produk yang paling tinggi peminat belanjanya. Data ini diungkap Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA/Indonesia E-Commerce Association), Aulia Ersyah Marinto. Dia mengatakan”Fesyen adalah sektor penjualan online yang paling besar. Bukan hanya pakaian melainkan produk fashion yang lain seperti gadget, kosmetik dan berbagai aksesori seperti jam tangan,” katanya.

Aulia juga mengatakan, dari berbagai diskusi dan pertemuan dengan para pemain online di Indonesia, pasar online terus mengalami pertumbuhan, berbanding terbalik dengan pasar offline yang terus menurun. Pertumbuhan pesat pasar online ini terjadi sekitar 5 tahun terakhir.

Namun Aulia tidak sepenuhnya sepakat analisa yang mengatakan lesunya pasar offline karena dipicu pertumbuhan pasar online. Dirinya tidak menampik bahwa sekarang ini memang ada pergeseran perilaku orang hijrah dari belanja offline ke online. Tetapi ada pula beberapa faktor lain mengenai kelesuan pasar ini misalnya perubahan tata kota yang membuat beberapa tempat yang tadinya memiliki tempat yang strategis kemudian menjadi sepi karena perubahan jalur transportasi dan sebagainya. “ Perubahan infrastruktur juga berpengaruh, misalnya adanya tol Cipali. Jika dulu orang mengambil produk di Jakarta, sekarang karena adanya jalur baru membuat berbagai produk bisa diambil di daerahnya,” katanya.

Baca Juga  5 Perbandingan Ciri Ciri Desa dan Kota

Aulia juga tidak yakin belanja online membuat pasar offline lesu karena hingga saat ini jumlah pembelanja online di Indonesia masih sangat kecil jumlahnya bahkan tak sampai 2 persen. Berbagai faktor menyebabkan masih kecilnya jumlah transaksi online ini. “ Bagaimanapun sebagian orang masih lebih suka belanja secara langsung dan karena sebagian besar pada belum trust melakukan belanja online,” katanya.

Tetapi kecilnya jumlah transkasi melalui online saat ini tak bisa dipungkiri menunjukkan peluang kenaikan yang bakal terus membesar di masa yang akan datang. Meski Indonesia masih termasuk negara yang lambat perkembangan bisnis online-nya tetapi fakta semakin banyaknya orang melakukan belanja melalui online tak bisa dibantah. Apalagi di Indonesia, jumlah pengguna internet sangat besar yakni 80 juta orang dan sebagian besar mengakses internet melalui smartphone-nya. Maka, potensi perkembangan bisnis online jelas sangat besar.(aryadji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here