Begini Cara Mengganti Direktur BUMDes

1
1950

Berdesa.com – Salahsatu yang menentukan maju dan tidaknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah Direktur BUMDes. Apa pasal? Karena seorang direktur bakal menjadi lokomotif terutama ide untuk membangun BUMDes menjadi lembaga usaha yang menguntungkan baik profit maupun benefit. Masalahnya, bagaimana jika seorang direktur dianggap tidak mampu membangun BUMDes. Bagaimana cara mengganti Direktur BUMDes?

Sebagai lembaga baru di ranah desa, perangkat dan warga desa masih terus mempelajari mengenai metode kepengurusan BUMDes. Masalahnya, bukan persoalan mudah bagi warga desa memutuskan untuk mengganti orang yang duduk pada jabatan tertentu. Kenapa? Karena budaya ewuh-prakewuh yang melekat kuat di desa.Termasuk pada lembaga bernama BUMDes ini.

Sebelum memutuskan mengganti seorang direktur, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala desa dan tokoh masyarakat harus lebih dahulu bertemu dan mendiskusikan mengenai hal itu dengan mendengarkan aspirasi warga. Butuh sebuah ukuran yang jelas kenapa seorang direktur harus dicopot dan diganti. Paling tidak dengan mengukur melalui empat hal ini:

  1. Apakah Direktur dianggap tidak memiliki kemampuan entrepreneurship dalam mengembangkan usaha BUMDes?
  2. Apakah Direktur BUMDes dianggap tidak memiliki jiwa kepempimpinan dan manajerial lembaga?
  3. Apakah Direktur keterampilan komunikasi dan taknik fasilitasi?
  4. Apakah si Direktur ternyata tidak menguasai pola keuangan yang baik?
Baca Juga  Kabupaten Kepulauan Mentawai Gandeng Usaha Desa untuk Dongkrak Ekonomi Lokal

Jika empat unsur di atas tidak terpenuhi dan atau satu atau lebih unsur di atas tetapi menciptakan pengaruh kuat kemandegan atau kerugian yang dialami BUMDes, maka memang lebih baik menggantinya. Caranya?

Direktur BUMDes tidak bisa dicopot oleh Kepala Desa atau BPD. Soalnya, posisi ini ditetapkan oleh Musyawarah Desa. Tahukah Anda, Musyawarah Desa adalah keputusan tertinggi bagi sebuah desa sehingga keputusan itu tidak bisa dilakukan bahkan oleh kuasa seorang Kepala Desa sekalipun. Satu-satunya yang bisa menggantikan yaitu Musyawarah Desa lagi. Tapi apakah Musyawarah Desa bisa dilakukan sewaktu-waktu untuk menggantikan posisi direktur BUMDes misalnya? Bisa, bisa sekali.

Syaratnya, musyawarah itu harus diusulkan oleh beberapa pihak yang menjadi representasi warga dan telah melalui berbagai pertimbangan demi menciptakan lembaga yang lebih baik. Maka kemudian dilakukanlah Musyawarah Desa Luar Biasa (Musdeslub). Kata luar biasa ditambahkan dalam agenda seperti ini sebagai penanda bahwa agenda itu dilakukan di luar jadwal yang telah ditetapkan karena adanya kepentingan yang sangat mendesak.

Baca Juga  9 Hal yang Menghambat BUMDes Menjadi Raksasa

Sama dengan Musdes sebelumnya, Musdes ini harus pula menyertakan seluruh perwakilan atau bisa juga 50 persen + 1 jika itu sudah ditetapkan dalam AD/ART. Agendanya jelas yakni mengganti Direktur atau pengurus BUMDes. Biasanya agenda ini sekalian membahas berbagai hal yang berhubungan dengan kemajuan BUMDes.

Kenapa harus dengan Musdes? Karena direktur dan pengurus BUMDes ditetapkan dengan keputusan forum yang sama. Lain hanya dengan beberapa anggota struktur misalnya di tingkat seksi atau ketua divisi pada struktur operasional di bawah pengurus inti. Hal ini biasanya sudah diatur dalam AD/ART. Itulah pentingnya AD/ART BUMDes, tata aturan inilah yang menjadi kitab untuk menyelesaikan berbagai persoalan kelembagaan BUMDes di desa Anda. Bravo BUMDes! (ary/berdesa)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here