Begini Cara Identifikasi Produk Desa untuk Dijual Online

1
783

Banyak orang tidak sadar ada beragam produk desa yang bisa dijual melalui online. Seperti di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, dari desa ini saja lebih dari 200 jenis produk ‘made in’ desa ini teridentifikasi sebagai produk desa yang dijual online maupun offline melalui Swadesa Panggungharjo. Bagaimana cara Panggungharjo mengidentifikasi produk desa hingga akhirnya melahirkan Swadesa?

Sebagian data mengenai berbagai kegiatan UKM dan produk desa sesungguhnya sudah ada di setiap desa. Hanya saja data pemerintahan desa biasanya berupa data menyeluruh yang tidak menyebutkan detail mengenai nama pembuat, alamat rumah atau workshop si pembuat, volume dan kualifikasi. Beberapa data yang disebutkan terakhir inilah yang harus dipastikan untuk mengetahui layak dan tidaknya sebuah produk desa dipasarkan secara online.

Kepala Toko Swadesa Panggungharjo Aan Sofyan, salahsatu pengelola Swadesa Panggung yang melakukan identifikasi produk desa menjelaskan, pertama kali adalah mengolah data dari kelurahan atau desa. “ Dari situ kita bisa identifikasi produk apa saja yang layak masuk online. Soalnya produk yang diperjual-belikan secara online harus memenuhi syarat online yakni harus punya ketahanan minimal beberapa hari karena harus melalui pengiriman,” katanya.

Baca Juga  Manfaatkan Pewarna Alam, Batik Khas Trenggalek Semakin Menarik

Ketika bertemu dengan perangkat desa yang mengurus data mengenai produk desa, harus pula kita mendapatkan data mengenai para pendamping UKM yang ada di desa dan data mengenai UKM-UKM tertentu yang sudah mapan di desa itu. “ Para pendamping UKM atau kewirausahaan itu memiliki data lebih detail mengenai para pelaku UKM, alamat hingga deskripsi produk dan sistem produksi,” ujar Aan.

Setelah itu kita harus menemui beberapa UKM dan berbicara dengan mereka mengenai volume produksi, cara menjual, cara mereka berpromosi, ketersediaan bahan baku dan sebaginya. Dari wawancara itu kita bisa melihat persoalan yang dihadapi UKM-UKM di desa untuk bisa masuk ke sistem pemasaran online. “ Dari wawancara itu kita juga akan mendapatkan banyak informasi mengenai UKM lain yang selama ini belum tercatat dalam data di kantor desa. Padahal UKM-UKM itu malah sudah berkembang kemampuan usahanya,” kata Aan.

Bila beberapa hal ini dilakukan, jangan kaget jika kemudian terkumpul berbagai produk desa yang jumlahnya di luar apa yang kita bayangkan. Fitri, salahsatu pegawai Swadesa mengaku terkaget setelah melihat data yangd ia dapatkan. “Ternyata di desa tempat saya tinggal selama ini ada banyak sekali produk menarik yang bahkan sudah ekspor dan dijual ke berbagai tempat,” katanya. Setelah data terkumpul, lalu mulailah melakukan kurasi mengenai produk apa saja yang bisa di online-kan.

Baca Juga  Simpan Pinjam BUMDesa Bisa Mendidik Manajemen Keuangan

Fitri mencontohkan, produk kerajinan dan fesyen adalah yang paling mudah memasuki pasar online karena karakternya yang tidak gampang rusak, tidak gampang busuk dan tidak punya persoalan dikirimkan ke manapun selama berhari-hari. “ Ini berbeda sekali dengan produk makanan misalnya. Makanya produk makanan memiliki lebih banyak tingkat penyesuaian untuk bisa menjadi produk online. Salahsatunya durasi ketahanan makanan harus lebih dari tujuh hari, tak gampang rusak ketika dikemas dan harus memenuhi perijinan yang berlaku,” katanya.

Langkah terakhir adalah membuat kesepakatan atau kontrak kerja dengan para produsen. “ Kita harus memastikan para produsen siap setiap saat jika ada orang ingin membeli produknya. Kita juga harus mendapatkan data detail mengenai produk itu mulai dari bahan, bentuk, fungsi, ukuran, kadaluarsa, cara merawat dan sebagainya”. Kita juga harus mendapatkan data mengenai dari produsen mengenai kepastian harga, jumlah stok dan harus selalu siap mengemas dan mengirim sewaktu-waktu ada pembelian. Jika produsen tidak siap, maka tugas Swadesa yang akan melakukan pengemasan dan pengiriman.

Baca Juga  Strategisnya UKM Jualan di Pasar Online

Pingin tahu barang apa saja yang ada di Swadesa Panggungharjo, buka www.usahadesa.com, sebagian besar produk di toko itu sudah terpajang di halaman e commerce ini. Usahadesa.com adalah pasar online yang khusus menjual produk desa dan UKM dari seluruh Indonesia. Karenanya berbagai fitur yang ada di E Commerce ini dibuat untuk memudahkan setiap orang berjualan produk desanya. Beragam informasi mengenai Swadesa dan Mitra Swadesa juga ada di Usahadesa.com. (aryadji)

Foto: Berdesa.doc

Baca juga: Menjual Produk Desa Secara Online, Begini Caranya 

1 KOMENTAR

  1. Sangat menjawab kebutuhan akam.potensi desa yg patut dikembangkan sebab salah satu pemdukung produk desa adalah pemasaran jika toko online desa dikembangkan akan sangat membantu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here